
Pagi ini I'im bersiap ke sekolah dengan semangat, sebab kemarin sudah di infokan kalau hari ini hanya pengumuman saja tanpa pembelajaran, meski di sekolah yang termasuk favorit namun siswa siswinya tetaplah sama, sekolah dengan jam kosong adalah hal yang menggembirakan, apalagi saat bulan puasa seperti ini.
Ada yang berbeda hari ini dengan I'im, wajahnya tampak sedikit lebih ceria dari biasanya, ya masalah cateringnya dipondok sudah diselesaikan oleh kakaknya kemarin, bahkan tidak hanya dibulan puasa ini namun sampai seterusnya. Selain itu, kakaknya akan disini beberapa hari sambil menunggu libur sekolah dan libur pesantrennya setelah itu ia akan di ajak ke Malang.
Ia membayangkan akan jalan - jalan dikota yang terkenal dingin itu, apalagi kata kakaknya mereka akan naik kereta saat berangkat ke malang, pasti akan terasa seru karena itu akan menjadi pengalaman pertama baginya.
Sesampainya di sekolah, I'im sudah bergabung dengan teman sebangkunya yang lumayan rame bernama Anisa dan sering disapa Anis.
" Im, kamu libur nanti mau pulang kampung? mau lebaran disana?" tanya Anis sambil duduk disamping I'im.
" ya ndak to nis, wong aku kesini lho belum penuh satu bulan masak sudah mau pulang kampung, nanti dikira gak kerasan aku" jawab I'im
__ADS_1
" Ikut ke rumahku aja yuuk, lebaran di tempat ku, pasti rame aku ada temennya, ketimbang temenan sama bocil dirumah gak seruu" ajak Anis sambil curhat.
" gak bisa nis, aku kalau sekolah udah libur terus pondok juga libur mau ikut mbak ke Malang, tapi kalau lebaran ya balik kesini lagi ditempat Bude" I'im menjelaskan
" Tapi nanti kalau lebaran main ya im, cuma deket kok, suuut naik ontel juga sampek" kata Anis sambil tertawa.
" iya insyaAllah, yang pasti jangan lupa bikin kue lebarannya yang enak ya" pesen I'im malah udah mikir kue lebaran
" Laaah pantes dari tadi semangat terus kamu, ternyata pagi udah sarapan ya" goda I'im
"he..he...ya gituuu dech" Anis nyengir kuda mendengar ledekan dari temannya itu.
__ADS_1
" kayaknya seruu bener iki, lagi bahas apa to?" suara ketua kelas tiba - tiba sudah terdengar disamping Anis yang masih mesam mesem itu.
" eh pak ket, kalau dateng itu pakek suara kan aku jadi kaget tiba - tiba udah nongol dideket ku" hilang sudah mesemnya Anis digantikan dengan bibir yang maju sambil mengerucut.
" Gak usah marah gituu, nanti Anisnya hilang tinggal pahitnya, makanya jadi cewek jangan Anis manis kan aku jadi pengen deket - deket terus" pak ketua kelas yang bernama Agus dan sering disapa pak ket itu malah semakin menggoda Anis, Agus adalah cowok yang kocak yang sering mengeluarkan guyonan, namun juga bisa tegas kalau adu pendapat, mungkin karena sifatnya itulah dulu ketika pembentukan struktur pengurus kelas ia terpilih menjadi ketua, atau malah karena wajahnya yang bisa dikatakan tampan namun berkulit coklat kehitaman sehingga mungkin banyak kaum cewek - cewek penghuni kelas X.D yang memilihnya.
"laah bilang aja pak ket itu iri sama aku, karena aku adalah Anis yang manis, sedangkan situ adalah Agus yang hangus" kata Anis meledek ketuanya.
" kalau iri sich enggak, cuma pengen deket Anis aja biar ketularan manis dan menjadi Agus dan Anis yang manis" jawab Agus sambil tersenyum.
" udaah, gak perlu diterusin saling ledeknya, kita semua udah tahu kalu kalian berdua adalah pasangan yang paling manis, jadi gak usah berantem, dieman - eman tenaganya sampek buka nanti" akhirnya I'im melerai kedua orang yang saling lempar ledekan itu, mereka memang dikenal sebagai penghuni X.D yang paling rame dan sering saling ejek dan guyon.
__ADS_1
Dikarenakan pagi ini tidak ada pembelajaran jadi mereka punya waktu saling bercanda dan guyonan, meskipun ada juga yang menggunakan waktu kosong itu dengan tidur dikelas.