Cita Cinta Gadis Desa

Cita Cinta Gadis Desa
Seadanya


__ADS_3

Hari ini adalah hari kedua puasa tahun ini, I'im mengawali puasanya tanpa kakaknya Tari karena belum bisa ke pondok kemarin, baru nanti sore akan datang. Dibulan puasa jadwal kegiatan mengaji sangat full, dimulai dari sehabis sholat subuh mengaji Al Qur'an dengan mbah nyai, setelah itu pukul 8 mengaji umum kitab fikih bagi yang tidak bersekolah. Lalu setelah dzuhur mengaji bersama dengan kang santri di Masjid setelah itu baru istirahat dan mempersiapkan masak dan makan untuk berbuka, bahkan bakda ashar pun masih mengaji untuk menunggu waktu berbuka.


Jadi bagi I'im yang biasa berpuasa di desa yang semua jadwal seolah ikut berpuasa merasa agak kaget, tapi meski dengan jadwal yang padat, puasa ini sungguh berbeda dari biasanya.


Kalau di desa, meski kondisinya dipelosok pegunungan namun untuk masalah puasa dan berbuka sungguh luar biasa, mungkin karena masih banyak orang yang awam atau entah karena apa, bagi masyarakat di desa tempat tinggal I'im dikampung puasa itu hal yang luar biasa, jadi bekerja hanya sampai setengah hari di kebun, setelah bakda dzuhur adalah waktunya untuk istirahat, begitu pula dengan sekolah - sekolah yang ada disana, kalau bulan puasa jamnya gak full jadi belum masuk waktu dzuhur saja sudah pulang.


Begitupun masalah berbuka puasa disana para ibu seolah sore hari adalah waktunya untuk memasak dan terkadang semua menu bisa di siapkan hanya untuk satu kali berbuka, terkadang ada kolak, bakwan goreng, ditambah sayur dan lauknya belum lagi buah yang katanya untuk penyegar, dan hampir menyeluruh semua keluarga seperti itu begitupun keluarganya I'im disana.


Jadi makna puasa yang seharusnya menahan diri itu harus terbalaskan ketika berbuka, apalagi menjelang lebaran sungguh luar biasa disana, saling mengantar makanan untuk berbuka, saling bersama - sama membuat aneka kue dan jajanan lebaran, mungkin terlihat seperti boros namun itulah kebiasaan didesa yang masih melekat.


Sedangkan dipondok sekarang, I'im baru benar - benar merasakan makna dari puasa yang sebenarnya, menggunakan waktu sebaik - baiknya sebab pahala kebaikannya akan dilipat gandakan ketika bulan ramadhan, meski belum terbiasa ia selalu berusaha, karena tak ingin mengecewakan kedua orang tua dan keluarganya. Seperti pagi tadi ketika menjelang sahur hal yang belum pernah ia alami sebelumnya, dibangunkan untuk santap sahur hanya diberi waktu 30 menit sebelum masuk waktu imsak dan adzan subuh berkumandang, itu harus cukup untuk waktu mempersiapkan makan sahur sampai dengan selesai, tanpa bisa memilih menu karena menu sahur adalah khusus pemberian dari pengasuh pondok sebagai sodaqoh.


Berbuka pun tak jauh beda, hanya saja ketika berbuka bisa memilih menu sendiri untuk memasaknya tanpa banyak hal yang bisa dimasak tentunya karena waktu yang tersedia setelah mengaji pun tak banyak, sungguh seadanya ketika berpuasa di pondok pesantren, karena memang tujuan puasa salah satunya agar kita dapat merasakan hal yang dirasakan oleh saudara kita fakir dan miskin yang setiap harinya terkadang harus menahan lapar dan dahaga, begitulah nasehat pak kyai dan bu nyai untuk menyemangati para santrinya ketika berpuasa di pondok pesantren.

__ADS_1


" mbak im, itu dipanggil sama bu nyai" suara mbak umi membangunkan I'im dari lamunan panjangnya mengenangkan puasa di desa.


" iya mbak, ada apa ya mbak? kok sampai bu nyai manggil saya" bukannya segera datang I'im malah bertanya kepada umi.


" mungkin ada yang mau ditanyakan mbak, ayo jangan lama - lama" jawab mbak umi


( ada apa ya, apa aku ada melakukan kesalahan, atau mau menanyakan tentang bayaran, duuh mbak Tari kok ya gak dateng - dateng) pikiran I'im bertanya - tanya, ia takut ada apa - apa.


"waalaikumsalam, sini mbak"


jawab bu nyai.


"ndak usah takut, ini ibu mau tanya, mbak im kan kalau pagi sekolah sampai siang, jadi pulang sekolah masih harus ngaji dan masak, apa gak capek mbak? gimana kalau makannya mbak im itu ikut catering aja, jadi gak capek mau masak. kalau catering ke ibu biayanya nanti ibu kasih ke mbak Umi biar bisa lihat, gimana?" jelas bu nyai.

__ADS_1


" nggeh bu, nanti saya tanya dulu sama mbak Tari, insyaAllah mbak datang sore nanti" jawab I'im, ia belum bisa memutuskan, sebab hal yang berbau biaya dan keuangan semuanya harus dirembuk dulu dengan kakaknya.


"owh mbak mu mau dateng, bagus lah, dia orangnya cak cek kalau mikir, dak pakek lama" kata bu nyai sambil tersenyum banyak arti.


" nggeh bu" jawab I'im


"ya wes, nanti kalau mbak mu sudah dateng, suruh kesini ya, sama kamu juga, sekarang kembalio ke asrama" perintah ibu nyai.


" nggeh, Assalamualaikum"pamit I'im sambil berlalu pergi.


#maaf semua dua hari ini gak update, jagoan q lagi panas tinggi, semoga mulai besok bisa lancar, jagoan q segera sehat dan bisa sekolah , si kecil juga sehat ceria


amiiin

__ADS_1


__ADS_2