
Hari ini kakak kedua I'im akan tiba di Nganjuk, rencananya I'im dan Tari yang akan menjemput di halte bis, namun karena Pakde juga sekalian akan ke pasar yang dekat dengan halte jadi sekalian bisa menjemput Jannah. Akhirnya I'im dan Tari hanya menunggu dirumah, sekalian menyiapkan beberapa barang I'im karena besok ia sudah harus kembali ke pondok pesantren dan dua hari setelahnya masuk sekolah.
Sore telah tiba sebentar lagi pakde akan datang dari menjemput Jannah, kini masih dalam perjalanan. Jannah tadi sudah menghubungi Tari dan mengatakan sudah tak sabar ingin segera tiba di rumah Bude, karena mengalami mabuk kendaraan yang lumayan menguras tenaga. Kedua kakak I'im itu tak ada yang tak mabuk ketika naik mobil jenis apapun, tapi entah mengapa mereka malah memilih sekolah yang jauh dengan harus naik bis berhari - hari bahkan harus menyeberang laut.
" udah sampek mana mbk Jannah mbak?" tanya I'im ke Tari.
" sudah naik motor pakde, jadi mungkin bentar lagi juga sampai" jawab Tari.
" im, mbak Umi temen mu pondok ada yang sms mbak, kamu kasih no mbak ke dia ya kok bisa tau?" lanjut Tari menanyakan perihal sms dari nomor baru.
" iya mbak, waktu main kerumah Anis kan mampir ke tempate mbak Umi juga soale gak jauh, terus dia minta no hp, tapi kan aku gak punya hp, jadi aku kasih no mbak Tari aja, emangnya mbak Umi sms apa mbak?" tanya I'im.
" cuma tanya kapan mau balik ke pondok, ia sudah berangkat hari ini katanya" jawab Tari.
" owh bilang aja besok gitu mbak, soale masih nunggu mbak dari sumatera gitu" sahut I'im malah memerintah kakaknya itu.
" ya kamu bales sendiri lah, kok malah nyuruh, ni hp nya!" ujar Tari sambil memberikan Hp ke adiknya itu.
__ADS_1
Agak lama I'im saling berbalas pesan dengan teman pondoknya itu tanpa terasa waktu sudah beranjak sore dan terdengar suara motor Pakde tiba dengan memboncengkan kakak keduanya yang terlihat lemas akibat mabuk perjalanan.
I'im pun meletakkan Hp Tari di meja dan menyambut kedatangan Jannah di teras, ia tak tau kalau ada pesan masuk dari Umi yang belum ia baca.
" walaaah mbak, kok parah sich mabuknya?" tanya I'im melihat keadaan kakak keduanya itu.
" gimana gak parah, perasaan jauh banget gak nyampek - nyampek" jawab Jannah.
" lha apa gak pernah ke Jawa kamu Jann?'" tanya Bude
" udah lama gak ke tempat mbah Bude, mungkin dulu masih SD atau SMP kalau gak salah" jawab Jannah
( iya im, ketemu besok ya, owh ya ada titipan salam dari kang santri, katanya salam kenal) begitulah isi pesan dari mbak Umi.
Tari belum membalas pun tidak memberitahukan pesan itu kepada I'im. Dia merasa adiknya itu masih baru di pondok mengapa sudah ada yang mau berkenalan, biasanya kalau dipondok sudah saling titip salam itu sama dengan pdkt antara santri putra dengan santri putri atau sebaliknya.
Malam bergulir waktunya mereka istirahat, apalagi besok mereka harus kepondok pesantren mengantarkan I'im dan mengajak Jannah keliling - keliling menghilangkan efek mabuknya.
__ADS_1
sebelum semua terlelap Tari terpikirkan akan pesan sms dari teman adiknya tadi.
" im, kamu punya kenalan kang santri di pondok?" tanya Tari
mendengar pertanyaan kakaknya itu I'im bukannya menjawab malah merasa aneh, ya selama ini kakaknya itu tak pernah membahas masalah cowok.
" itu, ditanyain mbak, kamu punya kenalan kang pondok apa gak? kok malah bengong" Jannah mengingatkan I'im yang hanya terdiam.
" kalau kenalan secara langsung sich gak ada dan gak pernah, tau nya ya dari mbak - mbak yang lain, kalau ini kang siapa, itu kang siapanya gituu" jawab I'im.
" memangnya kenapa sich mbak"? lanjutnya bertanya kepada Tari.
" gak ada apa - apa , cuma pesan mbak kalau bisa jangan kenal - kenal cowok dulu, apalagi pacar - pacaran, apalagi wajah kalian berdua itu mendukung, berteman ya sewajarnya aja, sekolah dulu yang bener, ngaji dulu yang pinter berhubungan kalau masih masa belajar itu cuma nambahin beban" nasehat Tari kepada kedua adiknya
mendengar pesan mbaknya itu Jannah dan I'im hanya mngangguk - anggukkan kepala, dalam benak I'im pantas mbaknya itu sampai sekarang belum punya pacar, prinsipnya aja gitu, padahal banyak teman cowok yang mengelilingi kehidupan kampus dari seorang Tari, tapi itu tak pernah mengubah predikat jomblonya.
Sedangkan Jannah setelah mendengar pesan dari kakaknya itu hanya terdiam tak juga mengeluarkan suara, karena ia saat ini sedang dekat dengan teman SMA nya di Sumatera, meski tak berstatus pacar namun mereka saling berkomunikasi lewat Hp sampai sekarang.
__ADS_1
Tari pun hanya memberikan pesan itu kepada I'im juga Jannah tanpa memberitahukan ada titipan salam buat I'im dari kang santri yang tidak ia ketahui siapa.
" mbak bilang begini itu sebab tugas kita kedepan itu masih panjang, kita harus bisa membanggakan emak sama bapak, jangan sampai kita bikin malu mereka, kita berjuang belajar cari ilmu disini, bapak sama emak juga berjuang cari rizki untuk kita dirumah" Tari melanjutkan nasehatnya sebelum kedua adiknya terlelap, biarlah pesannya itu menjadi dongeng sebelum tidur untuk adik - adiknya