Cita Cinta Gadis Desa

Cita Cinta Gadis Desa
Tiga Saudara


__ADS_3

Tak terasa seminggu telah berlalu dari hari raya tahun ini, awal yang terasa aneh dan berbeda bagi I'im sekarang sudah agak terbiasa, suasana lebaran masih terasa, masih banyak keluarga yang jauh berdatangan untuk bersilaturohim dan sekalian jalan - jalan, sebab tak lama lagi jadwal keseharian sudah menunggu, masuk sekolah tinggal hitungan hari, begitupun dengan masuk pondok pesantren, tanggal 15 bulan syawal sudah harus ada dipondok.


Hari ini rencananya I'im akan berkunjung ke rumah teman MA nya, yang kebetulan dekat juga dengan rumah mbak Umi teman pondoknya. Tapi hari ini Tari tidak ikut, dia ada acara bersama alumni sekolah SMA nya yang ingin bersilaturohim kerumah guru- gurunya.


I'im menunggu Anis teman sebangkunya itu yang berjanji akan menjemputnya, ia sudah sms lewat handphone mbak nya kemarin. I'im memang belum boleh membawa hp, meski sebenarnya untuk anak sekolah yang ada dipondok diperbolahkan membawa HP ketika siang, setelah magrib HP harus dikumpulkan kepada pengurus, tapi Tari belum mengizinkan I'im membawa HP, nanti aja, katanya.


Tari sudah pergi dengan teman - teman lamanya, jadi I'im tak bisa meminjam HP untuk menelepon atau sms temannya itu, jadi datang atau tidaknya, I'im gelisah menunggu di teras, sedang Bude sedang ada tamu didalam, katanya saudara dari jauh yang tahun ini mudik dan menyempatkan diri untuk berkunjung.


Seolah menjawab kegelisahan I'im, suara motor berhenti diujung rumah orang tua Bude, terlihat Anis turun dari motor.


" tak kirain kamu gak jadi dateng nis" labrak I'im sambil menghampiri temannya itu.


" dateng - dateng bukannya suruh masuk malah kena semprot" Anis menimpali


" lha kamu janjinya jam 8 datengnya lha ini udah jam 9 lebih, pasti mampir - mampir dulu ya?" I'im malah tambah curiga.


" halaaah, mampir - mampir kemana? yang ada muter - muter iya, kamu sih kasih alamat gak detail" malah Anis sekarang yang agak sewot.


" gak detail gimana?" tanya I'im

__ADS_1


" lho temannya kok gak diajak masuk to im?" belum sempat Anis menjelaskan, Bude sudah ada diteras untuk mempersilahkan masuk tamu keponakannya itu.


Hampir jam 10 I'im dan Anis pamit pergi meninggalkan rumah Bude, diperjalanan Anis ngobrol ini itu dengan I'im


" seharusnya itu hari sabtu aja lho im kamu itu main kerumah ku, sekalaian nginep terus minggu kita jalan - jalan bareng sama temen - temen yang lain juga" kata Anis.


" gak bisa nis, hari minggu besok itu mbak q mau dateng dari sumatera, masak aku malah gak ikut jemput"


jawab I'im.


" owh mbak mu yang katanya mau kuliah di Jombang itu?" tanya Anis.


" iya, mbak Jannah itu kakak q yang nomer dua" jawab I'im.


" yups, mbak Tari, mbak Jannah sama aku, kami 3 saudara cewek semua dan usia kami pun gak terpaut jauh". jawab I'im menjelaskan.


" kayaknya enak ya im, kalau punya saudara hampir sama usianya" ujar Anis sambil membayangkan.


" ya ada enaknya ya ada enggaknya sich menurutku" jawab I'im.

__ADS_1


" bukannya malah enak kamu ya, adik masih kecil kan lucu terus mintanya gak aneh - aneh" lanjut I'im


" heeeh, lucu darimana, itu anak semenjak masuk SD tahun kemaren udah tambah nakal sama aku, kalau marah suka main fisik nendang - nendang gitu, kan jadi males, meski memang aku sich yang suka mulai. he..he." jawab Anis sambil tertawa.


Sore hari sepulang dari rumah temannya, I'im membantu Bude membuat rujak sayur yang belum pernah I'im cicipi sebelumnya.


" biasanya kalau orang sumatera awal - awal pada gak mau im makan rujak sayur ini, tapi lama - kelamaan pasti ketagihan, kayak pakde sama mbak mu itu" kata Bude.


" lho kenapa bude?" tanya I'im


" ya karena rupa sama baunya itu mungkin agak aneh bagi mereka, tapu kalau udah tau rasanya, pasti bakal nagih" jelas bude


" kalau aku kira - kira bakal ketagihan gak ya bude?" tanya I'im


" kalau lihat kamu sich kayaknya bakal gak mempan dech ni rujaknya bude, tapi kalau Tari apalagi Jannah nanti kalau udah dateng kayaknya pasti ketagihan" jawab bude sambil meirik tubuh I'im yang kurus tak seperti Tari.


"nanti pasti rame disini im, ada kamu, Tari sama Jannah yang bakal kumpul disini" kata bude sambil tersenyum.


" iya bude kami bertiga pasti ngerepotin bude terus nanti" jawab I'im

__ADS_1


" siapa bilang kalian ngerepotin bude, nggak lah, yang ada bude malah seneng, kalian nanti bisa jadi contoh saudara - saudara yang lain, bisa sekolah jauh, bisa banggain orang tua, padahal kalian bertiga cewek semua, tapi gak kalah sama yang namanya laki - laki, meski perempuan tapi gak manja" jelas bude panjang lebar.


I'im hanya tersenyum mendengar penjelasan bude, ia amat bersyukur memiliki keluarga seperti Bude, betapa repot dan sibuknya bude dengan kehadiran kami bertiga, meski yang satu masih dalam perjalanan, semoga sehat selalu Bude, batinnya berdoa.


__ADS_2