Cita Cinta Gadis Desa

Cita Cinta Gadis Desa
Akhirnya Wisuda


__ADS_3

Pukul 4 sore keluarga pak Sumitro tiba di terminal Landung Sari Malang, mereka berencana naik angkot untuk sampai tempat kost milik Tari di daerah belakang kampus, namun Tari baru saja mengabari kalau akan ada teman - temannya yang menjemput naik motor.


Untuk I'im mungkin ini bukanlah yang pertama ia datang ke kota Malang namun bagi keluarganya ini adalah hal yang mungkin tak pernah terbayangkan, selama Tari kuliah disana kedua orang tuanya tak sekalipun sambang atau datang untuk sekedar mengenal kota tempat anaknya belajar, banyak faktor kenapa mereka tak pernah datang.


Kedatangan kali ini saja adalah hal yang luar biasa bagi keluarga besar I'im, terutama pak Sumitro. Beliau merasa ini adalah sebuah kebanggaan yang tak ternilai, meski beliau tau keberhasilan putri pertamanya itu bukan lah sebuah akhir namun sebuah awal untuk membuka pintu gerbang keberhasilan - keberhasilan yang lain.


Sesampainya ditempat kost Tari pak Sumitro dan istrinya, juga I'im dan Jannah beristirahat, sebentar lagi sudah masuk waktu ashar.


" Istirahat dulu ae semua, habis ashar nanti aku sama I'im biar cari makan buat malem" Tari berkata sambil meminta orang tuanya untuk istirahat.


" iya bener, mamak sama bapak istirahat dulu ae disini, kayaknya kok didepan juga suasananya rame banget" I'im yang memang pernah kesana merasa suasananya tidak sama saat dia datang waktu dulu.


" namanya juga besok ada acara wisuda dikampus im, ya pastinya banyak keluarga mahasiswa yang juga datang hari ini kayak kita, makannya jalan didepan jadi makin rame" Tari menjelaskan, semua yang ada disana pun mengangguk membenarkan ucapan Tari.


Malam pun tiba, setelah makan bersama apa yang tadi sudah Tari dan I'im beli mereka kini duduk didepan Televisi sambil menonton.

__ADS_1


" kok disini gak panas kayak di jombang ya Ri?" tiba -tiba bu Lasmi bertanya sambil ngemil jajanan yang dibawanya dari Nganjuk sebagai oleh - oleh dari Bude.


" iya mak, ini malah wes termasuk anget, kalau masuk bulan 7 atau awal masuknya mahasisawa baru lebih parah mak dinginnya, hampir sama kayak dirumah kita di gunung." jawab Tari menjelaskan.


" iyo, ndek sini cuacanya mirip sama di tempat mbah Kulon progo sana lho, nggak panas yo nggak dingin" pak Sumitro ikut menimpali.


" iya pak, tapi kata orang - orang yang asli sini ya katanya sekarang Malang ini panas, mungkin karena sudah banyak pambangunan juga wes jadi kota yang maju" ucap Tari.


" Tapi kalau jalan yang tadi dilewati bis malah tebingnya mirip sama jalan kebon di desa kita, berkelok - kelok bikin perut mual" timpal Jannah


Obrolan malam itu merupakan nostalgia sebuah keluarga dari desa sampai mengantarkan mereka pada istirahat malam untuk menyambut esok yang mereka nantikan.


Hari masih gelap, namun kost dua lantai yang ada dibelakang kampus itu telah ramai oleh para mahasiswi yang mempersiapkan diri. Tak terkecuali Tari, ya dalam satu kost ada 4 orang yang akan wisuda hari ini, mereka sepakat menyewa jasa make up untuk membantu mereka mempersiapkan hari bersejarah kali ini.


" Semua pada cantik- cantik ya kalau sudah dandan gini" bu Lasmi mengomentari Tari dan teman - temannya.

__ADS_1


" iya mak, mungkin karena kita ber 4 memang gak suka dandan jadi ya kelihatan cantik pas di make over" balas Tari.


" kalau gak wisuda kita mungkin gak pernah pake make up bu, kalau gak nunggu nanti kalau jadi manten" timpal teman Tari yang lain.


Jika diatas sibuk dengan para cewek - cewek yang sedang bersiap, dibawah pak Sumitro bertemu dan mengobrol dengan keluarga dari teman - teman Tari yang hari itu juga di wisuda


Pukul 08.00 kampus UIN Malang sudah berjejal kendaraan dan juga penuh dengan orang - orang yang lalu lalang, dengan kepercayaan diri tinggi Tari mengajak jalan kaki keluarganya dari kost menuju gedung tempat wisuda. Mereka jadi tontonan orang - orang yang juga lewat, keluarga dengan seragam yang sama dan satu diantaranya memakai toga, mereka pasti bisa menyimpulkan kalau yang mereka lihat adalah sebuah keluarga yang ikut merayakan kebarhasilan salah satu dari anggotanya, tak beda dari mereka.


Dalam hati bu Lasmi pun ada perasaan bermacam - macam, melihat orang - orang datang membawa kendaraan untuk mengantar putra - putrinya wisuda, sedangkan mereka berjalan kaki, Tari yang di wisuda pun ikut berjalan kaki, Tapi beliau ingat kata - kata putri sulungnya siapa lagi kalau bukan Tari si cuek itu.


" PD aja mak, gak usah malu,kita jalan lho gak nyalahi aturan, juga gak merugikan orang lain, yang bawa mobil itu belum tentu punya sendiri, bisa jadi sewa" itulah yang Tari katakan sebelum mereka berangkat.


Gedung tempat wisuda sudah terlihat, pak Sumitro dan bu Lasmi menuju pintu masuk untuk keluarga wisudawan sambil memberikan undangan yang mereka bawa, sedangkan I'im dan Jannah karena tidak memiliki undangan mereka malah memilih keliling kampus jalan- jalan sambil jajan.


Untuk Tari kini sudah berbaris untuk masuk kedalam gedung sesuai fakultas dan jurusan masing - masing.

__ADS_1


Suasana khidmah berlangsung sepanjang rangkaian acara wisuda hari ini, senyum selalu terukir di wajah Tari selama prosesi wisuda, sebentar lagi namanya akan dipanggil untuk maju kedepan, ketika nama Lestari, S.Pd.I terpanggil bukan Tari yang merasa haru melainkan dua orang yang sedari tadi merasa bersyukur bisa bertemu bisa menjadi salah satu diantara ratusan bahkan ribuan orang yang hadir digedung tersebut dengan acara yang sama yaitu menghadiri wisuda dari anak - anak mereka, ya mereka adalah pak Sumitro dan bu Lasmi yang tanpa sadar meneteskan air mata akan keberhasilan putrinya dalam belajar di kampus yang jauh dari kehidupan mereka di kampung, dalam air mata harunya, pak Sumitro berdoa, semoga Wisuda ini adalah awal pintu keberhasilan bagi putrinya dan juga keluarganya, Semoga keberkahan selalu mengiringi putri - putrinya dalam menuntut ilmu.


__ADS_2