
Setelah berhari - hari waktu berlalu, ternyata dua hari lagi wisuda Tari akan dilaksanakan, sekarang pak Sumitro dan istrinya pun sudah dalam perjalanan, kalau tak ada kendala sore ini mereka akan tiba di Nganjuk yang pasti akan langsung menuju rumah Bude.
I'im sudah pamit ke bu nyai kalau sepulang sekolah nanti ia akan ke rumah budenya dan ikut menjemput mamak dan bapaknya di halte bus, ia sangat ingin bertemu orang tuanya yang sudah beberapa bulan ini tak ditemuinya, hanya suara yang sering ia dengar melalui telepon.
sedangkan dalam perjalanan bu Lasmi sudah seperti orang yang tak sadarkan diri akibat mabuk perjalanan apalagi sudah lama bu Lasmi tak naik bus, iya dalam keluarga ini hanya I'im dan pak Sumitro saja yang tak mabuk kendaraan, yang lainnya sudah dipastikan kalau naik bis ya mabuk, bahkan mobil pribadi pun pasti juga mabuk, meski sudah minum obat anti mabuk, bahkan sampai ke dokter dan minta resep obat sebelum naik bis pun tetap saja tak terobati.
Tari yang hari ini sedang yudisium di fakultasnya tak bisa menjemput orang tuanya, jadi meminta I'im dan Jannah untuk mengurus kedatangan orang tuanya bahkan sampai ke Malang nanti
" suruh istirahat dulu dikamar mamak mu im, nanti bangun - bangun kan lebih nyaman, aku lihate kok lemes banget to mamak mu itu" perintah bude kepada I'im.
" ya mamak sama mbak - mbak kalau naik bis emang gitu kok bude, tapi nanti kalau udah istirahat mendingan kok" jawab I'im.
" ayo mak, istirahat dulu biar besok bisa naik bis lagi ke Malang" ucap I'im
__ADS_1
" lah im, mamak belum bener - bener sembuh mabuknya kamu sudah bilang mau naik bis lagi, rasane perute mual - mual lagi iki" jawab bu Lasmi
" he..he besok naik bisnya gak lama kok mak, makanya sekarang tidur ae atau mau mandi dulu biar seger?" tanya I'im kepada Mamaknya
" iya lah, mamak mau mandi dulu aja terus sholat ashar, nanti tidurnya sekalian habis magrib lah" jawab bu Lasmi.
" ya udah, itu bapak juga baru selesai mandi wes kelihatan seger, aku mau ngubungi mbak dulu kalau mamak udah nyampek" jawab I'im
Pak sumitro menceritakan kalau di Solo tadi beliau nyaris tertabrak sepeda motor ketika mau menyebrang.
" aku sudah hati - hati lho kang wong ya udah minta tolong sama kernet nya bis kok buat nyebrangin, Alhamdulillahnya yang kena itu cuma tas yang tak bawa itu sampai tali nya putus" cerita pak Sumitro kepada Pakde.
" eh lha kok bisa, tapi gak ada yang luka to? hati - hati lho, Solo itu jalan lintas jadi ya kendaraane suka ngebut - ngebut" bukan pakde yang heboh mendengar cerita pak Sumitro melainkan Bude yang mendengar sambil menata makanan diruang tengah.
__ADS_1
begitulah keramaian cerita dan ngobrolnya dua keluarga yang lama tak bersua, sedangkan I'im tak mengetahui cerita dari bapaknya itu, ia sedang menelpon Jannah di belakang rumah bude.
" Mbak, mamak sama bapak sudah sampek tadi ashar, besok ke Jombang dulu pagi, baru lanjut ke Malang" kata I'im begitu telponnya tersambung
" Alhamdulillah kalau udah nyampek, gak papa besok kalau mau ke Jombang dulu, yang penting ke Malangnya jangan sore - sore, ini mbak habis yudisium langsung cari tukang rias yang mau di ajak ke kost " jawab Tari.
" ya udah mbak, kalau gitu mau telpon mbak Jannah dulu, atau mbak mau ngobrol sama mamak atau bapak?" tanya I'im
" besok pagi aja mbak telpon lagi, sekarang biar mamak sama bapak istirahat" jawab Tari.
" ya wes mbak, Assalamualaikum" ucap I'im
" Waalaikumsalam" jawab Tari
__ADS_1