Cita Cinta Gadis Desa

Cita Cinta Gadis Desa
Persiapan Wisuda Tari


__ADS_3

Tak terasa waktu berjalan telah melewati beberapa hari, minggu bahkan bulan, kini sudah memasuki awal bulan oktober, dan baru saja Tari menyelesaikan sidang skripsinya dengan lancar dan jadwalnya akhir bulan nanti akan melaksanakan wisuda.


Begitupun dengan Jannah yang sudah memulai kuliahnya beberapa minggu yang lalu, ia tinggal di asrama yang disediakan oleh kampus, ia sudah memiliki banyak teman karena memang selain ia anaknya supel ini juga bukan pertama kalinya ia tinggal jauh dari orang tua dan keluarga, jadi ia sudah berpengalaman hingga mudah memiliki teman.


Sedangkan I'im kini tengah disibukkan dengan ujian tengah semester yang lumayan menguras otak, apalagi di pondok juga kegiatan di madrasah diniyahnya tengah aktif, ia terkadang harus berpikir extra, belajar tentang materi sekolah juga menghapal beberapa hapalan kitab di pondok, tapi itulah nikmatnya belajar dipondok yang juga bersamaan belajar sekolah. kadang tak akan ada waktu untuk memikirkan hal - hal lain seperti merawat wajah dengan beberapa macam produk atau sekedar bercanda he ha he he dengan teman sekamar.


hal itu juga yang mengalihkan perhatiannya dari yang namanya cowok dan pacaran. meski di sekolah sering kali ia mendengar cerita teman - temannya ada yang cinlok dari awal orientasi yang akhirnya kini berpacaran, ada yang sok caper dengan kakak - kakak kelas yang most wanted


dan yang pasti lagi sangat sibuk ya pasti si Tari, mendekati hari wisuda yang di impikannya membuat dia sibuk mengurus revisi, menghubungi studio cetak skripsi, memesan baju keluarga yang akan dipakai saat wisuda, belum lagi kegiatan organisasi yang full, tapi ia tetap enjoy dengan semua kesibukan itu, baginya dengan lulusnya ia berarti bebannya berkurang sebagai kakak. sebab kuliah yang baik itu ya yang lulus dan wisuda, itu akan menjadi contoh untuk adik - adiknya yang kini ingin mengikuti jejaknya.


Orang tua mereka pun tak kalah sibuk, namun ada kelegaan luar biasa yang mereka rasakan, bukan masalah Tari bisa lulus dan wisuda dari kuliahnya, karena mereka yakin anaknya Tari adalah orang yang bertanggung jawab akan pendidikan ya, melainkan masalah biaya, pak Sumitro pernah mendengar kabar dari beberapa orang yang katanya kalau anak kuliah itu biaya yang paling besar adalah ketika wisuda bisa menghabiskan berjuta - juta, namun Alhamdulillah ternyata kabar itu tak sama dengan kabar yang diterimanya dari anak sulungnya Tari.

__ADS_1


Tari mengabarkan kalau biaya wisudanya hanya 600 ribu, nyetak skripsi juga tak habis banyak, pun memesan baju keluarga juga tak terlalu membutuhkan biaya, kalau dihitung - hitung bahkan ditambah ongkos untuk ia dan istrinya pergi ke jawa pun masih bisa dijangkau dengan hasil musim panen kopi tahun ini, pak Sumitro dan bu Lasmi sangat bersyukur akan hal itu


kesibukan persiapan wisuda ini menjadi kesibukan bersama bagi keluarga besar pak sumitro, bagi I'im wisuda kakaknya itu adalah angin segar untuknya sebab ia pasti akan ikut ke Malang dan sejenak istirahat dari pelajaran yang menguras otak juga sedikit melelahkan.


Sepulang sekolah siang ini, I'im diberi kabar dari Umi kalau mbaknya yang di Jombang ingin telepon dengannya, jadi setelah berganti pakaian ia pun meminjam ponsel mbak Umi untuk menelpon kakak keduanya itu.


" Halloo assalamualaikum" ucap I'im mengawali percakapan jarak jauh itu.


jawab Jannah sambil bertanya, karena ia tak bisa membedakan suara adiknya atau bukan saat ditelpon.


" iya mbak, kata mbak Umi tadi mbak nyari aku?" tanya I'im.

__ADS_1


" owh iya, mau nyampein pesen mbak Tari, katanya besok mau ke Nganjuk, mau ke pondok ambil pesenan baju sama bu nyai, jadi kamu disuruh nanyain ke bu nyai pesenannya udah jadi apa belum, mbak Tari mau telepon ibu nyai langsung tapi gak aktif". Jannah menjelaskan alasan kenapa ia menelpon I'im.


" owh iya, nanti tak tanyakan ke bu nyai, besok mbak Tari kesini sama mbak juga?"


tanya I'im


" nggak lah, aku lagi full kegiatan asrama ini, kalau besok izin terus nanti wisuda mbak Tari juga izin gak enak sama yang lain" jawab Jannah.


" owh ya dech, kalau gitu bilangin sama mbak Tari besok kalau kesini bawa buah sama jajan ya, besok jadwalnya aku puasa senin soale" minta I'im


" halaaah kamu itu yang dipikir ya cuma makanan, tapi badan gak ada gemuk - gemuknya" jawab Jannah.

__ADS_1


Hingga tak lama kemudian obrolan jarah jauh kakak beradik itupun berakhir, berlanjut dengan kegiatan masing - masing


__ADS_2