Cita Cinta Gadis Desa

Cita Cinta Gadis Desa
Apa tidak Lelah


__ADS_3

Sore ini masih di kota Malang, I'im mengikuti semua aktifitas kakaknya Tari, setelah istirahat sejenak Tari sudah harus musywarah dengan teman - temannya untuk kegiatan buka bersama dan pembacaan Alqur'an bersama malam nanti.


Lalu mempersiapkan makanan untuk buka bersama tersebut dengan memasak, untung bahannya sudah ada yang beli pagi tadi.


" im, mau ikut mbak kedepan gak?, mau masak juga mau ngasih ganti uang yang udah buat belanja tadi sama temen mbak" Tanya Tari mengajak adiknya.


" ikut mbak, lagian di kost sendirian ngapain" jawab Tari.


" ya udah ayo"


Tari mengajak adiknya yang malah pergi ke kamar mandi.


" bentar mau cuci muka, mau pakek bedak juga" jawab I'im


melihat hal itu Tari hanya senyum sambil geleng kepala, ia akui adiknya itu memang selalu memperhatikan penampilan, meski hanya bedak tabur dan lipblam untuk melembabkan bibir tapi adiknya itu selalu siap. Tidak seperti dirinya yang cuek sama penampilan, yang penting nyaman n gak menyalahi aturan baginya itu sudah cukup. Tampil apa adanya malah terkadang bisa membuatnya tahu sifat orang - orang disekelilingnya.


"ayo mbak, udah siap" kata I'im tapi malah berhenti dan tidak jadi melangkah.


" mbak mau gitu aja?" imbuhnya.

__ADS_1


" iya lah, mau gimana lagi" jawab Tari.


I'im kembali melihat pakaian yang dikenakan kakak sulungnya itu, pakek kaos luarnya jaket organisasi pakek rok panjang jenis salsa, dengan kerudung segi empat tanpa bross atau apapun.


" udah, nanti ae kalau sudah habis masak mbak mandi terus dandan, sekarang sudah sore, bisa - bisa mbak diomeli sama temen - temen" ujar Tari lantas melangkah menuju tangga.


di akhir perkuliahannya di kota ini Tari memang memilih tinggal di kost daripada di Asrama kampus, dia yang memang orangnya aktif dalam berbagai kegiatan organisasi merasa lebih nyaman di kost daripada di asrama yang memiliki jadwal penuh juga


Namun meski tinggal di kost bukan berarti dia hidup bebas semau sendiri, apalagi didepan kostnya adalah gedung tempat para pengurus organisasinya tinggal yang juga ikut mengawasi para anggotanya.


Tidak jauh berjalan mereka berdua sudah sampai digedung tempat diadakannya kegiatan nanti malam.


" he..he istirahat dulu tadi sampek kost, kasihan adek baru pertama kali naik kereta juga mestinya capek" jawab Tari.


" kenalin im, ini Siska temane mbak, kamu boleh panggil mbak siska" Tari memperkenalkan temannya itu kepada I'im.


" oalaaah, ini to adikmu yang bungsu yang sering kamu ceritakan itu? " Siska malah bertanya sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan I'im


" aku Siska, temane mbak mu, jangan malu - malu". ucap Siska menjabat tangan I'im, ia berucap seperti itu karena melihat adik temannya itu hanya senyum - senyum saja.

__ADS_1


" aku Fatimah mbak, tapi panggil I'im aja" jawab I'im


" ini adiknya Tari, waah kok beda ya?". ucap salah seorang teman Tari dan Siska yang ada disana.


" apanya yang beda?" Tari menyahut.


" ya pokoknya beda lah, kayaknya dulu kamu jadi bahan percobaan dech, apa mungkin orang tuamu belum pengalaman waktu bikin kamu Tar" seloroh teman Tari yang bertanya tadi.


" aneh - aneh aja kamu ini, meskipun beda tapi kami mirip kan, yang beda juga cuma panjang hidungnya"


" ha..ha..ha" semua yang mendengar pembelaan Tari malah ketawa.


Dari bentuk wajah Tari dan I'im memang tidak memiliki kemiripan sebagai saudara kandung, hanya alis mata yang sama - sama tebal dan bentuk bibir yang tipis dari keduanya itulah yang sama, namun I'im hidungnya lebih mancung, garis wajahnya lebih panjang sehingga banyak yang mengatakan dia mirip orang arab atau orang india.


Tak terasa waktu buka hampir tiba, I'im dan Tari kembali ke gedung tempat acara buka bersama dilanjutkan dengan sholat tarawih berjamaah dan ditutup dengan khotmil Qur'an yang pembacaanya di bagi per juz untuk peserta yang hadir. Hingga pukul 22.00 acara itu selesai dan ucapan selamat berlibur kepada semua anggota karena memang kampus mulai hari senin sudah libur aktiftas belajarnya. akhirnya mereka semua kembali ke tempat tinggal masing - masing untuk beristirahat.


Paginya Tari mengajak I'im berbelanja di supermarket terdekat, dia tak mengajak adiknya itu ke mall, ia beralasan puasa - puasa ke mall gak bisa makan - makan katanya. Ia menjanjikan lain waktu untuk mengajak adiknya itu jalan - jalan keliling kota Malang.


Tak terasa sudah 2 hari I'im ada di Malang, besok pagi ia harus kembali ke Nganjuk karena lebaran sudah dekat, ia mengemas barang bawaan dan belanjanya kemarin. Semua yang dibutuhkan waktu lebaran sudah ia beli bersama kakaknya, seperti baju baru, sandal baru bagitupun dengan kakaknya, yang malam ini pamit tidur cepat biar besok bisa bangun sahur dan bersiap - siap pulang ke Nganjuk.

__ADS_1


sambil menata barang - barangnya ia melihat kakaknya yang sudah tertidur itu, betapa sibuknya kegiatan yang diikuti kakaknya itu, apa ia tidak lelah, baru dua hari mengikuti saja I'im merasa sudah capek, apalagi kakaknya yang sudah bertahun - tahun disana.


__ADS_2