Cita Cinta Gadis Desa

Cita Cinta Gadis Desa
Malang


__ADS_3

Pagi ini kedua gadis yang memakai kerudung dengan warna sama hijau botol atau hijau apalah itu, siapa lagi kalau bukan I'im dan kakaknya Tari, mereka menunggu bentor alias becak montor yang akan mengantarkan mereka menuju stasiun. Mereka naik becak karena tak bisa minta tolong pengurus untuk mengantar, sebab ada kegiatan ro'an atau kerja bakti di pondok.


" mbak Tari mau ke Malang hari ini?" tiba - tiba ada kang pondok datang mengahampiri didekat jalan dan bertanya.


" iya kang rahman, nanti malam saya ada kegiatan soalnya" jawab Tari akan pertanyaan kang santri tersebut, iya yang datang menghampiri mereka adalah kang Rahman si pengurus pondok, memang Tari dan kang Rahman kenal dengan kakaknya I'im tersebut sudah lumayan lama, mereka satu angkatan ketika dipondok dulu. Bahkan becak montor yang ditunggu itu pun kang Rahman yang pesankan tadi pagi.


" sampean agak mendadak tadi pagi kirim pesannya jadi bang bentornya sudah nganter orang dulu, tunggu sebentar lagi kayaknya nyampek"


ujar kang Rahman.


" sebenernya rencana gak mau naik bentor kang, mau minta anter mbak pengurus, lupa kalau mereka ada kegiatan kerja bakti pagi ini" Tari menjelaskan, sedangkan I'im dari tadi hanya diam sambil memainkan hp kakaknya tanpa ikut nimbrung obrolan kakaknya.


" woooy kang Rahman, malah ngobrol, itu santri yang sebelah sana diawasin juga bantuin" teriak salah seorang kang pondok kalau tak salah bernama Ali. Ia melihat temannya itu malah ngobrol dipinggir jalan apalagi dengan mbak pondok.


" itu kang sampean dipanggil, cepetan kesana, makasih ya udah dipesenkan becak, itu becaknya juga sudah nyampek" ucap tari sambil menyuruh kang Rahman untuk kembali melakukan kerja bakti.


" iya mbak, hati - hati dijalan, salam ya sama itu adiknya dari tadi kok diam aja" ucap kang Rahman sambil nunjuk I'im yang ada disebelah Tari. Lalu ia beranjak pergi kembali membersihkan halaman pondok yang berada di dekat Masjid.


"gak usah aneh - aneh dech kang"


jawab Tari, juga tepat dengan datangnya becak yang dipesan.


" mbak yang pesan becak mau ke stasiun kan?" tanya tukang becaknya.


" iya pak, berdua ini" jawab Tari dan mengajak I'im naik ke becak tersebut.


Setelah manaiki becak dan berjalan santai I'im menanyakan hal yang dari tadi mengganggunya.

__ADS_1


" mbak kenal akrab sama kang Rahman sampek minta tolong mendadak aja mau?" tanya I'im.


" kang Rahman itu dulu satu kelas sama Mbak waktu di madrasah, terus orangnya termasuk pinter meskipun agak ceplos - ceplos gitu, Makanya gak heran kalau sekarang dia udah jadi pengurus inti di pondok, udah hampir 4 tahun lah setelah mbak kuliah sebenernya jarang komunikasi, tapi waktu tau dia jadi pengurus, mbak langsung minta nomernya ke mbak Nita"


jawab Tari panjang lebar.


Tak terasa waktu sudah pukul 08.00 dan I'im juga Tari sudah duduk di kursi kereta dengan no gerbong 3, ini pengalaman pertama I'im naik kereta.


" mbak, Malang jauh ya kok hampir 5 jam perjalanannya? I' im bertanya sambil melihat tiket ditangannya.


" sebenernya malang itu dari sini malah deket kalau kita naik bis, cuma 2 jam. Tapi karena kita naik kereta jadi ya muter rutenya makanya jadi 5 jam" jawab Tari menjelaskan.


Terlihat I'im hanya membulatkan bibirnya tanda ia mengerti.


" tapi tenang aja, naik kereta itu enak, tidur juga bisa nyenyak" imbuh Tari.


Dan kedua gadis itu tak terasa tertidur saling bersandarkan bahu kepala. karena mereka berpuasa jadi tak membeli makan atau minum yang di jajakan penjual di dalam gerbong tersebut.


Tepat pukul 12.50 kereta melambat dan ada bunyi pemberitahuan dari stasiun kalau kereta sudah tiba di stasiun kota Malang.


" Ayo turun im, ajak Tari sambil menggandeng adiknya" ia sudah terbangun sejak tadi sebelum kereta berhenti. I'im hanya ngikut kakaknya itu apalagi deretan panjang penumpang yang mau turun harus antri.


" Wah mbak, kotanya rame ya, banyak mahasiswa kayakanya" seru I'im dari dalam angkot ketika melewati jalan raya.


" iya memang, tapi sebentar lagi kalau udah mau lebaran sepi im, bahkan kamu bisa main bola dijalanan" jawab Tari


" kampusnya mbak masih jauh gak? kita lewat gak?"

__ADS_1


tanya I'im antusias setelah melihat banyak gedung disisi kanan kiri jalan.


" lha kita nanti turunnya juga di kampus, baru jalan kaki dari kampus ke tempat kosannya mbak." jawab Tari.


I'im hanya menganggukkan kepala, mau bertanya lagi malu dengan beberapa penumpang didalam angkot yang dari tadi terkadang melirik atau tersenyum mendengar pertanyaanya.


" itu sebelah kanan mall yang terkenal di malang, juga sebelahnya itu gerbang masuk universitas negeri kota ini" Tari mengetahui adiknya malu bukan diam malah menjadi dengan menjelaskan gedung - gedung yang mereka lewati. Menurutnya tidak ada salahnya orang yang baru datang ke kota ini lalu ingin tahu banyak, jangan seperti dia yang pengalaman pertama di kota ini tersesat karena tidak tanya saat di angkot, untung pak sopirnya baik mau mengantarkannya kembali ke tempat tujuan.


Sesampainya di kampus yang dituju I'im dan mbaknya turun dari angkutan, kampus itu juga termasuk kampus negeri di kota ini.


" wah mbak, bagus juga kampusnya" I'im mengomentari tempat kuliah mbaknya.


" nanti kalau kamu udah lulus MA kuliah disini aja, katamu bagus" jawab Tari sambil berjalan kaki menuju gerbang belakang, karena memang tempat tinggalnya ada di area belakang kampus.


" ndak ah, aku gak suka sama tempat yang udah ada mbak - mbak ku disana" sambil menggeleng gelengkan kepala I'im menjawab


" lho kenapa?" tanya Tari


" nanti pasti owh ini adiknya Tari yang bla bla bla, atau owh ini adiknya jannah yang ini itu" jawab I'im sambil mengerucutkan bibirnya.


" ha..ha..ha.. ya gitu derita jadi si bungsu" Tari malah menertawakan adiknya itu, dan tak terasa mereka jalan kaki sudah jauh.


" rumah cat coklat yang lantai dua itu kosnya mbak, yang bawahnya tempat laundry" tunjuk Tari pada adiknya.


"owh deket ya mbak sama kampus, pantes mbak milih jalan kaki". kata I'im.


" kalau ndak jalan kaki apa mau merangkak?, wong naik motor gak bisa" ujar Tari sambil ketawa.

__ADS_1


Setelah tiba mereka sholat Dzuhur dan istirahat sebelum Tari harus mempersiapkan kegiatannya nanti malam.


__ADS_2