CRAZIEY

CRAZIEY
Bab 13


__ADS_3

Di dalam mobil keadaan hening, Adrian sibuk menyetir dan Larissa melamun menatap luar kaca mobil, entah apa yang ada di dalam pikirannya hanya gadis itu yang tahu. Sejak tadi Larissa tidak melepaskan tangan Adrian, akibatnya Adrian dengan amat terpaksa menyetir hanya dengan satu tangan, untungnya ia handal dalam hal ini.


"Kalau dipikir-pikir gue murahan banget yah?" gumam Larissa tiba-tiba.


"Demi duit sampai jual diri ke kalian." Gadis itu menatap Adrian lekat-lekat. "Gue mau bebas kalian semua, dari lo, Eric, dan Jackson." Larissa melepaskan genggamannya dari jemari Adrian.


"Berhenti disini aja."


Adrian menghentikan mobilnya.


Larissa segera turun, tidak lupa la mengucapkan terima kasih. "Sampai jumpa besok di Sekolah." Ia melambaikan tangan pada Adrian yang duduk di kursi pengemudi dan Adrian dengan tindakan yang tidak terduga mencekal lengan gadis itu.


"A-apa?" Tanya Larissa sedikit gagap, kenapa tiba-tiba dia seperti ini.


Adrian menarik kepala Larissa, sedetik selanjutnya bibir mereka saling bertemu.


Larissa mengerjapkan matanya berkali-kali lalu dengan sisa kesadaran yang terdapat padanya ia menarik kepalanya dengan cepat.


Nafas gadis itu memburu. "Lo!" la menatap Adrian dengan nyalang.


Adrian tersenyum miring, dia mengigit bibirnya. "Terima Kasih." Pria itu memutar arah dan berlalu pergi.


"Adrian bangsat!" Larissa melempar sepatunya, gadis itu terlalu emosional. "Argh! Sialan! Kecolongan!"


Gadis itu mencak-mencak seperti orang gila.


Sebulan berlalu, tiba lah saatnya peperangan antara Larissa dan Eric.


Eric sangat salah karena sudah menantang Larissa, salah besar. Mungkin tubuh Larissa terkenal dengan kebodohannya tapi jiwa yang menetap di tubuh ini bukanlah orang bodoh. Dia memang berasal dari keluarga miskin namun kemiskinan tidak mencegahnya untuk belajar, ia belajar lebih keras dari siapapun bahkan sampai mimisan dan gagal ginjal hanya untuk belajar.


Ujian akan diselenggarakan selama satu minggu, Larissa sudah siap bertempur meksipun tanpa belajar.


"Bagaimana? Masih ingin melanjutkan taruhan kita?" Eric bertanya padanya tepat di pengumuman juara di setiap kelas.


Larissa tersenyum. "Aku akan menang Eric dan ingat untuk menepati janji mu."


"Baiklah." Eric mengeluarkan sesuatu dari tasnya. "Siap-siap aja pakai ini."


Wajah gadis itu berubah dingin. "Lo aja yang pakai sana!" Eric memiliki hobi yang aneh, untuk apa dia membawa kalung dan tali yang khusus untuk anjing.


"Engga mau! Pokoknya kalau kalah lo harus pakal ini kemana-mana." Dia menyeringai.


"Jadi peliharaan gue seperti sebelumnya" Sepertinya ia belum mengenal Eric dengan baik.


Sialan, seandainya ia bisa melihat ingatan Larissa sebelum ia masuk ke Dunia ini.


Sekarang Larissa menyesal karena pernah percaya pada Eric. "Ogah! Lebih baik jadiin gue pacar lo deh!" Larissa plin-plan sekali, kemarin dia ingin Eric menjauh dan sekarang ia ingin menjadi pacar Eric kembali.


Gadis itu benar-benar tidak jelas.


Eric memasang raut wajah jijik. "Engga." Dia tidak akan pernah mau.


"Baiklah anak-anak hari ini bapak akan umumkan juara-juara umum dari setiap kelas."


Larissa dan Eric segera menghentikan perdebatan mereka. Cukup menunggu giliran kelas 11 karena sebelum itu wakil kepala sekolah akan mengumumkan juara dari kelas 10. Larissa berkeringat dingin selama menunggu ia cukup percaya diri dengan kemampuannya namun mengingat kecerobohannya yang tidak mengetahui kemampuan sebenarnya dari seorang Eric entah kenapa ia jadi gugup.

__ADS_1


"Baiklah kita akan umumkan juara 1 Umum untuk kelas 11." Wakil kepala sekolah menggantung kalimat nya. "Hm jujur saja bapak tidak akan menyangka dia yang akan menjadi juara 1 Umum tahun ini."


Kerumunan langsung heboh, beberapa oang melihat Eric secara terang-terangan.


"Bukankah itu artinyabukuan Eric juaranya?"


"Bukan Eric? Siapa yang lebih pintar dari Eric? Tidak ada!"


"Gue jadi penasaran."


"Juara 1 Umum untuk kelas 11 Tahun ini Jatuh kepada..."


Larissa memejamkan matanya, memohon pada apapun itu.


Eric tetap memasang wajah tenang, ia sekali tidak merasa terganggu.


"Adrian Alexander Keyshawn!"


"Apa?!" Seru Eric dan Larissa secara bersamaan.


Hening sejenak sebelum akhirnya ratusan jeritan dan tepuk tangan terdengar dari segala penjuru.


"OH MY GOD! MY ADRIAN! Adrian JADI JUARA 1 UMUM?!" suara Kaitlyn terdengar riuh.


Larissa menggigit bibirnya, ia menatap Adrian yang naik ke atas podium dengan senyuman kemenangan.


"Sialan," ketus kedua orang itu.


Eric dan Larissa saling tatap. "Sepertinya kita sama sama kalah," kata Eric


Ya Larissa mengangguk setuju.


"Baiklah Adrian, ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan?" Wakil Kepala Sekolah kembali bersuara.


"Bapak tidak menyangka kamu akan berada di posisi ini, ayo ucapkan beberapa kata."


Di kepala Adrian terdapat sebuah mahkota, di dada ada selempang berwarna hitam dengan tulisan namanya dan di pelukannya ada sebuah buket bunga mawar yang berwarna merah muda.


Adrian mencari seseorang diantara banyaknya kerumunan, seseorang yang membuatnya menjadi termotivasi untuk mendapatkan sesuatu yang menurutnya merepotkan. Sehingga matanya menuju kepada Larissa dia sedang berbicara dengan Eric, terlihat bahagia sangking bahagianya membuat dada Adrian panas.


"Larissa" Adrian memanggilnya


Larissa berhenti tertawa, gadis itu merasakan banyak tatapan dari sekitarnya.


Adrian gila! Gue mohon tolong jangan ngomong aneh-aneh! Gadis itu membatin.


Semua orang menunggu kata-kata Adrian selanjutnya dengan gugup, rasanya seperti mendengar kabar lulusan khusus kelas 12 kemarin.


Namun seorang Adrian Alexander Keyshawn tidak melanjutkan kata-katanya, ia turun dari podium dan itu menjadi tanda tanya besar memenuhi kepala semua orang


"Larissa sialan!" Kaitlyn datang tanpa dipanggil, dia mendekati Larissa dengan ketiga temannya.


"Apa?" tanya Larissa menantang, dia berdiri diam di tempatnya.


"Lo!? Lo?! Benar-benar! Ih!!!!!" Gadis itu mencak-mencak sendiri.

__ADS_1


"Lah? Kenapa Kait, mau minum? Elvina memberikan botol minum nya pada Kaitlyn.


"Haura! Nadra! Pegangin kawan lo sebelum gue gigit!"


Haura dan Nadra langsung menarik tangan Elvina.


"Nih makan dan duduk disini." Haura memberikan permen lolipop kepada Elvina dan mendudukkan gadis itu di tempat terdekat.


"Wah makasih Haura." Dengan senang hati Elvina menerimanya.


Larissa menatap Elvina dengan pandangan kasihan.


"Sebaiknya kata-kata lo dijaga, engga mau kan teman lo yang polos itu ternodai." Larissa tertawa geli


Kaitlyn mendekati Larissa ia menatap rendah gadis itu. "Lo, lupa dengan peringatan terakhir gue yah?"


Larissa membalas tatapannya berani. "Iya nih, gue agak amnesia."


"Lo ingat ini baik-baik, sebelum terjadi sesuatu yang buruk, jauhi Adrian!"


"Udah kok, lo belum dengar kita udah putus?"


"Kalau memang kalian sudah putus?! Kenapa dia manggil lo tadi!" Seru Kaitlyn, sinar matanya dipenuhi rasa sakit dan cemburu.


"Butuh 2 Tahun untuk gue narik perhatian Adrian, butuh 1 Tahun untuk gue jadi pacar dia! Butuh usaha yang keras untuk mendapatkan dia! Lo itu cuma kenal dia sebulan tapi kenapa? Lo bisa menarik perhatian dia sampai sebesar ini?!"


Larissa tertegun, dia kehilangan kata-kata


"Lo tahu? Gue diam aja waktu Noah bilang lo yang ngasut dia untuk dekatin gue, karena gue pikir yah itu masa lalu jadi untuk apa lagi di angkat." Kaitlyn terlihat lemah, tokoh utama wanita yang disukai semua teman-temannya ini terlihat lemah.


Dia terlihat lemah.


Dan entah kenapa Larissa suka melihatnya.


Gadis itu menutup mulutnya, berusaha menahan kesenangannya.


"Sialan, lo benar-benar engga punya hati" Kaitlyn berujar dingin.


"Eh? Engga? Gue cuma..." Larissa tertawa kecil.


Kaitlyn langsung menampar pipi Larissa dengan keras.


Haura dan Nadra langsung terkejut.


...****************...


...STOPPPPP!...


...HAHAHAHHAHA SEE U SEMUA DI NEXT EPISODE YA...


...GAK LAMA KOK AKU UPDATENYA......


...PADA MAU PERCAYA AJA KALIAN HEHHH...


...JANGAN NGAMUK YA NANTI CEPAT JADI KAKEK NENEK WKWK...

__ADS_1


...SARANGBEYOOOO SEMUAAA ❤️...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2