CRAZIEY

CRAZIEY
Bab 08


__ADS_3

Eric menatap kerumunan anak orang kaya itu dengan pandangan datar, cowok dengan wajah cantik dan aura berandalan itu sedang duduk di atas mobil sport berwarna hitam miliknya sembari menikmati sekaleng bir.


Arena balapan adalah tempat yang menyenangkan untuk mencari uang, kesenangan, teman, dan kehidupan bebas yang menyenangkan.


Sebagai seorang pria yang sudah lahir dari keluarga berada, Eric selalu menganggap semua hal adalah perkara yang membosankan. Dia hehat dalam segala hal dan mampu mempelajari hal baru dengan cepat, ia di didik dengan cukup keras meksipun ia anak laki-laki terakhir dalam keluarga tersebut. Kedua orang tuanya tidak pernahnmemanjakannya seperti anak anak orang kaya yang lain.


"Muka lo datar banget, mirip dada mantan gue."


Eric mendengus dingin. "Kayak lo pernah pegang aja."


"Pernah dong, asal lo tahu semua mantan gue itu pernah gue cobain." Pria yang sedang berbicara dengan Eric itu tersenyum mesum.


"Cewek lo mana? Sendiri mulu?"


"Hilang." jawab Eric asal.


"Diambil orang?"


"Nah tuh tahu," jawab Eric asal.


Dia tertawa. "Dibandingkan Noah lo mah kalah, tapi selera Noah rendahan banget yah."


Eric mengangguk setuju.


"Tuh cewek yang lo bilang rendahan." Ia menunjuk Larissa yang baru turun dari gojek online dengan pakaian serba hitamnya.


"Ternyata begini tempat tongkrongan kesukaan Eric." Larissa menyeringai.


"Gimana gue engga malu-maluin kan?" Dia menaik-turunkan alisnya, mengejek Eric.


"Waddaapakkk? Lo cewek cupu kemarin?"


Larissa mengerut kesal, ia menyibakkan rambutnya. "Iya, kenapa? Pangling lo?"


Gadis itu menatap laki-laki yang tidak terlalu tampan itu dengan penuh selidik. "Lo siapanya Eric?"


Eric menyeringai. "Pacar gue."


Dihhhh? seru Larissa dan laki laki itu.


“Bukan njrittt gue Sebastian, teman dia, bukan pacar dia! Gue masih normal!" seru Sebastian, tidak terima dikatai Homo.


Larissa melangkah mundur. "Jadi setelah putus sama gue, lo belok?" Dia menatap Eric tidak percaya.


“Iya di mimpi,” jawab Eric dengan senyuman manisnya.


Ingin sekali Larissa lempar wajah itu dengan sepatu hak tingginya. "Ada taruhan gak disini?" tanya Larissa pada Sebastian.


"Ada, lo mau join?" Sebastian menyeringai. "Kalau kalah bayarannya lumayan mahal." Dia mendekati Larissa, berdiri di samping gadis itu.


"Oh, apa bayarannya?" tanya Larissa.


Sebastian sedikit merunduk untuk berbisik di telinga Larissa. "Lo"


"Oke!" Larissa tertawa lepas. "Siapa yang tanding malam ini?"


Sebastian kira ia takut? Tentu saja tidak.


Eric melempar kaleng bir nya hingga masuk sempurna ke dalam tong sampah. "Devano dan Noah "


Larissa terkekeh pelan. "Berapa taruhan tertinggi?"


"10, di pihak Devano."


Larissa manggut-manggut. "20 untuk Noah."

__ADS_1


Perkataan Larissa menarik perhatian semua orang yang ada disana, termasuklah Noah yang tentunya juga ada disini.


Eric tertawa geli. "Kalau bangkrut jangan minta uang ke gue ya."


"Dih pelit loh, gue pinjam lo dulu."


Eric melotot ngeri. "Kok duit gue?"


"Yah gue cuma bawa 500 ke sini, kan ada lo." Larissa menyenggol lengan Eric dengan genit.


Sebastian memberikan kertas taruhan pada Larissa. "Cuma lo satu-satunya yang dukung tuh anak cupu."


Cupu?! Astaagaaa kalian tidak tahu sebenarnya Noah itu siapa, untung dia seseorang yang sudah membaca novel itu jadi ia tahu tentang segalanya.


"Oke Thanks"


Sebastian menatap Eric yang hanya diam, menatap Larissa seperti Orang gila. "Yakin?"


Eric mengacak-acak rambutnya. "Terserah, kalau kalah lo gue jual ke sugar daddy"


"Kalau gue menang gimana?"


"Gue antar pulang."


"Dih gitu doang."


Sejak perasaannya diketahui semua orang tatapan bersahabat berubah menjadi menjijikkan. Perasaan yang ia pendam sejak lama ditertawakan semua orang dan dijadikan bahan gosipan yang menyenangkan bagi mereka. Dulu ia selalu dipuja-puja dan sekarang kemanapun ia pergi cemohan serta caci maki selalu mengikuti.


Dan semua itu berasal dari dia.


Noah, cowok brengsek yang mempermainkan perasaan gadis kesukaannya.


"Lo kalah, siap-siap aja kita hajar." Bahkan Devano, seseorang yang ia kira dekat dengannya juga meninggalkannya.


"Azeeek ada yang taruhan atas nama lo." Sebastian datang dengan berita yang cukup. membuat Noah terkejut.


Orang bodoh mana yang mau membelanya.


"Siapa?" Noah bertanya dingin, ia membuang puntung rokok yang baru ia nyalakan.


"Selingkuhan lo." Sebastian memberikan daftar orang-orang yang mengikuti taruhan.


Diantara 50 nama yang memilih Devano ada satu orang yang memilih Noah.


Larissa.


Noah membulatkan matanya terkejut, bukankah gadis ini terkenal sebagai benalu yang hidup darimana ia mendapatkan uang sebanyak itu, tapi melihat nama Eric dengan tulisan kecil di samping nama gadis itu Noah langsung memasang wajah datar.


Ternyata ia taruhan menggunakan uang mantan nya.


"Noah semangat!"


Seruan itu menarik perhatian semua orang.


Larissa melambaikan tangan dengan ceria, Eric di sampingnya hanya diam memperhatikan seperti pengawal gadis itu.


"Aku tahu kamu bisa! Semangat! Jangan sampai kalah sama Devantottt!"


Noah terpelongoh di tempat lalu sedetik kemudian ia tertawa terbahak-bahak


Devano mengepalkan kedua tangannya dengan kesal. "Nama gue Devano bukan Devantottt!"


Larissa memasang wajah polos andalannya. "Oh iya? Gue engga peduli."


"Awas aja lo! Kalau gue menang habis lo di tangan gue!" Devano tersenyum menyeramkan.

__ADS_1


Larissa berkacak pinggang. "Hah? Emang gue takut sama lo? Lo harus mati sekali dulu untuk menang lawan gue!" Seperti dirinya.


Noah menatap Larissa lekat lekat.


Merasa diperhatikan Larissa mendekat dengan Eric dan bersembunyi di balik punggungnya, cara Noah menatapnya sedikit menyebalkan.


"Kalau gue menang lo mau ngasih apa?"


Eh?


Noah tiba-tiba datang dan berdiri di hadapan Eric dengan senyuman yang manis.


Larissa mengerjapkan matanya lucu. "Hm, 5% dari hasil taruhan gue kasih lo."


Pria itu tertawa kecil, ia mengambil telapak tangan Larissa yang nangkring di bahu Eric.


Eric mengernyit jijik


"Baiklah." Dia mengecup punggung tangan Larissa.


Wajah gadis itu langsung meledak!


Noah tersenyum miring dan pergi menuju mobil miliknya, dia sangat puas melihat wajah cemburu seorang Noah.


"Pelecehan!" Larissa menggembungkan pipinya.


Eric menggelengkan kepalanya tidak habis pikir. "Cowok satu sekolah lo godain semua." Gadis ini benar-benar.


"Dih kapan gue godain?" Padahal ia diam


"Dengan tingkah lo sekarang makin banyak cowok yang tertarik sama lo, asal lo tahu rata-rata cowok di sekolah kita itu rada gila."


"Termasuk lo dong?"


Eric terdiam. "ya tapi gue engga bego untuk jatuh dalam pesona murahan lo." Dia tertawa mengejek.


Larissa langsung menginjak kaki Eric dengan sepatu hak tingginya.


"Anjing!" Sembur Eric.


"Eric bego!" Larissa mengibaskan rambutnya tanpa memperdulikan Eric yang kesakitan ia segera menjauhi pria itu.


Namun Larissa merasakan sebuah tatapan dari jauh.


Gadis itu berbalik arah dan merasakan tatapan itu dari pria yang berdiri diantara Noah serta teman-temannya.


Larissa merinding di tempat dan ketika pria itu membuka kupluk Hoodie nya


Lutut gadis itu langsung lemas.


"Kamu?" gumamnya.


...****************...


...HAYOOOOOO COBA TEBAK SIAPA ITUU?...


...MAAF YA KALAU ADA SEBARANG KESALAHAN....


...KALIAN JANGAN SAMPAI PUSING MIKIRIN SEMUA NAMA YANG ADA DALAM KARYA INI....


...SANS AJA PADAHAL AKU JUGA SERING LUPA NAMA MEREKA SAMPAI NGEBUAT NOTE SUPAYA INGAT....


...APAPUN MAKASIHH KARENA UDAH MAMPIRR...


...SARANGBEYOOOO SEMUAAA ❤️...

__ADS_1


__ADS_2