CRAZIEY

CRAZIEY
Bab 19


__ADS_3

Larissa berdiri diantara kerumunan banyak orang. Gadis itu menatap sekitarnya yang dipenuhi dengan berbagai macam jenis pasangan, ada yang lurus, belok, kayang, pokoknya banyak. Malam ini, ia menghadiri sebuah acara Live Music bersama seseorang yang tidak pernah ia sangka mau mengajak dirinya.


"Devano semangat!"


Iya dia datang bersama Elvina untuk menyemangati Devano.


Ugh


"Bunda tahu kamu kuat dan hebat, tolong jagain Elvina yah." Bunda Mawar meminta tolong hal ini padanya.


Argh! kenapa ia harus menjaga seorang gadis seusia dirinya di tengah-tengah keramaian seperti itu. Tapi, Larissa juga sedikit khawatir jika ia membiarkan Elvina datang kesini sendiri karena dia juga takut dengan apa yang akan dilakukan Devano padanya nanti, entah kenapa ia memiliki sisi seorang kakak yang melindungi adiknya ketika sedang bersama Elvina.


"Jangan lompar lompat Elvina." Larissa menegur, la menarik gadis itu untuk selalu di sampingnya. "Lo yah, gue ikat juga lama-lama." Dari tadi gadis ini tidak bisa diam, melompat-lompat tidak jelas, menjerit nama Devano padahal ia belum tampil.


"Hehehe." Elvina memegang kedua pipinya. "Aku senang banget Larissa. Devano mengundang aku secara khusus ke acara ini." Yah datang ke acara ini memang engga bayar, Elvina mendapatkan dua tiket gratis dari Devano.


Ini adalah sebuah acara kecil-kecilan dengan hadiah yang cukup menggiurkan. Iya itu adalah uang tunai, tapi untuk seseorang yang sudah kaya seperti Devano sepertinya ia tidak mengincar hadiahnya.


"Devano kenapa lama banget sih tampil nya." gumam Elvina, pipinya memerah karena kepanasan.


Larissa mengeluarkan tisu, la memberikannya pada Elvina. "Nih lap keringat lo."


Elvina tersenyum manis "makasih Rissa."


"Rissa?" Alis Larissa terangkat sebelah.


Elvina mengangguk. "Panggilan khusus dari aku" Dia nyengir.


Larissa mendengus sebal, sudut bibirnya terangkat "Padahal kita engga dekat."


Elvina tertawa


"Btw kenapa lu engga ngajak Haura, Nadra, atau Kaitlyn?"


Mendengar nama ketiga temannya, bibir Elvina maju beberapa centi. "Mereka engga suka ke tempat kayak gini, panas, bau, sumpek, dan apek, gitu katanya."


"Engga lah." Larissa menggelengkan kepalanya. "Malah seru."


"Benarkan?" Elvina berujar semangat. "Aku juga suka tempat kayak gini, aku kan ketemu Devano disini."


Larissa menyeringai. "Pantesan." Dia melirik brosur acara. "Siapa nama Band Devano?"


"Omorfos" Elvina sedikit berjinjit untuk melihat brosur di tangan Larissa.


Larissa menurunkan tangannya, biarlah gadis itu yang mencari Elvina memang pendek, tingginya hanya sampai lengan Larissa.


"Ah ada!" Elvina menunjukan brosur. "Devano urutan terakhir, nomor 10."


"Ini band ke-10" Larissa berujar lirih.


Elvina dan Larissa tersentak kaget karena jeritan orang-orang disekitar mereka yang entah kenapa lebih besar serta mengerikan daripada sebelumnya. Mereka juga bertambah liar seperti mendorong orang-orang di hadapannya untuk maju ke depan.


"Hei Santai!" seru Larissa. "Aduh!" Elvina mengadu, ia mengusap dahinya yang membentur bahu seseorang.


"Ck, sini." Larissa menarik Elvina. membiarkan gadis itu berdiri diantara kedua lengannya. "Lo jangan kemana-mana."


Elvina mengangguk. "Rissa kamu mirip seorang kakak."


"Gue bukan kakak lo." Larissa menyentil dahi Elvina.


"Selamat Malam semuanya!"


Larissa dan Elvina langsung menutup kedua telinga mereka.


"Anjir, gila semua nih orang." Larissa bergumam kecil.


Jeritannya benar benar membahana, gendang telinga Larissa hampir pecah.


"Kami dari Band Omorfos, malam ini akan membawakan sebuah lagu yang spesial untuk semua."


semakin riuh.


"Devano!" Elvina berseru kencang la melambaikan tangannya berharap Devano bisa melihatnya.


Sepertinya mereka berjodoh karena Devano juga melihat Elvina dan tersenyum tipis lalu Devano juga melihat seseorang yang datang bersama Elvina, itu adalah Larissa dengan senyumanan mengejeknya.

__ADS_1


"Bangsat," umpar Devano, ngapain tuh cewek ikutan disini?


"Semangat Devano!" Larissa ikut berseru.


Devano semakin geram, ia harus mengendalikan emosinya karena saat ini karena Band nya sedang ikut berlomba.


"Baiklah, malam ini kami akan membawakan sebuah lagu daripada penyanyi Frankie Valli - Can't Take My Eyes Off You."


Pardon the way that I stare


Larissa berseru kecil, Vokalis Band Devano memiliki suara yang sangat bagus, lembut dan tegas.


There's nothin' else to compare


The sight of you leaves me weak


There are no words left to speak


But if you feel like I feel


Please let me know that it's real


You're just too good to be true


Can't take my eyes off of you


I need you, baby


And if it's quite alright


I need you, baby


To warm the lonely night


I love you, baby


Trust in me when I say


Oh, pretty baby


Oh, pretty baby


Now that I've found you, stay


And let me love you, baby


Let me love you...


Kalau sorakan nya seperti ini sudah dapat dipastikan mereka lah pemenangnya


"Keren kan?"


Larissa mengangguk. "Yah, suara vokalisnya bagus."


"Rissa, aku ke belakang panggung yah mau kasih mereka selamat."


Yaaaaah seperti yang kalian duga, Devano dan teman-temannya menang.


Larissa mengangguk. "Lo pulang sama dia aja nanti, kalau di apa-apain bilang gue."


"Kamu pulang sendiri gak apa-apa?" Mereka naik motor ke tempat ini, goncengan.


"Santai."


Elvina tersenyum manis. "Besok aku buatin kamu sarapan deh biar engga makan roti mulu."


Larissa mengacuhkan jempolnya. "Okeehhhy."


Elvina berlalu pergi


Lalu sekarang apa?


Tidak ada yang bisa dilihat, semuanya selesai.


Tidak ada juga seseorang yang ia kenal disini, sendirian di keramaian itu ibaratkan kesenangan dan kesedihan yang menyatu jadi satu.

__ADS_1


Larissa berjalan ke luar studio, ia membeli beberapa bakso bakar yang ada di samping studio dan memakannya sembari duduk di pinggir motornya. Gadis cantik yang menarik banyak perhatian para lelaki, tidak biasanya gadis dengan kecantikan seperti Larissa duduk sendirian seperti ini.


"Hai?"


Larissa menaikkan sebelah alisnya. "Hai."


Dia bukanlah gadis yang sombong


"Sendirian aja nih?"


"Iya, lagi nunggu malaikar maut" Dia menyeringai.


Pria itu tertawa renyah. "HAHAHA lo lucu juga ya."


"Dih orang serius juga." Larissa menatap pria "Lo tahu gue ini sebenarnya ingat tentang kehidupan gue yang sebelumnya, ini rahasia diantara kita yah? Lo tahu ini kehidupan kedua gue."


Cantik sih tapi sayang, sinting! Batin laki-laki itu


"HAHAHAA, oh ya, kalau gitu gue ke teman gue dulu." Dia berjalan mundur dengan kecepatan tidak biasa.


Larissa tersenyum kemenangan. "Dasar buaya."


Selera Larissa itu tinggi mana mau sama cowok jamet.


"Larissa."


Ck, siapa lagi?!


Larissa mendongak untuk melihat seseorang yang memanggil namanya namun, lidah Larissa langsung keluh, kedua kakinya berubah menjadi jeli.


Gila gayanya keren banget! Batin gadis itu.


Rambutnya berwarna keemasan dengan tindik hitam di sekitar telinga serta bibir lalu jangan lupakan gitar di punggung dan kuku jarinya yang di chat warna hitam, la menggunakan kaus hitam dan celana jeans hitam, pokoknya semua serba hitam kecuali warna kulit, rambut, dan gitar.


"Siapa?" tanya Larissa


Laki-laki itu tersenyum, manis sekali, kedua matanya membentuk lengkungan dan ada sebuah lesung pipi bagian kanan.


"Beneran Larissa." Dia bertepuk tangan. "Boleh gue duduk di samping lo?" Izinnya.


Larissa mengangguk. "Silahkan."


Mereka duduk berdampingan, pria itu besar sekali sehingga keberadaannya dapat menarik perhatian semua orang dan menutupi keberadaan Larissa.


"Udah lama banget, masih ingat gue?" Dia menunjuk dirinya sendiri.


Larissa menggelengkan kepalanya. "Sorry, ingatan gue cukup lemah."


Dia tertawa kecil "Santai, wajar kok, waktu sudah berlalu cukup lama, hm sekitar 5 tahun."


"Gue Leonathan, kita ditemukan dan tumbuh di panti asuhan yang sama."


Sumpah! Larissa engga ingat.


"Gue di adopsi waktu umur 12 tahun dan sejak saat itu kita pisah, maaf engga bisa nyari lo, keluarga gue tinggal di luar negeri dan baru kembali bulan lalu."


"Sejak kembali gue nyari lo di panti tapi lu engga ada. Dia merunduk sedih namun, beberapa detik kemudian kembali senyum, takdir itu indah banget ya, syukurlah gue datang kesini dan bisa ketemu langsung sama lo"


Informasi ini tidak bisa di terima otaknya!


...****************...


...HEHE NEW CHARACTER GAK TUHHH......


...SEMOGA KALIAN BISA NERIMA SEMUA KARAKTER YANG ADA DISINI DENGAN SENANG HATI....


...MAAF YAA KALAU DI LUAR DUGAAN......


...WKWKWKWKWK SEMOGA AJA GAK ADA PERTENGKARAN ANTARA ADRIAN DENGAN LEON....


...TAPI GATAU JUGA SIHHHH......


...TERUSKAN MEMBACA KARYA AKU YAAAA......


...SARANGBEYOOOO SEMUAAA ❤️...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2