CRAZIEY

CRAZIEY
Bab 16


__ADS_3

Larissa memeluk dirinya dengan erat untuk berlindung dari rasa dingin. Gadis berusia 15 Tahun itu menatap tajam sekelompok keluarga lengkap, mereka sedang makan bersama merayakan ulang tahun salah satu anggota keluarga mereka. Enaknya duduk di dalam restoran yang hangat dengan makanan lezat dan dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai kita.


Sedangkan dirinya sendiri, seorang gadis yang tumbuh di panti asuhan dan diusir setelah dirinya berusia 15 tahun. Sudah sebulan berlalu sejak ia diusir dan selama itu juga ia tinggal di kosan murah bersama beberapa ekor tikus yang terkadang membuat akal sehat nya rusak dan menginginkan mereka untuk dimakan.


"Aku lapar" Larissa bergumam kecil sambil memegang perutnya


Sudah 2 hari ia tak makan uangnya juga habis. Harusnya ia masih memiliki uang dari hasil kerja paruh waktu nya tapi karena seseorang yang iri dengan kecantikannya ia dijebak, diusir. Bahkan tidak diberikan gaji ataupun sedikit makanan. Gadis itu tidak pernah menyangka ternyata dunia di luar panti asuhan itu kejam hanya karena perkara wajahnya ia diperlakukan secara tidak adil.


"Hei, kita mau balapan gak nih?"


"Engga ah, gw tiba-tiba jadi malas banget."


"Kenapa? Bukanya lo biasanya suka"


"Iya, akhir-akhir ini engga ada yang bisa ngalahin gue, bosan."


"Sombong, ada anak baru loh, namanya Adrian. Baru masuk aja dia udah bisa ngalahin musuh bebuyutan lo itu."


"Anak mana?"


"SMA..."


Larissa melangkah mundur, ia menundukkan kepalanya dan membiarkan dua orang pria itu melewati dirinya begitu saja. Dia lapar, sangat lapar, bahkan saat ini la sedang mengepalkan kedua tangannya hingga kuku-kuku jarinya menembus kulit, ia sedang menahan diri untuk tidak meminta-minta pada dua anak laki laki yang terlihat kaya itu.


"Hm, nanti gue gabung deh."


"Serius? Azeeeekkkk, kalau Jackson udah turun semua pasti dibantai"


Jackson terkekeh pelan namun tawanya terhenti ketika mendengar sebuah suara.


Keduanya berhenti berjalan.


"Lo kalau lapar bilang, gue traktir makan sekarang juga," kata salah satu temannya.


Jackson menggelengkan kepalanya. "Gue engga lapar." Dia sudah makan tadi, lagian perutnya tidak akan pernah ia biarkan kelaparan sampai bersuara seperti itu.


Pipi Larissa memerah, ia memeluk perutnya dengan erat. "Hush, jangan bersuara," lirihnya.


Jackson mendengar itu, ia mengintip dari balik bahunya untuk melihat seorang gadis cantik dengan celana dan kaos yang kotor.


Pandangan mata mereka bertemu.


"Ah!" Larissa memutar badannya. "Maaf" Ia berujar lirih.


"Siapa? Lo kenal?" tanya teman Jackson.


"Lo pergi aja dulu, nanti gue nyusul."


"Oh oke. Jangan lupa ya." Mereka memberikan salam khas seorang pria sebelum akhirnya berjalan melalui jalanan yang berbeda.


Jackson mendekati gadis itu, ia berdiri di hadapannya.


"Hai." Jackson menyapa dengan senyuman termanis yang ia miliki.


Takut-takut Larissa mengintipnya. "Hai juga." suaranya kecil sekali.


"Hm, gue Jackson. nama lo?" Jackson menjulurkan tangannya.


Awalnya Larissa ragu, ia ingin segera pergi namun melihat senyuman manis pria itu, ia tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak menyambut uluran tangannya. "Larissa." Mereka berkenalan.


"Lo ngapain sendirian disini?" tanya Jackson.

__ADS_1


"Aku habis di pecat." Cerita Larissa, dia adalah gadis yang jujur.


"Kenapa bisa dipecat?" tanya Jackson.


"Aku dituduh mencuri bahan makanan. padahal aku tidak melakukannya." Dia merunduk sedih.


Semakin dilihat gadis ini semakin cantik dan menarik, jenis cantik yang tidak akan pernah bosan untuk dilihat berkali kali.


"Restoran yang mana?" tanya Jackson.


"Depan." Restoran dimana ia melihat sekelompok keluarga yang sedang bahagia.


"Hm" Jackson menyeringai. "Mau gue bantu?"


Wajahnya berubah cerah, ia menatap Jackson dengan senyuman manis. "Beneran? Gimana caranya?"


Jackson tertegun, rasanya ia ingin mereka espresi wajah gadis ini di dalam kepalanya lalu memutarnya ratusan kali "Mau makan sama gue?" Dia manis sekali, Jackson semakin mendekat dan ia menunduk untuk mencium aroma rambut gadis itu.


Pipi Larissa memerah, ia tidak pernah sedekat ini dengan lawan jenis "Ya aku memang kelaparan."


"Ayo makan bersama." Jackson membuka lebar telapak tangannya, meminta gadis itu untuk membalas.


Dengan tangan yang penuh keringat dingin Larissa meletakkan telapak tangannya d atas tangan Jackson. Pria itu langsung menggenggam dengan erat.


"Gadis baik." Jackson mengelus kepalanya.


Larissa tersenyum malu-malu "Terima kash Jackson."


...***...


Larissa menyandarkan kepalanya dengan linglung di tepi kasur, ia sudah sadar sejak beberapa menit yang lalu dan berakhir di kamar seseorang yang tidak ia kenali. Kamar ini bernuansa modern klasik, banyak perabotan berwarna emas kecokelatan. sepertinya yang mempunyai kamar ini memiliki keterkaitan tinggi pada seni Eropa Kuno.


Air mata gadis itu tidak berhenti mengalir sejak sadar, bibirnya diam membisu, ia melamun, di dalam kepalanya ada sebuah pertanyaan yang bersarang sejak ia sadar


Bagaimana gadis ini bisa bertahan hidup di lingkungan yang sangat toxic.


Larissa, dosa apa yang kamu perbuat sampai harus menjalani hidup sekeras ini.


Dia hanya anak polos dan lugu yang diusir dari panti asuhan tempat ia tumbuh karena sudah berumur 15 tahun.


Kenapa dunia ini sangat kejam padanya?


Dengan ingatan yang ada ini, akhirnya jiwa ini mengerti.


Semuanya.


Semua orang yang berhubungan dengan gadis ini adalah orang gila.


"Udah sadar?"


Mata tajam Larissa bergerak cepat, semuanya orang gila termasuk pria yang ada di hadapannya saat ini.


"Gue mau pulang." Larissa berdiri.


Namun Jackson mencegahnya "Menginap disini."


Larissa menggelengkan kepalanya secepat mungkin. "Gue engga mau muntah di kasur lo." Jika semua ingatan itu benar betapa menjijikkan tubuh ini.


"Lo kenapa lagi?" Jackson meletakkan gelas yang berisi air hangat itu di atas nakas


"Sekarang tujuan lo apa dekatin gue?" tanya gadis itu.

__ADS_1


Jackson terdiam, ia melipat tangan di dada "Engga ada, gue bawa lo kesini murni untuk nolong"


Larissa mengangguk mengerti "Oke makasih" Dia berjalan menuju ke pintu keluar "Gue harap lo engga akan gangguin gue lagi. hubungan kita sudah selesal setahun yang lalu."


"Jujur aja sejak putus dari lo, gue engga ingat sebelum bertemu lo kehidupan gue gimana? gumam Jackson.


Larissa tertawa mengejek. "Mana gue tau, itu sih derita lo."


"Selama ini gue berencana dekatin lo, tapi hebatnya domba kecil gue berhasil mendapatkan perhatian dari pasien RSJ."


"Sekarang lo dan Adrian udah putus, dan di Mall kemarin sebenarnya gue juga mau bilang ini." Jackson mendekati Larissa, ia berdiri tepat di hadapan gadis itu. "Jadi Larissa gue lagi?"


"Engga mau!" Larissa menegaskan.


"Apa yang harus gue lakuin?" Pria itu menelan saliva-nya, jakunnya bergemi kaku. "Agar lo jadi milik gue lagi."


Larissa mendengus dingin. "Mati"


Jackson mengangguk mengerti "Oke."


Pria itu pergi ke arah dapur, awalnya Larissa bertanya-tanya apa yang akan ia lakukan namun setelah melihat pisau yang ada dalam genggamannya Larissa menyadari niat Jackson.


"Mau lo tusuk atau gue?" Jackson mengarahkan pisau itu tepat di perutnya.


"Lo gila yah?!" Larissa menjerit keras, ia mendekat dan berusaha mengambil pisau itu namun Jackson mencegahnya.


"Kalau nusuk di perut engga akan mati." Larissa menyeringai lebar. "Tusuk nya disini." Gadis itu menunjukkan dadanya, tepat dimana jantungnya berada.


"Kalau disini dengan senang hati besok gue datang ke pemakaman lo untuk melakukan penghormatan buat kali yang terakhir."


Jackson mematung di tempat. "Lo...siapa sialan?" Jika ia mengancam untuk bunuh diri Larissa selalu menurut padanya bukan seperti ini.


Larissa tertawa kecil. "Gue? Gue adalah Larissa si domba kecil yang udah berubah jadi Iblis."


...****************...


**JACKSON : Author beneran ada rencana mau bunuh aku di episod yang seterusnya ya?


AUTHOR : Kamu nanyeakkk? Kamu bertanya-tanya?


LARISSA : Lo itu emang layak untuk di bunuh!


ADRIAN : Makanya jangan berani-berani usik pacar gue kalo gak mau mati!


ERIC : Najis! Main nyosor aja lu! Engga ingat apa dulu lo nya yang main putus gitu aja.


KAITLYN : Thorrrrr! Banyakin part gue dong! Gue ini karakter utama tau!


AUTHOR : Diam kalian semua! Diam! Gausah berisik di laman gue. Kalian mau di bunuh satu-satu?


SEMUA: Author nanyeakkk? Author bertanya-tanya?


RIP KARAKTER CRAZIEY...


HAHAHAHAHHAHAHAHAHAHA


TERIMA KASIH YA UDAH MAU BACA KARYA AKU.


SEE U GUYS DI EPISODE YANG SETERUSNYA.


SARANGBEYOOOO SEMUAAA ❤️

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


__ADS_2