
Larissa menatap pantulan wajahnya di cermin. Gadis itu baru saja selesai membersihkan diri, entah sudah berapa kali ia melakukannya, ia tidak tahu, yang Larissa tahu hanyalah ia sangat ingin menghilangkan kotoran dari seluruh tubuhnya. Kulitnya yang putih berubah menjadi merah karena terlalu banyak di gosok, wajahnya dipenuhi amarah pada dirinya sendiri. Tidak! la sedang merasa kasian dengan Larissa yang asli.
"Jika aku lahir di tubuh yang lain, mungkin aku akan menjadi teman mu." Larissa menangkup kedua pipinya, la berbicara sendiri.
Larissa yang malang.
Larissa yang menyedihkan.
Larissa yang menjijikkan.
Kematian adalah jalan yang seharusnya kamu ambil daripada berharap dengan keempat pria yang tidak berguna itu.
Gadis itu keluar dari toilet dan betapa terkejutnya ia ketika melihat seseorang berdiri di dekat jendela.
"Mal-" Mulutnya dibekap dengan tangan Seseorang itu.
Devano memberikan isyarat untuk diam
dengan jari telunjuknya. "Diam, dan lo gue bayar."
Kenapa dia bisa ada disini!
Larissa melotot ngeri namun sedetik kemudian ia mengangguk, duit selalu benar.
Devano melepaskan tangannya, ia menarik nafas lega.
"Sekarang jelaskan kenapa lo bisa masuk dari Jendela kamar gue." Larissa mendelik tajam. "Dan berapa biaya untuk tutup mulut gue?"
"Lo mau berapa?" tanya Devano.
"10."
"Anjing."
Larissa tertawa kecil. "Mulut gue mahal." Devano berdecak kesal, ia mengeluarkan ponselnya. "Mana nomor ATM lo?"
"Hahh?" Buru huru Larissa mengambil ponselnya di atas kasur. "Gue kira bakal dibayar besok"
"Engga lah" Untuk beberapa menit Devano sibuk menatap layar ponselnya. "Udah"
"Oke, dah masuk." Larissa terkekeh geli "Jadi alasannya?"
"Kepa lo," ketus Devano, la duduk di kursi dekat meja belajar. "Gue minta minum."
Larissa mendumel kesal. "Lo kira gue babu?"
"Bukannya gitu yah?"
Memutar bola mata kesal, Larissa mengambil sekaleng soda dari kulkas mini di kamarnya. "Berapa lama?"
"Bentar doang, lo cuma harus bilang engga."
Alis Larissa terangkat sebelah. "Lo habis PDKT sama Elvina ya?" tebak gadis itu.
Soda di dalam mulut Devano menyembur keluar, pria itu batuk.
Larissa tersenyum penuh kemenangan
"Benar ya?"
"Anjir! Lo kok tahu?
Larissa menyibak rambutnya. "Selain gue anak sekolah kita disini yah Elvina, lo jangan nyakitin dia kasian masih polos."
"Bukan urusan lo." ketus Devano
"Urusan gue lah, jangan sakiti Elvina kalau lo engga mau ubah dia jadi kayak gue." Larissa menegaskan. "Lo benci gue kan? Jangan buat gue yang kedua lagi."
Devano terdiam
__ADS_1
Pintu kamar Larissa diketuk dari luar, buru-buru Devano bersembunyi di toilet.
Dengan wajah setenang mungkin Larissa tersenyum ramah pada Bunda Mawar yang selalu terlihat cantik dan seksi.
"Malam Larissa, maaf ganggu yah tadi Bunda lihat cowok dari lantai dua, kamu ada liat dia pergi atau keluar tidak?"
Larissa menggelengkan kepalanya, sembari menggerakkan jemarinya pada pintu toilet "Engga ada Bunda, saya sendirian dari tadi dan engga lihat siapa-siapa" Dia memberikan bahasa isyarat
Bunda Mawar mengangguk mengerti, bibir merahnya merekah lebar. "Huh benarkah? Bunda lihat dia di depan kamar Elvina tadi, Elvina itu keponakan Bunda, jadi Bunda cukup yakin yang dia engga akan pernah ngundang lawan jenis ke kosan jika bukan lawan jenis itu yang ngancem dia." Perlahan-lahan Bunda berjalan ke depan pintu toilet.
"Iya Bunda, aku juga baru beberapa hari kenal Elvina aja bisa tahu kalau dia bukan orang seperti itu." Bunda mengetuk pintu toilet.
Di dalam sana Devano berkeringat dingin.
"Kenapa Bunda?" tanya Larissa
"Kamu pernah ketemu tikus gak di kamar ini?"
"Engga pernah Bunda."
Bunda Mawar mendobrak pintu toilet.
Larissa pura pura memasang wajah terkejut.
"Anjing!" seru Devano.
Bunda Mawar tersenyum manis. "Tikusnya tertangkap!"
Ingat Larissa tidak salah, Devano hanya menyuruh untuk berkata engga bukan meminta bantuan untuk menyembunyikan nya.
Bunda Mawar pergi sembari menjewer telinga Devano.
...***...
Kaitlyn mengetuk pintu apartemen Adrian dengan keras. Beberapa hari berlalu sejak acara kenaikan kelas dan selama itu ia tidak pernah bertemu dengan Adrian. dari kabar yang ia dapat Adrian dan Ethan sedang liburan bersama Ibu mereka. Ia sudah beberapa kali mengirim pesan dan menelepon Adrian tapi, semuanya diabaikan setelah membuat bencana dengan menyebut nama Larissa, Adrian menghilang begitu saja.
"Adrian. Buka! Aku tahu kamu ada! Ethan bilang kalian udah pulang!" Seru Kaitlyn.
Kaitlyn menelan Saliva-nya karena pikiran negatif yang menyerang kepala. "Aku mau ngomong."
"Masuk." Adrian mengizinkan Kaitlyn untuk masuk
Kaitlyn mengikuti Adrian. pria itu membawanya menuju dapur dan memberikan sekaleng minuman soda dingin. "Mau ngomong apa?" tanya Adrian. ia menguap lebar.
Melthat Adrian seperti ini, kemarahan yang memenuhi dada Kaitlyn hilang seketika. "Kamu gak apa-apa?"
"Hm." Adrian menyeduh teh aroma mawar untuk dirinya sendiri.
Kaitlyn mengigit bibirnya, perasaannya atau tidak, jelas-jelas Adrian tidak memperdulikan kehadirannya lagi. "Kemarin waktu di lapangan kamu kenapa manggil Larissa" Jantungnya berdebar kencang.
Adrian meminum tehnya, kepalanya pusing
"Ya kenapa" Dia menopang dagu malas.
"Gue juga engga tahu."
Kaitlyn mengepalkan kedua tangannya
"Hubungan kita sebenarnya kenapa sih? Kamu masih marah sama aku?"
"Entahlah." Adrian mengangkat bahu tidak tahu.
"Kamu masih marah?" Ulang Kaitlyn. "Aku kan udah minta maaf, waktu itu Noah jebak aku dan aku juga..." Dia merunduk, merasa bersalah. "Mabuk waktu itu."
"Iya, gue tahu." Entah kenapa pembicaraan ini semakin membosankan. "Terus sekarang lo mau putus?
"Engga!" seru Kaitlyn, la menggelengkan kepalanya. "Aku engga mau itu."
"Oh." Adrian melipat kedua tangannya di atas meja dan tiduran di atasnya. "Gue mau jujur sama lo."
__ADS_1
"A-apa?" tanya Kaitlyn gugup.
Adrian menatapnya terlalu intens sehingga membuatkan dirinya gugup.
"Gue bosan." Pandangan Adrian jauh menerawang, tatapannya kosong. "Ayo berhenti."
Kaitlyn membelak kagei, gadis itu mengebrak meja. "Kenapa? Apa karena Larissa? Kamu suka dia?!"
Adrian mengangkat bahu tidak tahu. "Entahlah hanya saja sekarang entah kenapa dia engga bisa keluar dari kepala gue." Adrian berkata jujur.
"Aneh, gue engga suka." Pertama kali dia merasa kepalanya dipenuhi dengan berbagai macam tipu muslihat hanya untuk mempertahankan gadis itu "Kayaknya gue bakalan jadi Monster." Dia bahkan memiliki keinginan untuk mengunci Larissa di kamarnya dan tidak akan pernah mengizinkan gadis itu keluar.
"Kamu serius? Aku engga mau putus!"
"Adrian please!" Mohon Kaitlyn, air matanya yang mengalir begitu saja.
"Terserah sih, gue juga engga peduli." Dia sangat kejam "Lagian selama ini bagi lo gue kan cuma ATM berjalan."
"Kamu lihat aku kayak gitu?!" Kaitlyn mengepalkan kedua tangannya. "Harusnya kamu tanya sama diri kamu sendiri selain uang apa yang pernah kamu kasih ke aku?!"
Adrian termenung "Kayaknya engga ada."
"Kamu pernah gak sih suka aku? Sedikit aja."
Adrian menggelengkan kepalanya. "Engga ada yang gue sukai di dunia ini."
Kaitlyn melempar isi soda dingin dan tepat mengenai wajah Adrian. "Gila! Kamu benar-benar gila!"
"Bukannya lo juga?" Adrian tersenyum miring. "Lo sendiri yang nawarin diri lo ke gue. untuk jadi pacar gue." soda dingin yang membasahi wajah dan rambutnya tidak mengalahkan ketampanan seorang Adrian.
"Apa sih yang kamu suka dari Larissa! Dia tuh pelacur yang hidup hanya untuk uang!"
"Apa jangan jangan kamu pernah tidur sama dia?" Kaitlyn mulai tidak waras, wajahnya berubah jelek
Adrian menyipitkan matanya. "Lo kira gue apa? Binatang?"
Selama Larissa menjadi pacar sewaan tidak pernah sekalipun Adrian menyentuhnya
"Pokoknya aku engga mau putus!" seru Kaitlyn.
"Kenapa?" tanya Adrian.
"Karena aku cinta kamu." Dia menatap Adrian matanya yang indah penuh dengan air mata.
"Gue engga."
Kaitlyn cukup dan berhentilah.
Dia adalah seorang pria yang tidak memiliki hati.
...****************...
KASIAN YA JADI KAITLYN.
NOAH : Deckk cinta itu tidak selamanya indah deckk...
JACKSON : Dihhh kena karma lo baru tau rasa!
NOAH : Arghhh jangan gitu dong Mas Jack...
BUNDA MAWAR : Berisik amat ini duo gak waras. Mau di tampol kalian berdua?
AUTHOR : Enak banget jadi penentu takdir seseorang uuuu~
BTW GAISSS GAISSSS TERIMA KASIHHH UDAH MAU BACA KARYA AKU.
KALAU ADA KESALAHAN MOHON DI TANDAIN YA.
DAN MAAF KALAU ALUR NYA BERANTAKAN.
__ADS_1
SARANGBEYOOOO SEMUAAA ❤️
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...