CRAZIEY

CRAZIEY
Bab 07


__ADS_3

Jackson benar-benar membelikannya iPhone keluaran terbaru lagi dan tentu saja Larissa menerimanya dengan senang hati. Larissa benar-benar hebat semua pria yang ia dekati kaya raya dan tampan pelet apa yang digunakan gadis itu, ia jadi ingin menggunakannya jika suatu saat nanti ia kembali ke dunianya.


"Senang banget gue beliin iPhone," kata Jackson .


Larissa mengangguk semangat. "Gue dari dulu pengen ini." Ia tidak pernah membayangkannya sebelumnya, dulu ia hanya bisa menatap iri pada teman-temannya yang menggunakan iPhone tapi sekarang ia memiliknya, bahkan khusus miliknya.


"Tapi ini engga akan ditagih ke gue kan?" tanyanya was-was, entah kenapa selain Eric tidak ada yang bisa ia percaya di dunia novel ini.


"Emang kamu punya uang?"


"Engga." Larissa menggelengkan kepalanya cepat-cepat, ia harus berpura-pura miskin selalu.


"Iya sih, pakaian lo juga engga se-wah biasanya, pacaran sama Adrian engga dibellin apa-apa?"


Alis Larissa terangkat sebelah, gadis itu bingung kenapa semua orang tahu jika ia berpacaran dengan Adrian. "Kita kan engga satu Sekolah kok lo tahu?"


Jackson menyeruput es kopi nya, ia mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya. "Siapa yang engga kenal Adrian? Jujur gue agak kaget waktu dengar lo pacaran sama Adrian."


"Oh." Larissa manggut-manggut. "Yah waktu itu gue agak gila.


"Sekarang engga gila gitu?"


Larissa menggelengkan kepalanya. "Sekarang gue udah waras."


Jackson tertawa. Terus Larissa yang waras


"sekarang pacarnya siapa?"


"Engga ada, malas pacaran."


"Terus uang jajan dari mana?".


Larissa menatap Jackson sengit. "Petik di Pohon."


Jackson tertawa terbahak-bahak. "Serius nih, gak mau jadi pacar sewaan gue lagi?"


Larissa menggelengkan kepalanya. "Gue mau fokus belajar aja, biar bisa kuliah, kerja di kantor."


"Idih, jadi istri gue aja engga perlu ngapa-ngapain duduk diam dan layani gue." Jackson mengerling nakal.


"Engga ah!" Larissa mengalihkan pandangannya.


"Gue mau jadi independent women."


"Lo kok berubah banget sih?" Entah sudah berapa kali la mendengar pertanyaan ini.


"Jadi lebih pengen gue gigit pipinya." Dia menoel-noel Pipi Larissa


"Gue habis bangun dari kematian." Gadis itu sudah kehabisan ide untuk menjawab.


"Ck! Jangan toel-toel" Dia enggak mau dirinya diperlukan seperti anak kecil


"Jackson !!!!"


Mendengar suara itu Jackson langsung mematung di tempatnya, sialan ia lupa sedang jalan-jalan bersama pacarnya.


"Kamu tega banget sama akul" Gadis itu menjewer telinga Jackson .


"Ah! Aw! Aw! Aw! Sakit sayang!" Jackson berseru keras.


"Kamu tinggalin aku dan ketemuan sama mantan kamu?" Dia menatap Larissa galak.


"Lo cewek murahan ya?"

__ADS_1


Larissa mengerjapkan matanya polos.


"Iya kak, mau bayar saya berapa supaya saya jauhi pacar nya?" la mengulurkan tangan minta duit.


Jackson tertawa tapi ia kembali meringis karena gadis itu mencubit perutnya. "Lepasin aku dulu sayang, iya maaf udah ninggalin kamu! Ayo kita pulang yah?"


"Engga mau pulang!" Seru pacar Jackson .


"Lah terus apa?"


"Aku mau makan, lapar tahu! Aku nungguin kamu daritadi!"


Larissa menggelengkan kepalanya. "Kasian cewek lo, durhaka banget." Gadis ikut mengompori.


"Makan sini aja yah?" Jackson dan Larissa memang sedang duduk berdua di sebuah Restoran


"Engga mau! Ada dia! Kamu pikir cewek suka makan sama perebut pacarnya!"


Larissa mengangguk. "Gue suka kok, selama lo engga ambil makanan gue."


Mau badai, banjir, dan petir semuanya akan ia lalui kalau berhubungan dengan makanan.


Dulu ia sering kelaparan dan sekarang ia tidak mau menyia-nyiakannya.


...***...


Bukankah dia gadis yang sangat menyedihkan


Di kelilingi pria pria tampan dan kaya tapi tidak ada satupun yang berpihak padanya, dia dibiarkan mati tanpa diketahui siapapun . Hanya menyisakan tubuh badan yang akhirnya dibiarkan dengan jiwa yang rusak, bebas dan lelah terhadap kehidupan. Gadis itu sendiri tidak tahu apa tujuannya ada di dunia ini, dia bukan siapa-siapa hanya karakter Figura yang tidak memiliki peran.


Larissa latar belakangnya tidak dijelaskan, ia hanya selingkuhan protagonis pria di awal cerita, setelah putus dari Adrian hingga akhir Novel namanya tidak disebutkan lagi, dia menghilang begitu saja setelah peran nya membuat hubungan kedua tokoh utama menjadi baik


Begitulah peran Tokoh Pembantu dalam novel ini.


"Gue Tokoh Utama! Bukan Tokoh pembantu! Gue engga akan mau terjebak dengan semua cowok-cowok ini! Engga mau" la harus segera melakukan sesuatu.


"Pindah Sekolah kali yah?" Tapi, sayang sekali ingin pindah dari sekolah yang mempunyai identitas bagus, dan jika ia tetap di SMA ini Larissa bisa masuk ke Universitas ternama di Laur Negeri atau dalam Negeri.


"Jangan deh."


"Hm, cari pacar kali yah?" Ini ide bagus tapi siapa yang mau jadi pacarnya.


Seseorang yang jadi pacarnya harus pintar, tampan, manis, dan yang lebih penting mampu melindunginya dari pria-pria yang mengangga dirinya.


"Eric mau gak yah?" la lebih baik bersama Eric , ataupun mantan-mantan sebelumnya yang pastinya mungkin akan menganggu dirinya lagi.


Gadis itu menghubungi Eric .


"Apa?"


Galak sekali pemuda itu.


"Eric mau jadi pacar gue lagi gak?"


"Mulus."


"Kenapa? Bukannya kemarin lo bilang gue imut?" Dia tidak percaya Eric akan menolaknya mentah mentah.


"Lo Imut tapi bodoh."


"Gue pintar tahu! Siapa bilang gue bodoh?


"Satu Sekolah."

__ADS_1


Larissa terdiam, benar juga. "Kalau gue buktikan gue engga bodoh, lo mau?" la butuh seseorang untuk ja jadikan tameng


"Heh, emang bisa?" Nada suara Eric menyebalkan sekali


"Bisalah bentar lagi ujian kenaikan kelas kan?"


Kelas 12 adalah kelas dimana latar belakang akan banyak kejadian mengerikan nanti.


namun tidak ada dengan dirinya.


"Kalau juara 1 Umum, lo mau jadi pacar gue?"


Eric langsung tertawa terbahak-balak. "Sialan, kalau la jadi juara satu Umum, gue nikahin lo langsung."


Larissa tersenyum sumringah. "Beneran?"


"Coba aja, lo tahu kan gue selalu menjadi pemegang juara 1 Umum Sekolah? Lo bisa ngalahin gue? PD banget? Dapat kepedean darimana sayang?"


Larissa tersenyum manis. "Dari mimpi."


"Terserah loh deh."


Sepertinya Eric sedang berada di tempat yang asyik, Larissa bisa mendengar suara Motor, seruan-seruan kesenangan dan masih banyak lagi yang membuat kalian mengucapkan astaga ketika mendengarnya.


"Lo di tempat Balapan yah?" Tebak Larissa


"Haah, kenapa? Mau nyusul?"


"Dimana?"


Eric mengirimkan lokasinya melalui WhatsApp...


"Gue datang yah?"


"Datang aja, tapi awas lo malu maluin gue." la ingat dulu pernah membawa Larissa ke Club dan gadis itu menggunakan pakai yang tidak cocok dengan tempatnya, Eric ditertawakan oleh teman temannya.


"Engga, tenang aja."


"Eric, lo telepon sama siapa? Cewek cupu lo itu?" Sepertinya ini teman Eric .


"Iya, kenapa?" Dan sih kurang ajar Eric .


Larissa menggeram kesal. "Gue datang dan dijamin engga akan malu-maluin lo Bangsat!"


"Oke fighting." Eric menjawab tanpa semangat.


Larissa mematikan ponselnya dengan penuh emosi.


"Lihat aja nanti!" Dia kira dia siapa mengatakan Larissa si gadis imut dan seksi ini.


...****************...


...TERIMA KASIH YA UDAH MAU BACA....


...BTW MAU TAU GAK APA KELANJUTANNYA?...


...AYOOOOO COBA TEBAKKK APA YANG BAKALAN DILAKUIN SAMA LARISSA NANTI?...


...TUNGGUIN YAAAA...


...SARANGBEYOOOO SEMUAAA ❤️...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2