CRAZIEY

CRAZIEY
Bab 01


__ADS_3

Baru dua hari berlalu setelah ia masuk ke dunia novel ini tapi tingkat stress yang ia alami bahkan lebih parah daripada remaja-remaja yang berada di Korea dan Jepang. Orang lain mungkin akan sangat bahagia dan senang jika mempunyai peluang untuk memasuki Dunia Novel yang sedang booming akhir-akhir ini, tapi semua hal itu berlaku jika kita memasuki tubuh seorang protagonis wanita bukan tubuh seorang pelakor seperti dirinya.


Entah sejak kapan perkara menjambak rambut dan membenturkan kepalanya ke dinding menjadi kegiatan favorit Larissa, ia sedang berusaha untuk tetap waras dan sabar saat ini.


''Uang mu habis?''


Larissa menggelengkan kepalanya, ''Tidak''


Ia sekarang sedang berada di apartment pria itu setelah makan malam yang berakhir dengan gagalnya mereka putus.


''Lalu kenapa bertingkah seperti orang gila?''


Lirikan tajam langsung Larissa arahkan pada Adrian yang baru sahaja menyelesaikan kegiatan mandinya.


Larissa melotot ngeri, ia langsung membalikkan tubuhnya.


''Kamu kenapa gak pakai baju?!'' Kepalanya memanas seperti ada uap yang bermunculan di atas sana.


Adrian mengacak-acak rambutnya dengan tangan, pria itu hanya menggunakan handuk putih yang melilit di pinggangnya. Ketika Larissa berbalik, ia dapat melihat dengan sempurna tentang apa yang seharian penuh bersembunyi di balik longgar yang sentiasa Adrian kenakan.


''Seperti tidak pernah melihatnya saja.'' Adrian mendekat ke arah Larissa dan mengambil ponsel yang berada di atas nakas tempat Larissa berdiri, ia membalas pesan teman-temannya sembari mengurung Larissa di antara kedua lengannya.


Jantung Larissa berdebar dengan kencang, ia tidak bisa menatap hal lain selain layar ponsel milik Adrian. Banyak sekali pesan yang masuk tapi Adrian hanya membalas pesan daripada Ayden, teman Adrian yang mengajak untuk mengikuti balapan.


Larissa dapat melihat Adrian membaca pesan dari Kaitlyn.


Kaitlyn...


Aku di depan apartment kamu.


''Ngapain?'' Gumam Larissa.


''Entahlah, aku juga gak tahu.'' Komentar Adrian.


Larissa menatap Adrian dari bawah dan pria itu juga membalas tatapannya, Adrian meniup mata Larissa, ya itu karena gadis itu tidak berkedip sejak tadi.


''Adrian, aku pulang yah?'' Izin Larissa.


Adrian tidak lagi merengkuhnya, pria itu sibuk menggunakan pakaiannya.


Adrian tidak menjawab, ia sudah selesai berpakaian. Ia hanya menggunakan celana rajut berwarna putih dan kaos abu-abu. Sekarang ia sedang duduk di tepi kasur dengan hairdryer di tangannya.


''Bantu aku''


Larissa berbalik badan, ia menhela nafas lega setelah melihat Adrian sudah selesai mengenakan pakaian yang lengkap.

__ADS_1


''Bantu apa?'' Sebenarnya ia tahu apa maksud pria itu tapi Larissa maunya sengaja gak tahu aja.


Adrian memberikan hairdryer pada Larissa,.


''Biayanya eskrim''


Gadis itu mendengus kesal. "Emang aku semurah itu?".


Meskipun mendumel ia tetap membantu Adrian untuk mengeringkan rambut pria itu.


"Kamu aneh hari ini." Adrian menatap wajah Larissa, gadis itu sibuk mengeringkan rambut Adrian. Ia fokus sekali seperti sedang duduk sedang mengerjakan ujian nasional saja.


Gerakan tangan Larissa terhenti, ia berusaha untuk tetap tenang dan melanjutkan tugasnya.


"Aku kan baru sembuh dari demam yang agak aneh"


Ia memasuki tubuh Larissa ketika gadis itu sedang dalam keadaan demam tinggi, tidak ada yang menjaganya ketika itu, karena pemilik tubuh Larissa yang sebenar hanya tinggal di kosan kecil yang kumuh.


"Oh."


Lihat! Adrian bahkan tidak peduli dengan dirinya, pria itu hanya ingin mencari perhatian darinya saja.


"Suruh dia masuk dan lo boleh pulang."


"Baiklah." Larissa meletakkan kembali hairdryer di laci bawah nakas.


Selepas menatap punggung besar Adrian, Larissa berjalan mundur menuju pintu masuk apartment, ia membuka pintu dan langsung berhadapan dengan gadis tercantik di dalam dunia novel ini.


Kaitlyn, pacar dari protagonis pria.


"Ngapain lo disini?" Kaitlyn bertanya dingin sembari menatap Larissa rendah.


"Adrian di dalam." Larissa ingin pergi tapi kaitlyn langsung mencekal lengannya.


"Gue diam bukan berarti gue engga bisa apa-apa, lo jauhi Adrian, dia punya gue dan dia itu cuma main-main sama lo." Bisik gadis itu.


Larissa mengangguk. "Iya, aku tahu kok."


Alis Kaitlyn terangkat sebelah, tumben-tumbenan gadis ini tidak membalas balik ancaman darinya.


"Dasar ******." Ketus Kaitlyn sebelum masuk.


......***......


Ketika ini, gadis itu sedang berjalan-jalan di sepanjang trotoar tanpa ada alasan dan tujuan untuk pergi ke mana, di dalam dunia novel ini ia hanya sendiri tanpa ada siapa pun yang menemaninya. Langit malam bahkan juga ikutan membencinya, tidak ada cahaya dari bulan atau bintang, lampu jalanan juga mati, ia benar-benar sendirian di sini.

__ADS_1


Sejak awal Larissa memang sebatang kara. Dia adalah gadis cantik yang menjual keimutannya untuk mendapatkan uang, Larissa adalah playgirl. Ia memiliki mangsa dimana-mana dan semua mangsanya itu orang-orang kaya yang dengan rela memberikan uang berapa pun itu asalkan Larissa mau menuruti permintaan mereka.


Anggap aja seperti pacar sewaan, ia hanya dicari-cari ketika mangsa-mangsanya itu sedang dalam keadaan gabut dan membutuhkan seseorang untuk dipermainkan. Semua mangsa-mangsanya yang sebelumnya sudah bosan dengan Larissa dan sekarang gadis itu menjadikan protagonis pria sebagai mangsa yang selanjutnya.


Jika Adrian juga sudah bosan dengan dirinya, itu berarti ia harus mencari mangsa yang lainnya.


Dunia novel ini sangat ribet dan dipenuhi dengan pasangan yang miskomunikasi. Kaitlyn dan Adrian adalah kedua contoh utamanya, Adrian marah pada Kaitlyn karena gadis itu ketahuan selingkuh dengan sahabat Adrian padahal yang sebenarnya tidak seperti itu, hanya saja sahabat Adrian yang juga menyukai Kaitlyn sehingga ia berusaha dengan hebat untuk merebut Kaitlyn dari Adrian, namun hal itu tentunya tidak mudah karena Kaitlyn sudah tergila-gila dengan Adrian, bagaimana tidak, pria itu ialah pria yang ia sukai sejak kelas 10.


Disinilah peran Larissa muncul, setelah mengetahui masalah yang terjadi antara kedua tokoh utama, Larissa menawarkan diri untuk menjadi selingkuhan bohongannya Adrian tetapi dengan syarat bahawa dia tidak akan boleh baper selama Adrian membayarnya dengan harga yang pantas.


Ego Adrian sangat tinggi, ia ingin membalas semua perbuatan Kaitlyn yang sudah membuatnya sakit hati dan laki-laki bodoh itu dengan mudahnya menyetujui permintaan Larissa.


Namun tanpa disedari, cinta datang di saat yang tidak terduga, itulah yang Larissa rasakan setelah 1 bulan menjadi selingkuhan Adrian. Bagaimana tidak baper, disaat semua orang mengatakan dirinya pelakor, disaat ia dibully oleh teman-temannya Kaitlyn, dan disaat semua orang menatapnya rendah padanya hanya Adrian lah yang mau mengulurkan tangan padanya, menolongnya dan melindunginya. Tapi Larissa harusnya tahu Adrian seperti itu hanya untuk melancarkan aksinya untuk membuat Kaitlyn cemburu, gadis itu terlalu di butakan oleh cinta sehingga tidak dapat melihat mata Adrian yang menatapnya dengan penuh jijik.


Ponsel Larissa tiba-tiba bergetar, gadis itu merogoh saku celana jeans nya, wajahnya berubah datar ketika melihat nama Adrian disana.


"Mau apa lagi nih orang, udah ngusir gue tanpa ngantar." Meskipun mendumel ia tetap mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo?"


"Kita putus."


Larissa menatap tidak percaya pada layar ponsel HP Xiaominya.


"Anak anjing! Ngajak putusnya engga ada otak! Kasih gue kesempatan ngomong dong!"


Bagaimana tidak, pria itu mematikan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban darinya.


"Sialan, apes banget nasib gue." Air mata gadis itu jatuh begitu saja.


Gadis itu memeluk kedua lututnya dan menangis hampir semalaman di sana.


Ia ingin kembali ke dunianya dimana disana setidaknya ada seseorang yang mencintai dirinya, tidak seperti ini.


...****************...


...TERIMA KASIH KARENA SUDAH MEMBACA...


...JANGAN LUPA SUPPORT AUTHOR TERUSNYA...


...DAN MAAF SEKIRANYA AWAL ALUR CERITA INI MEMBOSANKAN...


...SARANGBEYOO SEMUA!...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2