CRAZIEY

CRAZIEY
Bab 15


__ADS_3

"Dengar apa?" Tristan bertanya dengan pipi mengembung , la makan dengan tangan kiri, susah sekali.


Kevin menggelengkan kepala ya "Gak ada,kayaknya gue kurang tidur."


"Kenapa kurang tidur?" tanya Larissa khawatir.


"Kan habis UAS gue belajar terus sampai engga lihat waktu" Kevin menggaruk tengkuknya canggung.


Larissa memperhatikan bawah mata Kevin, terlihat lebih gelap dari terakhir kali ia lihat. "Istirahat yang cukup kesehatan lebih penting daripada uang."


Kevin tertawa kecil. "Iya, lo benar."


"Sejak kapan yayang gue jadi sok bijak?" Larissa memukul belakang kepala Tristan dengan keras.


"Ah-sakit ~" Bukannya kesakitan, Tristan malah kesenangan.


"Kawan lo gila sumpah! Tolong rawat dia di RSJ dengan baik" Larissa menatap Kevin tajam.


"Iya pasti!" Kevin mengacungkan jempolnya.


"Heh! Gue engga gila!" Tristan berseru tidak setuju.


"Nih bayarannya, gue pergi dulu."


"Tunggu, sama-sama!" Tristan memakan makanannya secepat mungkin.


"Lo ikut, gue tendang barang berharga lo sampai engga bisa jalan." ancam Larissa dengan wajah mengerikan.


Tristan langsung menurunkan kecepatan makan nya, ia menutup rapat kedua kakinya. "Yes Ma'am." Dia paling benci rasa sakit dari daerah sensitif itu.


Kevin merinding di tempat. "Lo kejam juga yah." Dia sedikit takut pada Larissa sekarang.


Larissa tersenyum manis. "Engga kok, gue adalah cewek paling baik sedunia." Dia nyengir, manis sekali.


Tristan dan Kevin terpesona sejenak.


"Bye bye." Larissa melambaikan tangan dan pergi.


"Cantik."


Kevin mengangguk, menyetujui ucapan Tristan "Nyesal gak lo buang dia?"


Tristan tertawa geli. "Engga lah, gue kan ikutin dia karena menarik, mana mungkin seorang Tristan nyesal." Dia tertawa dingin, pasti nanti ia akan menjadi seseorang yang menelan saliva-nya sendiri.


Benar kata Larissa kawan gue gila semua batin Kevin.


"Lo kok dekat sama dia sekarang?" tanya Tristan pada Kevin.


"Engga ada, biasa aja." Kevin mengangkat bahu tidak tahu.


Tristan mematikan api untuk menyalakan rokoknya, ia menghembuskan nafas setelah menghirup panjang benda yang selalu membuatnya tenang itu. "Dia jadi aneh. tidak seperti dulu."


Tristan menyipit tajam. "Dia natap lo engga jauh beda dari natap sampah."


"Mungkin dia berubah." Kevin tidak terlalu mau berpikir terlalu dalam, dia juga tidak ada waktu untuk itu. "Sebenarnya gue juga engga percaya, tapi kemarin dia datang ke Dojo Kakek.


"Ngapain?" tanya Tristan.


"Katanya sih mau join namun sepertinya tidak jadi, Adrian ada disana dan dia kan lagi dalam fasa menghindari Adrian."


"Adrian juga sih yang aneh." Tristan memperhatikan Larissa yang sedang menunggu angkutan umum. "Dia mengigit lidahnya sendiri."


"Mungkin Adrian suka Larissa."


Tristan terkekeh geli. "Mungkin, sayangnya Larissa tidak menyukai Adrian"


Tristan menatap Kevin dengan pandangan geli. "Lo sadar gak sih."

__ADS_1


"Apa?" tanya Kevin tidak mengerti.


"Dia itu naksir lo."


Kevin terdiam untuk sejenak kemudian ia tertawa kecil. "Engga mungkin lah, lo yang paling tahu seberapa benci tuh cewek sama gue."


Tristan tersenyum manis hingga kedua matanya menghilang dan membentuk dua garis melengkung. "Kalau dia suka lo gimana?"


"Yah gue tolak" Kevin tidak mungkin bersama Larissa


"Gue juga udah punya Mikayla "


Mikayla adalah nama dari pacar Kevin.


"Lo tahu dari dulu gue engga pernah setuju lo sama Mikayla" Tristan mengetik sesuatu di layar ponselnya


"Kenapa?" tanya Kevin.


"Karena dia engga baik buat lo." Tristan tertawa.


"Pura-pura polos padahal sebenarnya dia lebih mengerikan dari apa yang lo lihat." Dia menyeringai.


"Gue engga akan kasih tahu karena lo pasti tidak percaya, silahkan tunggu aksinya sendiri."


Kevin terdiam seribu bahasa.


Larissa duduk di depan sebuah swalayan, di atas meja terdapat benda-benda yang baru saja ia beli untuk mengobati lukanya. Begitu sulit merawat luka di wajah dengan tangan sendiri, la terpaksa harus menggunakan kamera ponsel sebagai cermin nya, mengobati sendiri, meringis sendiri, dan melamun sendiri.


Dia benar-benar jomblo akur.


"Hah" Larissa menghela nafas berat, ia menatap langit malam yang indah "Mau hidup dimana pun kenapa tidak ada yang mau jadi teman gue."


Dor!


"Huwa!" Larissa menjerit keras, seseorang tiba-tiba menepuk pundaknya.


"Hai Larissa!"


Dia adalah Mikayla, pacarnya Kevin.


"Dari jauh gue liatin lo lesu banget, ada apa?" Gadis itu duduk di hadapan Larissa, ia membeli banyak makanan. "Oh yah gue Mikayla masih ingat, kan?"


Larissa mengangguk, sebenernya engga untungnya gadis itu memperkenalkan dirinya sendiri. "Pacarnya Kevin."


"Bingo!" Mikayla mengedipkan sebelah matanya. "Habis darimana?" Dia memberikan Larissa sebatang cokelat dan gadis itu menerimanya.


"Thanks." Larissa membuka bungkus cokelat nya. "Dari Sekolah, gue tadi kena ceramah."


"Oh iya, gue tadi lihat lo di cafe juga. Mikayla tersenyum manis. "Gue tadi ada disana."


"Oh yah, tadi gue ke cafe makan doang bentar. Larissa memicingkan matanya. entah kenapa ia dapat merasakan niat buruk dari nada suara gadis itu.


"Lo bilang habis dari sekolah?"


Larissa menatap gadis itu. "Iya memang gue lupa cerita"


Mikayla tertawa kecil. "Lo tahu gue dan Kevin itu sahabat dari kecil, kami berpacaran setelah saling memendam perasaan selama 10 Tahun."


"Oh ya." Larissa mengangguk mengerti.


"Kevin itu baik pada semua orang."


Larissa mengangguk saja.


Mikayla mengepalkan kedua tangannya. "Yaudah itu aja." Gadis itu bangkit. "Sampai bertemu lagi." Dia melangkah pergi.


"Bye!" Larissa melambaikan tangannya.

__ADS_1


Mikayla masuk ke dalam mobilnya tanpa membalas lambaian Larissa.


Nada suaranya baik namun gestur tubuh dan aura nya tidak Larissa tertawa kecil "Cemburuan."


Larissa menopang dagu, ia menggigit cokelat terkahir nya.


"Domba kecilnya Jackson, lama tidak jumpa." Jackson tiba-tiba muncul dan duduk asal di kursi yang sebelumnya Mikayla duduki.


"Kenapa sih? Gue engga bisa menyendiri satu hari aja," ketus Larissa, dia ingin berteman tapi, jangan salah satu dari mereka yang gila ini.


Jackson mengetuk-ngetuk jemarinya dia atas meja, pria itu menatap Larissa lekat-lekat. "Lo makin berisi yah."


Larissa terdiam, ia menatap perutnya yang masih rata. "Mana ada!" serunya tidak terima


"Larissa itu pendiam, pemalu, manis, lucu, tidak kasar, tidak suka sendiri, makan juga harus ditemani, dia suka dengan barang-barang mewah dan dia tidak pernah melawan perkataan Jackson."


Ada apa dengan pria ini?


Larissa berdiri, ia melangkah pergi tapi. Jackson mencekal lengan nya.


"Lo siapa?"


Gawat, ini benar benar gawat.


"Gue Larissa. Lepasin gue, jangan aneh-aneh deh!"


"Jujur sama gue, apa yang terjadi? Apa yang Adrian lakukan padamu" Jackson menatap lekat-lekat mata Larissa.


"Kenapa tiba-tiba peduli?!" Seru Larissa keras, dia melangkah mundur menjauh dari pria itu.


"Waktu gue demam sendirian di kosan yang mirip gubuk itu tidak ada yang peduli sama gue! Lo, Adrian, Tristan, Eric! atau siapapun itu tidak ada yang bakalan peduli!"


"Gue mati sendirian" Larissa mengepalkan kedua tangannya. "Lo juga engga pernah peduli sama gue"


Apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba ia menangis?


"Larissa?" Jackson mendekati gadis itu, namun Larissa melangkah mundur.


"Kenapa kamu membuang ku?" Ingatan ini.


Ingatan siapa ini?!


"Kamu meninggalkan ku lalu kamu membuang ku, kamu mengusir ku! Kamu menyalahkan diriku dalam semua hal padahal aku sudah memberikan segalanya padamu! Kamu yang pertama mengajari ku banyak hal! Tapi setelah semua ini kamu berharap agar aku masih tetap menjadi Larissa mu?!"


Perutnya mual


Larissa memegangi kepalanya yang terasa sakit


"Ada apa? Kamu kenapa?!" Jackson memegangi kedua bahu gadis itu.


"Tidak! Tidak! Tidak!"


Sakit! Ini sangat sakit!


Semua ini adalah ingatan dan perasan Larissa sebelum ia masuk ke dalam tubuh ini mendobrak isi kepalanya dan menghancurkan kewarasannya.


"Larissa!" Jackson menangkap tubuh Larissa yang hampir saja jatuh ke tanah.


Gadis itu pingsan.


...****************...


...GIMANAAAA? KETAHUAN GAK NIHHHH?...


...HHAHAHAHAHA SANS AJA DULUU....


...TERIMA KASIH YA KARENA UDAH MAU SINGGAH DI LAPAK AKU....

__ADS_1


...SARANGBEYOOOO SEMUAAA ❤️...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2