CRAZIEY

CRAZIEY
Bab 04


__ADS_3

Larissa adalah gadis yang bodoh, dia bahkan tidak pernah masuk 20 besar Rangking dikelas.


Selalu menyontek ketika Ujian, tugas-tugas yang ia kerjakan juga selalu salah, prinsip Larissa tentang tugas hanya satu dan itu adalah dia akan tetap mengerjakan meskipun itu salah. Ketika ia berpacaran dengan Eric, laki-laki itu akan membawanya ke tempat-tempat kliennya berada, disana tugas Larissa hanya menemani Eric dan memperkenalkan diri sebagai pacar Eric.


Eric menjadikan Larissa pacarnya karena sedang dalam keadaan yang genting dan gadis itu datang di saat yang tepat ketika ia membutuhkan seseorang sebagai Tameng. Dulu ada seorang Stalker yang selalu mengikutinya kemana-mana tentu saja Eric tidak nyaman dengan hal ini, puncaknya ketika Stalker itu memotretnya semasa ia sedang berganti pakaian.


Karena kesal Eric mencari pacar sewaan dan kebetulan Larissa mau menerimanya dengan syarat.


Gadis itu juga tidak akan baper dengannya, selama ia membayar dan memenuhi kebutuhan Larissa.


"Mau cermin?" Eric memberikan cermin kecil yang selalu ia simpan di sakunya.


"Untuk apa?" Gadis itu bertanya bingung.


"Biar lo bisa ngaca, kan memang bodoh."


Larissa menatap Eric dengan pandangan terluka, ia syok berat. "Lo! Meremehkan gue! Gue ini juara satu umum dalam...."


Astaga itu kan dia di kehidupan sebelumnya bukan sekarang.


"Dalam mimpi?" sambung Eric wajahnya yang menyebalkan sekali.


"Iya!" Larissa tertawa miris.


"Dalam mimpi." la lupa Larissa asli ini adalah gadis yang bodoh.


Eric mendengus, terang-terangan sekali ia mengejek Larissa. "Lo salah makan atau apa? Kok berubah banget, seingat gue waktu lo pacaran sama gue lo engga seimut ini." Eric menopang dagu, menatap gadis itu penuh selidik.


Larissa tersedak makanannya, kenapa pria-pria ini pada peka semua.


"Hm gue kemarin sakit." cerita Larissa.


"Terus?" Kejam sekali mereka tidak ada yang khawatir padanya.


"Gue kena demam tinggi, mungkin karena effect itu gue agak berubah rasanya kayak mau mati." Padahal memang udah mati.


"Oh." Eric meminum Susu Kotaknya sembari melihat Larissa makan. "Cara makan lo juga udah beda."


Bisa gak sih gak usah buat gue jantungan! Batin Larissa.


"Jadi lo mau gue makan pakai kaki gitu?" Ketus Larissa.


Eric tertawa geli. "Coba aja, biar nanti gue bisa videoin kasi viral, lumayan juga tuh bisa buat lo terkenal."


Larissa mendumel kesal. "Eric lo engga benci gue sama sekali?"


"Untuk apa?"


"Karena jadi pelakor.”


"Dih, lo nya aja yang sombong engga mau ngobrol sama gue." Eric ingat sejak mereka putus ia sering mengajak Larissa ngobrol tapi gadis itu selalu menolak katanya la takut Adrian cemburu, padahal Adrian sama sekali tidak memiliki perasaan khusus pada Larissa.


"Iya ya." Larissa asli sangatlah bodoh.


"Bukan cuma gue sih, mantan-mantan mangsa lo kan banyak yang nyari dan semuanya lo tolak."


Mudah-mudahan mereka tidak mencarinya lagi.


"Modal lo berapa?"

__ADS_1


Larissa menatap Eric serius. "10."


Eric manggut manggut. "Mau yang cepat tapi dikit atau lama tapi banyak?"


"Kedua." Larissa tidak butuh uang cepat-cepat. "Gue serahin semuanya ke lo, bebas mau di apain."


Eric tersenyum geli. "Percaya banget lo sama gue."


"Percaya dong, lo kan mantan terbaik gue." Dia berkata seperti itu karena hanya Eric mantan Larissa asli yang ia kenal.


Eric terdiam. "Bukan si Jackson yang terbaik?"


"Hah? Siapa?" la bahkan tidak mengenalinya.


Eric tertawa. "Pakai pura-pura lupa segala"


Dia beneran engga ingat.


"Transfer ke gue uangnya, kalau cair gue bakalan berhenti bayar uang sekolah lo."


"Kok gitu?!"


Eric menyeringai. "Gue bayar karena lo engga ada uang, tapi sekarang lo ada uang dan dengan bantuan gue uang lo engga akan habis jadi gue berhenti." Dia angkat tangan.


Larissa manggut-manggut. "Iya deh, makasih untuk semuanya."


"Ganti dong."


Larissa menendang tulang kering Eric. "Baru dapat duit udah di palak."


Eric meringis, tendangan gadis itu sangat menyakitkan. "Lo dapat duit darimana? Biasanya habis juga buat beli bayi-bayi lo itu." Bayi-bayi yang dimaksud Eric adalah barang-barang bermerek milik Larissa.


Air yang baru masuk ke mulut Eric langsung tersembur keluar. "Apa?!"


Larissa mengambil tisu dan mengusap wajahnya yang tersembur hujan lokal Eric. "Udah gue jual."


Refleks Eric memegangi dahi dan leher gadis itu, hangat. "Lo engga gila kan?"


"Ish! Gue udah klepek-klepek aja dari pagi." Tadi Devano dan sekarang Eric, habis ini siapa lagi coba?.


"Wait, are you really sold all of your precious baby?"


Larissa mengangguk. "How many times do I have to say that I really sold everything about it."


Sekarang Eric lebih syok lagi. "You speak English?"


"Yes, what's wrong with that?"


"Lo Larissa kan?" Eric tidak percaya, gadis bodoh dalam semua hal itu bisa berbahasa Inggris.


Larissa menghela nafas. "Capek ah! Gue Larissa anjritttt!"


Eric bertepuk tangan. "Kalau lo sepintar ini gue engga akan malu jadi pacar lo, ayok balikan."


Larissa menyeringai. "10 juta sehari, berani bayar?"


"Bayar kembali semua hutang uang sekolah lo ke gue."


"Wleeeeee maaf ya Eric!" jerit Larissa.

__ADS_1


...***...


Pulang Sekolah Larissa menghampiri Mading Sekolah untuk mencari informasi tentang Kosan bagus di dekat sini. Kalau bisa ia tidak mau jarak kosannya terlalu jauh dengan Sekolah, ia berharap bisa menemukan kosan yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki jadi kalau ada apa-apa ia bisa dengan mudahnya untuk mampir pulang.


"Beneran turun kasta dia."


"Iya beneran turun"


Perkara engga pakai make-up menor dan barang murahan dalam satu hari ini ia selalu diejek turun kasta. Ingin sekali gadis itu menyombongkan diri, dia tidak turun kasta uangnya banyak nih di ATM mungkin uangnya lebih banyak dari uang jajan semua orang yang ada di Sekolah ini kecuali uang jajan yang dimiliki oleh Adrian dan Eric.


"Lo bertiga mau apa?" Mereka adalah teman-teman Kaitlyn.


Nadra, Haura, dan Elvina.


"Lo engga ada harga dirinya yah? Udah.. berapa gue bilang jauhi Adrian, dia sama Kaitlyn masih pacaran dan kesalahpahaman mereka juga sudah terselesaikan!" ketus Nadra, gadis itu pernah mengurung Larissa di tandas sekolah dengan alasan agar ia tidak jadi jalan bersama Adrian.


"Gue udah putus dari dia, masalahnya apa lagi?" balas Larissa.


"Putus? Terus tadi pagi di Kantin kenapa kalian makan bareng?" Haura bahkan ikut menyudutkan Larissa, gadis ini pernah meletakkan lem di rok Larissa agar gadis itu tidak berupaya untuk mengganggu Adrian.


"Hell no! Gue makan sendiri dan dia tiba-tiba duduk di meja gue! Udah deh yah daripada lo bertiga koar-koar engga jelas lebih baik bantuin gue buat milih kosan yang paling dekat dengan sekolah! Lo ngekos dimana El?" tanya Larissa pada gadis pendiam itu, di novel pernah dikatakan bahawa Elvina itu ngekos di kawasan belakang sekolah.


Elvina mengangguk. "Aku ngekos di belakang sekolah, disana ada rumah bertingkat gitu, pemiliknya buka kos yang khusus hanya untuk cewek, kalau kamu mau nanti aku bantu bilangin."


"Elvina!" Nadra dan Haura mendelik galak.


"Kenapa?" tanya Elvina polos, gadis itu memang terlalu lugu, disaat ketiga temannya menyakiti Larissa, ia hanya diam dan bertanya-tanya untuk apa mereka melakukannya, kasihan Larissa.


"Lo teman dia atau Kaitlyn?" ketus Haura


"Kaitlyn dong, dia kan selalu beliin aku Cake."


"Terus ngapain bantu dia?" Nadra menunjuk Larissa dengan kasar.


"Yah karena dia nyari Kosan." jawab Elvina


Nadra dan Haura langsung menarik Elvina untuk pergi.


"Kamu pergi ke belakang sekolah aja, lewat gang samping dekat kantor satpam!" seru Elvina.


Larissa melambaikan tangan dengan anggun. "Oke, makasih yah!"


"El jangan bicara sama Pelakor!"


Galaknya.


...****************...


...AYOKKK COBA TEBAK UDAH BERAPA SEMUA TOKOH GADIS DAN PRIA YANG UDAH AUTHOR SEBUTKAN DARI EPISODE PERTAMA? 🤔...


...SIAPA YANG PALING AWAL MENGUTARAKAN JAWABAN BENER BAKALAN DAPAT SUPRISE NIHH 🥰...


...BTWW MAKASIHH YA UDAH MAU MEMBACA KARYA AUTHOR...


...DAN MAAF UNTUK SEMUA KESALAHAN...


...SARANGBEYOOOO SEMUAAA ❤️...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2