CRAZIEY

CRAZIEY
Bab 06


__ADS_3

Adrian Gila! Benar-benar sangat Gila!


Ketika Larissa mengatakan dia datang ke Mall untuk beli beberapa helai baju dan pria itu langsung membawanya ke toko mahal yang Larissa kunjungi di awal tadi dan secara acak mengambil semua pakaian yang terlihat bagus di matanya, tanpa melihat harga ia memborong semuanya seperti membeli Cilor di tepi jalanan.


Larissa merasa kecil sekarang ternyata uang yang ia miliki tidak seberapa dengan uang harian yang dikeluarkan Adrian setiap harinya. Gadis itu mengerti sekarang kenapa Kaitlyn tidak mau putus dari Adrian dan jatuh cinta padanya, Adrian adalah pria yang royal kepada wanita, kira-kira apa saja yang dibelikan Adrian pada Kaitlyn ketika mereka masih dalam tahap bucin-bucinnya.


"Semuanya berapa Mbak?" tanya Larissa pada pegawai toko yang tersenyum kesenangan.


"Sekitar ******** mbak." Mari kita sensor untuk kepentingan bersama.


Harganya membuat Larissa hampir pingsan pokoknya, kalian tidak boleh tahu.


"Tulis alamat kosan lo." kata Adrian.


Larissa menuruti perkataan Adrian, siapa bilang ia akan menolak pastinya Larissa akan terima semuanya, dia bukan cewek munafik "Nanti engga bakalan lo tagih ke gue kan?"


Adrian menatap Larissa sinis. "Kartu ini bahkan bisa beli Mall tempat lo berdiri."


Dia menunjuk Black Card yang dimilikinya kepada Larissa.


"Wahhhh!" Larissa terkagum-kagum


bukan hanya gadis itu tapi semua pengunjung dan pegawai toko itu juga di buat kagum.


"Antar ke alamat ini."Adrian memberikan alamat Larissa kepada pegawai toko tersebut.


"Baik Tuan, semuanya akan diantarkan dengan selamat"


Larissa yang masih linglung dibawa pergi oleh Adrian, ia menyeret gadis itu seperti kain pel pada umumnya.


Kalau kalian mencari Ethan, kanak-kanak pria itu sedang bermain di Timezone setelah makan siang, maklumlah anak SMP lagi di masa aktif-aktifnya.


Eh tunggu dulu!


Sepertinya Larissa melewatkan sesuatu


"Gue pulang deh." Larissa melepaskan tangannya dari genggaman Adrian.


"Kenapa buru-buru?" Adrian tentunya tidak akan membiarkan gadis itu pergi begitu saja.


"Gue lupa kita udah putus." Larissa berlari pergi.


Adrian ingin mengejarnya tapi suara seseorang mengurungkan niatnya.


"Adrian! Kamu ke Mall kok engga ngajak-ngajak aku! Aku dengar dari Ethan kamu beli baju untuk Larissa kan?"


Ethan nyengir, bocah SMP itu datang bersama Kaitlyn.


"Iya, emang kenapa?" Adrian adalah laki-laki yang jujur.


"Kenapa sih? Kamu kan udah putus dari dia? Kok masih dekat dekat?" Kaitlyn mendumel kesal.


Adrian mengangkat bahu tidak tahu. "Kamu sama siapa kesini?" Ia mengelus rambut gadis itu lembut.


Mendapatkan perhatian dari Adrian gadis itu langsung luluh, ia memeluk lengan pria itu dengan erat. "Sendiri, aku juga mau belanja baju dong."


Pria itu mengangguk. "Mau kemana?"


Kaitlyn tersenyum senang, ia menarik tangan Adrian dan membawanya masuk ke toko yang sebelumnya ia kunjungi bersama Larissa. "Ada baju keluaran terbaru.".


"Tuan, apa ada keperluan lain?" tanya seorang pegawai wanita.


Adrian menggelengkan kepalanya. "Cewek gue mau belanja." Dia memberikan kode agar pegawai itu diam dan tidak banyak berbicara.


Sepertinya pegawai itu mengerti maksud Adrian, sekarang rasa kagum karena Black Card tadi langsung hilang, sekaya apapun pria jika ia berselingkuh selalu rendah di mata para wanita. "Silahkan Nona, kami akan menunjukkan baju keluaran terbaru yang kami punya."


"Bang beliin gue ini!" seru Ethan, ia menggunakan sesuatu di kepalanya.


Adrian memasang raut wajah datar.

__ADS_1


"Sok imut anjing." Ia menarik bandana itu dari kepala Ethan.


"Gue memang imut, wlekkkk!" Ethan menjulurkan lidahnya.


Seharusnya jika sesuai dengan alur novel Adrian itu bertemu dengan Antagonis wanita dan kebetulan sekali Kaitlyn juga bertemu dengan Adrian. Larissa tidak memiliki adegan dan dialog di mall bersama Adrian mungkin karena kehadirannya yang tidak sesuai alur novel terjadi sesuatu yang bersinggungan dengan karya aslinya.


Larissa menghela nafas, ia duduk di kursi dekat parkiran motor. "Entah apa yang akan terjadi tapi gue engga peduli."


Larissa bermain dengan Instagram nya, ia ingin melihat bagaimana kehidupan Larissa di media sosial. Akun Media Sosial Larissa tidak terlalu terkenal, privat, dan memiliki follower sekitar 5k orang dan rata-rata banyak Cogan yang mengikutinya, mungkin mereka adalah mangsa Larissa yang sebelumnya.


"Upload foto ah."


Ia mengambil foto ketika Makan Siang bersama Adrian dan Ethan.


Larissa mengerutkan keningnya, tiba-tiba nomor yang tidak dikenal menghubunginya, karena penasaran ia mengangkatnya. "Halo?"


"Ah...Ah...Ah...Ah..."


"AhAh...Ah....


"Gue tutup yah Bye!" Orang mesum dari mana ini.


"Tunggu! Sorry but wait!"


Larissa menjauhkan sedikit telinganya, suara laki-laki itu besar sekali.


"Apa?!" bentak Larissa, galak.


"Kamu ingat aku gak?"


"Gak"


"Ini aku loh! Jackson!"


Oh mantan terbaiknya!


"Ya eh engga dong gue mantan terbaik loh!"


"Ihhhhhh... engga! mantan terbaik gue itu Eric. Lo butuh apa? Cepat jawab dalam 3 detik kalau engga..."


"Iyal Iyal Sabar dong! Gue lihat foto yang lo upload dan gue juga ada di Mall itu sekarang. Mau ketemu di gak? Gue beliin sesuatu deh."


"Gue lagi engga butuh apa-apa sih." Semua keperluannya sudah terpenuhi.


"Apapun itu gue beliin but please baby i wanna see u."


"For what?"


"Kamu bisa ngomong English?"


Larissa memutar bola mata jengah. "Iya, gue baru bangkit dari kematian terus tiba-tiba jadi pintar.".


"Oh bisa gitu." Jeda sejenak. "Coba kamu lihat ke samping kanan kamu."


Larissa melihatnya.


Seorang pria tinggi, badan berisi, dan tampan tersenyum manis dengan tangan yang melambai padanya.


Sialan! Semua cowok di dunia ini kok kelihatan ganteng banget sih bagst!


Larissa mematikan sambungan telepon tanpa aba-aba gadis itu langsung lari!!!!


"Wait! Larissa!" Pria itu tentu saja panik, ia langsung mengejar Larissa yang sudah berlari cukup jauh.


"Ah! Jangan ganggu guel Hidup gue dah ribet! Tolong jangan buat tambah ribet!" seru Larissa.


"Tunggu dulu! Gue cuma mau ngomong!" seru pria yang Larissatidak tahu namanya siapa.


Larissa berlari mengelilingi parkiran motor, ia tidak bisa pergi begitu saja dan meninggalkan motor milik Bunda Mawar yang ia pinjam dengan baik.

__ADS_1


Tapi sepertinya nasib naas selalu menghampiri gadis itu...


la tersandung pembatas parkiran dan


hampir saja jatuh jika pria itu tidak menangkap tubuhnya.


Larissa tertangkap.


"Got you babe." bisik pria itu dengan nafas ngos-ngosan.


"Lepasin gue."


"Nanti lo lari."


"Engga, cepat lepas."


Pria itu melepaskannya dan Larissa kembali mencoba kabur.


"Ponsel kamu di aku loh."


Langkah kakinya berhenti, Larissa berbalik arah untuk melihat wajah tengil pria itu.


"Hp gue yang merek Xioami lebih rendah derajatnya dari boba lo! Kenapa diambil?" tanya Larissa, dengan terpaksa ia mendekati pria itu.


"So you wanna iPhone? I can buy it if you want to."


"No, I wanna go home."


"Home with me?"


"No."


"Won't go home without you."


Larissa merenggut kesal. "Mau lo apa sih?!"


"Mau ngobrol sama lo sayang," katanya.


Larissa merinding. "Jangan panggil gue sayang, geli."


"Babe"


"Kayak manggil Babi."


"Baby?"


"Gue bukan bayi."


"Jadi apa dong?" Pria itu sabar sekali menghadapi sikap Larissa.


"Terserah ah!" Larissa pergi untuk mengambil motornya.


"Mau kemana?" Jackson mengikuti langkah gadis itu.


"Ngamen." Larissa menjawab asal.


Jackson tertawa kecil. "Aku ikut dong, kalau bawa aku pasti bisa dapat banyak uang."


Mereka berdua berjalan bersama.


...****************...


...TERIMA KASIH YA SEMUA UDAH MAU BACA KARYA AKU....


...MAAF UNTUK SEMUA KESALAHANNYA....


...SARANGBEYOOOO SEMUAAA ❤️...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...

__ADS_1


__ADS_2