Crazy Detective

Crazy Detective
Bab 10


__ADS_3

Agrhhh!!!


Teriakan seorang gadis yang sangat menggema diruangan itu, bahkan dia menangis sampai air matanya sudah tidak keluar lagi.


"Ampun, tolong ampuni aku."Bahkan suaranya nyaris tidak terdengar.


Dagh


Agrhhh!!!


"Hahaha!!! Bagaimana? Ini sungguh menyenangkan hahaha. Aku akan membiarkanmu istirahat sebentar, lalu kita lanjutkan lagi kesenangan ini."


Pinky memukul kaki gadis itu menggunakan palu, bahkan darah sudah mengalir dilantai.


Gadis itu sudah sedikit pusing karena banyaknya darah yang keluar. Pinky mengambil makanan dan diletakkan didepan gadis itu,"Nah makanlah supaya kamu punya tenaga lagi!"


Gadis itu langsung makan karena dia takut jika tidak menuruti apa perkataan Pinky dia akan mati. Dia juga sudah disana 2 hari dan baru dikasih makan hari ini.


Pinky tersenyum melihat mainannya makan dengan lahap, dia berdiri dan berjalan kembali ke arah monitor-monitornya sambil bersiul.


Lalu dia menatap ke sebuah kaca yang disana didalamnya terdapat jari kelingking yang sudah dia awetkan, dijari kelingking itu terpasang juga cincin.


Pinky menatap gadis itu yang sudah selesai makan. Dia lalu berjalan kembali ke gadis itu, gadis itu kembali beringsut ketakutan.


"Apa makanannya enak? Pasti enak karena kamu menghabiskan semuannya, gadis yang pintar," Puji Pinky lalu mengelus pipi gadis itu, kemudia beralih ke belakang kepala lalu menjambak rambutnya sekuat tenaga.


"Am.. pun...!" Ucap gadis itu terbata.


Pinky tersenyum mengerikan, lalu dia mengayunkan palu ke arah kepala gadis itu. Darah keluar dari kepalanya, gadis itu hilang kesadaran atau mungkin lebih tepatnya mati.


"Hahahahahaha!" Suara tawa yang sangat menggelegar yang terdengar mengerikan. "Mati kau! Mati kau! Mati kau!!" Pinky mengucapkannya sambil memukul-mukulkan terus menerus palu tersebut ke kepala gadis itu. Bahkan kepalanyapun sampai sudah tidak berbentuk lagi.

__ADS_1


Pinky mengambil gergaji mesin lalu memotong jari kelingking gadis itu, dia tersenyum puas karena malam ini dia kembali bersenang-senang.


Setelah itu dia bersiul-siul kembali sambil membersihkan jari kelingking yang baru saja dia dapatkan.


Setelah membersihkannya, dia meletakkan jari itu dikaca yang memang sudah berada disana. Lalu Pinky berjalan kembali ke arah gadis itu, dia memasukkannya ke dalam plastik sampah.


Dia memasukkannya secara santai dan tidak tergesa-gesa, bahkan Pinky sambil sedikit bersenandung. Setelah semuannya masuk ke dalam kantong, Pinky tidak langsung membuangnya. Dia hanya meletakan gadis yang sudah menjadi mayat itu begitu saja diruangannya.


...****************...


Seminggu kemudian, Daniel dan Jane menjalani harinya seperti biasa yaitu bekerja. Kasus pembunuhan yang sedang mereka tangani seret karena tidak adanya jejak maupun bukti.


Dimarahi oleh atasan sudah menjadi makanannya setiap hari setelah menerima kasus tersebut.


"Telah ditemukan 2 mayat di TPA Huam-dong," Ucap Jimin memberitahu rekan-rekannya.


Tim Daniel langsung meluncur ke TKP, Daniel mengacak-acak rambutnya, 2 kasus belum bisa dipecahkan tetapi sudah ada pembunuhan lagi.


Sesampainya diTKP sudah ada polisi yang berjaga disana, bahwa warga juga ada disana untuk menonton.


Daniel menyusuri TKP, pihak forensik juga sudah datang. Daniel menemukan koin logam tidak jauh dari mayat ke 2. Dia memakai kaus tangannya dan memasukkan koin tersebut ke dalam plastik.


Daniel menyusuri lagi tetapi sudah tidak menemukan apa-apa. Dia menyerahkan bukti tadi ke pihak forensik, siapa tahu disana ada dna si pelaku.


Di TPA itu tidak ada cctv sama sekali, jadi dia hanya mengandalkan hasil dari forensik.


2 hari kemudian hasil dari forensik sudah keluar, Daniel dan Jane menuju ke NFS untuk melihat hasilnya.


Sekarang Daniel sudah memegang amplop coklat, dia membukanya dan membaca di sepatu dan koin terdapat DNA.


Daniel dan Jane tentu saja senang karena akhirnya mereka bisa menangkap pelaku."Akhirnya kita bisa menangkap pelakunya." Ucap Daniel sambil berjalan keluar diikuti Jane dibelakangnya.

__ADS_1


Mereka berdua akan kembali ke kantor polisi terlebih dahulu untuk rapat tim. Tentu saja mereka harus melakulan rapat untuk mengatur strategi karena pelaku pasti sudah menyadari jika dia sudah ketahuan.


Pelaku psikopat biasanya adalah orang-orang yang cenderung jenius dan manipulatif.


Sesampainya dikantor Daniel langsung menyuruh Jimin mencari informasi tentang Lee Jun Ki. DNA yang berada dikoin dan sepatu menunjukkan jika itu DNA milik seorang yang bernama Lee Jun Ki.


Jimin fokus dengab komputernya dan kelima orang sedang menunggu informasi darinya.


"Lee Jun Ki lelaki umur 28 tahun bekerja disalah satu restoran di kawasan Yonsan, yaitu restoran cepat saji. Ia di Yongsan hanya tinggal seorang diri, orangtua dan kedua adiknya berada di Busan. Dia tinggal di atap restoran tersebut. Dia memiliki catatan kriminal pencurian dan tindakan percobaan pemperkosaan." Jelas Jimin membacakan informasi tentang siapa Lee Jun Ki.


Setelah mendengarkan penjelasan Jimin tim yang dipimpin oleh Daniel itu bergerak cepat, hanya Jimin yang ditinggal di kantor karena dia bagian informasi.


Mereka menuju Yongsan menggunakan 2 mobil patroli, mereka langsung ke restoran tempat Lee Jun Ki bekerja.


Sesampainya disana restoran terlihat sedikit ramai, Daniel masuk dan langsung menuju kasir. Disana ada perempuan setengah baya.


"Permisi ahjumma, apakah benar Lee Jun Ki bekerja disini?" Tanya Daniel langsung, ahjumma tersebut tampak bingung. Melihatnya bingung Daniel mengeluarkan id cardnya.


"Ya benar, ini ada apa ya?" Tanya ahjumma tersebut dengan sedikit ketakutan.


"Lee Jun Ki adalah tersangka pembunuhan yang terjadi 2 hari lalu. Apakah Lee Jun Ki ada?" Sekarang giliran Jane yang bertanya sambil cekingak-celingkuk.


"Lee Jun Ki ijin pulang ke Busan sudah 3 hari yang lalu."Jelas ahjumma tersebut.


"Apakah ahjumma tahu detail alamatnya di Busan?" Tanya Daniel kembali. Ahjumma tersebut menggelengkan kepalanya.


Jane mengambil handphone untuk menghubungi Jimin,"Jimin, cari tahu alamat Lee Jun Ki di Busan sekarang!"


Daniel dan Jane keluar dari restoran lalu mengabari rekannya yang berada diluar restoran. Mereka langsung masuk ke dalam mobil menuju Busan sambil menunggu alamat yang sedang dicari oleh Jimin.


Daniel membunyikan sirine untuk bisa menjalankan mobilnya dengan kecepatan. Jane mengecek handphonenya yang bergetar, itu adalah pesan dari Jimin. Lalu Jane mengetik sesuatu dilayar monitor mobil untuk menunjukkan arah.

__ADS_1


"Kena kau akhirnya!" Ucap Daniel sambil membelokkan setirnya. Dia senang akhirnya pelaku pembunuhan sudah diindetifikasi meskipun masih tersangka.


Tetapi dengan perginya Lee Jun Ki untuk kembali ke kampungnya itu sudah cukup mencurigakan bagi kepolisian, apalagi hanya ada DNAnya disana kecuali ke 2 korban.


__ADS_2