
Sekarang Jane, Daniel, dan ibu Dami sedang di ruang makan. Jane membeli banyak sekali makanan.
"Eommonim, besok ke night market yuk." Ajak Jane.
Ibu Dami menaruh garpu dan sendoknya disamping piring,"Boleh, tetapi malam ini kamu harus tidur disini, besokkan juga libur jadi kita bisa berangkat bersama dari sini itu lebih menghemat waktu" Balas ibu Dami.
"Ahh eommonim, aku tidak membawa baju ganti untuk menginap,"Ucap Jane sambil memanyunkan bibirnya, lalu disentil oleh Daniel.
Jane menatap tajam ke arah Daniel sambil mengusap-usap bibirnya,"Kan banyak itu dilemari baju masih baru."Kata Daniel sambil memasukkan makanan ke mulutnya.
Jane menyipitkan matanya,"Kenapa oppa menyimpan baju wanita? Apakah oppa berencana akan menikah dalam waktu dekat?"
Daniel tersedak oleh makanannya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Jane, ibu Dami tertawa terbahak-bahak."Siapa yang mau menikah dengan pria yang kaku begitu? Benar banyak baju baru dilemari kamar atas, nanti kamu tidur disana. Baju-bajunya pasti kamu juga suka."
...****************...
__ADS_1
Disisi lain June sedang berada di hiburan malam, memang terlalu sore untuk disana. June sedang duduk disebuah meja sendiri sambil menikmati wine. Sudah ada 2 botol kosong disana.
June tersenyum sambil bergumam,"Aku akan bersenang-senang malam ini hehehe."
Waiters disana hanya menggeleng-gelengkan kepala saja. Ya dia sudah tidak asing dengan June karena June adalah pelanggan tetap disana.
"Ada wanita cantik yang sedang top disini apakah kamu mau dia nanti menemanimu?" Tanya waiters tersebut sambil tersenyum dan mengedipkan matanya.
June tertawa terbahak-bahak,"Hahaha, kamu selalu tahu apa yang aku butuhkan."
June berdiri lalu berjalan kearah ruang VIP, karena dia pelanggan tetap disana, dia sudah disediakan ruangan tersendiri kapanpun June akan menggunakannya. June berjalan sedikit sepoyongan karena mabuk, dia melihat jam tangan yang melingkar ditangan kirinya,"Huh masih 2 jam lagi, aku akan tidur saja."
...****************...
Kembali ke rumah Daniel sekarang. Jane sedang menonton televisi sambil memakan makanan ringan. Daniel sedang di ruang kerjanya, kalau ibu Dami sedang membuat jus di dapur.
__ADS_1
Jane tertawa melihat acara televisi tersebut,"Apa yang membuatmu tertawa sampai seperti itu nak?" Tanya ibu Dami sambil membawa 2 gelas jus jeruk.
"Eoh eommonim kenapa membuatkan aku juga? Aku jadi tidak enak hehehe." Ucap Jane sambil membenarkan posisi duduknya.
"Kenapa? Toh itu hanya minuman, kamu belum menjawab pertanyaan eomma." Protes ibu Dami.
"Ah itu eomma lihat, aku sedang menonton running man melihat tingkah Kwang Soo membuat perutku sakit." Jelas Jane sambil menunjuk televisi didepannya. Ibu Dami ikut melihat lalu setelahnya ikut tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa ramai sekali?" Gerutu Daniel yang sedang menuruni tangga dan mendengar 2 orang wanita tertawa terbahak-bahak.
Daniel berlalu berjalan ke arah dapur dan menuangkan segelas air putih lalu meneguknya sampai habis. Dia lalu melihat Jane dan ibunya yang masih sedikit tertawa itu, Daniel berjalan ke arah mereka,"Aku mencoba menghubungi June tetapi tidak dia angkat."
Jane dan ibu Dami mengalihkan perhatiannya dari televisi ke Daniel,"Mungkin cafenya sedang sangat ramai, oppa tahu sendiri jika sudah didapur June akan sangat fokus dan tidak bermain ataupun mengecek handphonenya."
Daniel menganggukkan kepalanya, memang sahabat satunya itu jika sudah sibuk didapur akan sangat sulit dihubungi. Daniel menyenderkan kepalanya dibantalan sofa, akhirnya dia memutuskan untuk ikut menonton televisi. Terdengar suara 3 orang yang tertawa terbahak-bahak. Mungkin jika rumah mereka dikawasan padat penduduk, pasti mereka sudah diprotes warga lainnya.
__ADS_1