Crazy Detective

Crazy Detective
Bab 3


__ADS_3

Jane dan Daniel saling bertatap-tatapan, mereka merasa situasi ini sangat mirip dengan suatu kejadian. Tiba-tiba Daniel melebarkan matanya dan berkata"Bukankah ini sangat mirip dengan pola pembunuhan kucing? Tetesan lilin, ada yang terpotong, mulut berbusa."


Letnan Lee melihat ke arah Daniel setelah mendengar perkataan Daniel"Benarkah?Jika benar seperti yang kamu duga, bisa jadi orang ini adalah psikopat. Mari kita tunggu hasil forensik untuk memastikannya."


Mereka menyusuri sekitaran lokasi untuk mencari bukti, akan tetapi menjelang malam mereka tidak menemukan apapun. Pencarian bukti akan dilanjutkan keesokan harinya.


Daniel pulang ke rumah sambil memikirkan apa yang perlu dia lakukan untuk menemukan bukti, tiba-tiba dia teringat cctv taman. Dia memutar balik kemudinya menunju taman kembali. Bagaimana bisa dia lupa akan cctv, sangat ceroboh.


Daniel langsung berjalan kearah penjaga keamanan taman."Saya detektif Daniel dari kepolisian Seoul." Ucap Daniel sambil menunjukkan id cardnya.


Tanpa basa-basi Daniel langsung bertanya kepada security."Bukankah ditaman ada cctv pak? Bolehkah saya melihat rekaman cctvnya?"


Security tersebut langsung meminta Daniel untuk mengikutinya ke ruangan pemantauan cctv. Security tersebut langsung mempersilahkan Daniel untuk melihat rekaman cctv.

__ADS_1


Daniel sangat fokus melihat layar monitor didepannya. Tiba-tiba dia melihat ada seseorang mencurigakan yang menggunakan hoddie hitam dan topi mendorong bak sampah.


"Apakah cctv dari arah depan taman tidak ada pak?" Tanya Daniel kepada security yang menemaninya.


"Sebenarnya ada, tetapi cctv didepan taman rusak sudah lebih dari 1 Minggu." Jawab security dan Daniel hanya menghembuskan nafas setelah mendengar penjelasannya.


"Saya akan membawa memori card cctv ini sebagai bukti." Ujar Daniel, dan langsung disetujui oleh penjaga keamanan.


Daniel keluar dari pos keamanan taman dan merogoh kantong celananya, dia merasa jika handphonenya bergetar. Ternyata itu adalah Jane yang menunggunya di cafe June.


Sesampainya di Itaewon, terlihat cafe sangat ramai sekali. Daniel langsung memasuki cafe, terlihat karyawan yang sibuk mengantarkan pesanan ke meja pembeli.


Jane yang melihat kedatangan Daniel langsung melambaikan tangannya, Daniel langsung menuju ke meja Jane yang disana sudah ada June si pemilik cafe.

__ADS_1


June memanggil karyawannya yang bernama Soo-he. Soo-he tersenyum ramah kepada teman June karena saking kerapnya mereka berkumpul bersama, jadi mereka sudah seperti teman juga.


"Aku tadi belum memesan apapun karena menunggumu." Ucap Jane sambil melihat Daniel yang dibalas senyuman oleh Daniel.


"Jane eonni dan Daniel oppa mau pesan apa? Seperti biasa atau mau yang lain?" Tanya Soo-he kepada mereka berdua.


"Seperti biasa saja, tetapi berikan porsi jumbo oke." Ucap Jane sambil mengedipkan matanya dan dibalas gelak tawa Soo-he.


Tadi waktu Jane sampai di cafe, June sedang sibuk memasak didapur karena memang hari ini cafe sangat ramai. Sampai-sampai June tidak menyadari kehadiran sahabatnya itu.


June diberitahu Soo-he jika Jane datang, jadi June meminta Hajun untuk menggantikannya memasak.


"Ah aku lupa bertanya. Kenapa kalian datang terpisah?" Tanya June sambil meminum sojunya.

__ADS_1


"Sebenarnya kami tidak ada janji untuk kesini, tiba-tiba saja sepulang bekerja aku ingin ke sini. Dan sesampainya disini aku baru mengabari Daniel untuk menyusul. Mari jangan membahas pekerjaan oke, aku hanya ingin makan malam ini sungguh." Jelas Jane dengan nada serius diakhir kalimatnya, Daniel dan June tertawa mendengar perkataan Jane.


__ADS_2