
2 tahun kemudian.
Daniel sekarang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, dia sekarang bukan tinggal diapartemen lagi tetapi di rumah bersama ibu Dami. Tetapi sesekali dia masih ke apartemen, bahkan kadang Jane masih suka tidur disana.
Daniel membelokkan mobilnya memasuki sebuah rumah yang lumayan megah dengan gerbang otomatisnya.
Daniel memarkirkan mobilnya tepat didepan pinti utama, karena nanti akan ada yang membawanya ke garasi.
Dugh!
Dia menutup pintu mobil dan memberikan kunci kepada sopir pribadi ibunya, lalu Daniel masuk ke dalam rumah. Dia melihat ibunya sedang menonton youtube ditelevisi utama, Daniel berjalan mendekatinya dan langsung duduk disamping ibu Dami.
"Eomma nonton apaan sih?" Tanya Daniel yang langsung meminum minuman ibu Dami, ibu Dami hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya itu.
"Kamu duduk saja diam, lalu ikut eomma menontonnya. Ini menambah wawasan kita meskipun kamu juga seorang detektif." Jelas ibu Dami sambil kembali melihat ke televisi.
"Psikopat adalah menunjukkan perilaku yang menyimpang dan sulit bergaul. Perilaku psikopat sangat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Psychology Today menjelaskan ciri-ciri psikopat pada remaja terlihat dari kondisi tidak adanya empati dan tumpulnya keadaan afektif lainnya.
Seorang psikopat cenderung tidak berperasaan, ketidakmelekatan, dan sangat manipulatif."
Setelah mendengarkan itu Daniel berubah menjadi serius, dia memfokuskan diri kepada televisi dan menajamkan pendengarannya.
"Definisi sebenarnya dari seorang psikopat dalam psikiatri adalah gangguan kepribadian antisosial atau antisocial personality disorder (ASPD). Berikut adalah ciri-ciri psikopat.
__ADS_1
1. Mengalami Kebohongan Patologis.
2. Tidak memiliki penyesalan.
3. Kurangnya empati.
4. Memiliki Pengaruh yang Dangkal.
5. Gaya hidup parasit.
6. Melebihkan diri sendiri.
7. Pandai manipulatif.
9. Tempramental.
10. Suka bullying."
Tiba-tiba ibu Dami mengalihkan pandangannya ke arah Daniel dan berkata,"Apa Jane sangat sibuk sehingga sudah seminggu tidak mengunjungi eomma? Apa dia punya pacar sehingga sibuk dengan pacarnya?"
Daniel menghela nafas beratnya, setiap hari ibunya akan bertanya mengenai Jane. Memang sudah seminggu ini Jane tampak sibuk, bahkan dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan olehnya, dia hanya bertemu saat jam kerja saja,"Daniel juga tidak tahu eomma, Jane terlihat sangat sibuk. Bahkan di kantor jika berpapasan kami hanya akan ber say hi saja."
Tiba-tiba pintu utama terbuka dan orang yang sedang mereka bicarakan datang,"Eomma!!!" teriak Jane sambil berlari ke arah ibu Dami dan langsung memeluknya.
__ADS_1
"Anak nakal! Kamu darimana saja? Bahkan memberikan kabarpun tidak kepada eomma." Kesal ibu Dami kepada Jane.
Jane cengengesan lalu menjawab,"Mianhae eomma, seminggu ini Jane hanya ingin sendiri tidak tahu kenapa."
"Uh segitukah sampai-sampai di kantorpun kamu seperti orang yang tidak mengenalku." Sahut Daniel yang sewot.
"Meski begitu kamu harus mengabari eomma, jangan membuat eomma khawatir." Ucap ibu Dami dan langsung diangguki oleh Jane. Jane menyerahkan papper bag yang berisi makanan.
"Kalian belum makan malamkan? Aku membeli bangak makanan waktu perjalanan kesini." Kata Jane sambil duduk dan memeluk lengan ibu Dami.
Ibu Dami mengelus surai Jane lalu menjawab,"Belum, Daniel juga belum lama sampai rumah. Apa kamu sudah lapar?"
"Biar oppa mandi terlebih dahulu saja eomma, nanti baru kita makan malam bersama." Ucap Jane yang memberikan tanda kepada Daniel supaya ia pergi mandi. Daniel menurut-menurut saja meskipun begitu dia bergerutu.
Jane mengalihkan pandangannya ke televisi didepannya,"Eomma dengan oppa menonton apaan sih? Nonton itu yang menghibur-menghibur saja biar tidak stress."
Ibu Dami menyipitkan matanya,"Sebenarnya kamu seminggu ini kemana jujur dengan eomma!"
Jane yang mendengar itu terdiam sebentar, lalu menjawab"Luca meninggal eomma," Jawab Jane yang matanya langsung berlinang air mata.
"Waktu itu aku pulang dari toserba karena makanan instan dikulkas habis, tiba di rumah Luca sudah tergeletak, aku membawanya ke dokter hewan ternyata memang dia sudah meninggal,"Jelas Jane sambil menangis tersedu-sedu.
Ibu Dami mencoba menenangkan Jane, dia tahu Luca adalah peliharaan Jane yang amat sangat Jane sayangi. Tetapi mau bagaimana lagi yang hidup akan tetap mati entah kapan itu waktunya.
__ADS_1