Crazy Detective

Crazy Detective
Bab 20


__ADS_3

Jane, Daniel dan Jimin sekarang sedang berada ditoserba. Mereka sedang mencoba untuk berpikir jernih,"Bagaimana bisa June menjadi pelakunya?" Kata Jimin dengan wajah yang terlihat berpikir keras.


"Aku juga tidak tahu, sejak aku kenal dengannya tidak ada tanda psikopat pada dirinya. Dia terlihat normal-normal seperti orang pada umumnya." Sahut Jane. Jane sebenarnya pikirannya sangat kalut, kejadian semalam dan fakta June menjadi pelaku membuatnya terguncang.


Daniel dari tadi hanya diam saja, pikirannya entah pergi kemana. Sepertinya ada yang janggal, tidak mungkin June melakukan itu, batinnya aku akan menyelidikinya sendiri secara diam-diam. Daniel meminum colanya hingga habis, lalu mengajak Jane dan Jimin untuk pulang. Mereka sebenarnya ingin menemui June tetapi tidak diperbolehkan entah apa alasannya.


Jane memilih pulang naik taxi dengan beralasan akan mampir ke toserba terlebih dahulu, jujur dia masih tidak percaya apa yang terjadi. Daniel tidak keberatan dengan itu, dia juga memaklumi dan merasa bersalah juga. Daniel tidak langsung pulang ke rumah tetapi pulang ke apartemennya.


Daniel tidak bodoh, dia mengcopy semua bukti yang telah dikantongi oleh polisi. Ya dia juga tahu jika tindakannya ilegal, tetapi dia yakin bahwa sahabatnya tidak mungkin psikopat.


Diseluruh Seoul menampilkan berita yang sama, yaitu pembunuhan berantai 2 tahun lalu polisi salah tangkap. Situs online pecah, orang-orang memberikan reaksinya terhadap kinerja kepolisian.


Dasar tidak becus!!!


Apa kalian ini memang benar bekerja?


Hei! Kemana uang pajakku selama ini jika kerja kalian seperti ini?


Masih banyak lagi ujaran yang netizen berikan kepada kepolisian, itu hanya beberapa saja. Daniel membeli beberapa botol soju terlebih dahulu sebelum sampai di apartemen. Dia juga sudah mengabari ibunya jika hari ini tidak pulang karena lembur.


...****************...

__ADS_1


Disisi lain June sudah didalam sel sekarang tetapi masih dikepolisian Seoul, karena belum adanya sidang putusan. Dia sebenarnya bingung dengan apa yang terjadi, kenapa dia tiba-tiba menjadi tersangka pembunuhan?


Dia sudah memberikan keterangan pada hari kejadian dan selanjutnya, tetapi polisi memiliki bukti kuat bahwa hanya dia orang terakhir yang ditemui korban. Bahkan hanya ada DNA miliknya juga.


Apa mungkin seseorang sedang menjebakku? Tetapi aku bahkan tidak punya musuh, Batinnya.


Perutnya berbunyi, June merasa sangat lapar tetapi tidak berselera. Bahkan Jane mengirimkan chicken kepadanya tetapi belum dia pegang sama sekali.


"Ah disini sangat dingin sekali, aachoo!" Ujarnya lalu bersin. Biasanya dia akan tidur diatas kasur yang empuk, selimut yang tebal, pakaian tidur dari sutera. Mendadak ditidur dikasur lantai, selimut sangat tipis dan bahkan memakai baju tahanan.


Jauh dalam pikirannya June tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi lebih ke bagaimana karyawannya yang bergantung kepada cafenya itu. Karena kejadian ini pasti cafenya akan sepi karena dicap buruk oleh masyarakat. Dia ingin sekali menghubungi Soo-hee untuk tetap menghandle cafe, atau mengubah namanya supaya Soo-hee dan karyawan lainnya tetap bekerja disana. Tidak apa-apa mereka libur dulu 1-2 minggu, begitu pikir June.


"Ayo makan denganku, aku juga belum makan. Aku membeli jjangmyeon tadi didepan." Ajaknya sambil memasukkan 1 porsi jjangmyeong ke dalam sel. June bereaksi, sungguh dia sangat lapar dan tidak bisa dia tahan lagi.


Sebelum memakannya, June melihat Jimin terlebih dahulu. Jimin yang merasa ditatappun melihat kearahnya dan tersenyum,"Tenang saja Jane dan Daniel baik-baik saja kok, syok? Tentu saja mereka syok. Mereka sangat ingin bertemu denganmu sebenarnya, tetapi mereka diawasi oleh atasan karena tahu hubungan kalian bertiga. Sebenarnya aku juga tidak boleh menemuimu tetapi aku cerdas hahaha." Kata Jimin sambil sedikit menghibur June, June sedikit tersenyum setelah mendengar penjelasan Jimin.


"Tetapi mereka pasti akan melewati hari-hari yang berat. Mereka akan dicap sebagai sahabat seorang psikopat. Apakah aku boleh meminta tolong kepadamu, Jimin-ssi?" tanya June sedikit memelankan suaranya. Sebenarnya dia sedikit khawatir meminta bantuan kepada Jimin tetapi dia sangat butuh bantuan sekarang.


Jimin menganggukkan kepala tidak menjawab karena dia sedang sibuk mengunyah. "Tolong beritahu Daniel dan Jane bahwa aku baik-baik saja disini. Dan tolong pergi ke cafeku dan temui karyawanku yang bernama Soo-hee untuk tetap mengoperasikan cafe. Libur sebentar tidak apa-apa karena pasti cafe juga terkena dampak. Dan tolong minta ganti nama cafenya terserah mau diganti apa. Jika tidak begitu aku kasihan kepada mereka yang bekerja bergantung dengan cafe. Intine tolong Soo-hee untuk menghandle semuannya, aku sangat meminta tolong kepadamu." Ujar June dengan menatap Jimin dengan serius.


"Tentu saja, kamu adalah sahabat Daniel dan Jane jadi kamu juga sahabatku. Tentang permintaanmu itu aku pasti akan membantumu sebisaku," Jawab Jimin tersenyum. June yang mendengar itu sangat lega.

__ADS_1


...****************...


Daniel mengeluarkan handphone untuk mengirimkan pesan kepada Jane.


...Jane👻...


Apa kamu sudah sampai dirumah?


Seharusnya Jane sudah sampai di rumahnya, mungkin dia masih begitu syok. Daniel sebenarnya suka dengan Jane sudah sangat lama, tetapi dia takut jika Jane memang hanya menganggapnya memang sebagai sahabat saja.


Kejadian semalam memang diluar kendalinya, mereka berdua mabuk dan melakukan itu tanpa sadar. Sebenarnya jika Jane sampai hamilpun, Daniel siap untuk bertanggungjawab. Tetapi, perkataan Jane tadi pagi membuatnya untuk tetap memilih diam saja dengan keputusan Jane.


Sekarang Daniel sedang memutar rekaman cctv di club waktu kejadian. Dia sudah mengulangnya 3 kali tetapi tidak ada kesalahan ataupun pergerakan yang mencurigakan dari pengunjung club. Apa mungkin pelakunya tahu letak cctv dan bergerak menghindarinya? Batin Daniel, tangannya terus mengetuk-etukkan ke meja.


Daniel memilih membaca berkas yang berada dimejanya, itu adalah berkas dimana June pergi sekarian itu sampai dia ditangkap oleh polisi. Mobilnya hanya bergerak ke club-pulang-toserba-pasar-cafe, itu saja. Tiba-tiba dia teringat belum melihat cctv didepan club, Daniel membuka handphonenya lalu menontonnya. Dia terlihat sangat serius, dimenit 58.35 terlihat ada bayangan yang terekam oleh cctv.


"Oh astaga bagaimana aku bisa tahu siapa dibalik bayangan itu?" Kesalnya sambil meremas rambutnya. Ya, itu hanya bayangan jadi tidak bisa dikonfirmasi siapa itu.


"Aku sedang diawasi jadi tidak bisa bertindak gegabah, atau June yang akan menerima balasannya. Apa yang harus aku lakukan? Otakku seperti tidak bekerja sama sekali!" Ucapnya kesal. Sahabatnya statusnya sudah berubah menjadi tersangka, dan dia hanya bisa melihatnya tanpa membantunya memberikan bukti.


Aku harus membuktikan jika June memang tidak bersalah! Tekad Daniel dengan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2