
Sekarang Jane sedang berada di apartemen Daniel, mereka berdua sedang berada diruang kerja yang berada disana. Terlihat wajah keduanya sangat lesu sambil memandang satu sama lain.
Daniel dan Jane terlihat sangat frustasi, karena mereka belum menemukan petunjuk sama sekali. Sudah seminggu berlalu dengan kasus penemuan mayat di Namsan, tetapi belum ada titik terang.
"Pelaku pembunuhan tentu mempunyai motif tersendiri. Tetapi apapun itu, membunuh tetaplah salah bukan?" Kata Jane sambil membuka handphonenya.
"Ya benar, huhh. Bahkan didepan kantor sudah banyak orang melakukan demo karena kepolisian belum berhasil menangkap pelaku.", Sahut Daniel.
Mereka berdua terdiam. Lalu tiba-tiba"Daniel oppa, aku lapar." Ucap Jane dengan senyum yang diimut-imutkan. Daniel langsung memandang Jane dan tersenyum.
"Kamu memang belum berubah, Jane. Kamu mau makan apa? Mau makan diluar atau disini saja? Tetapi oppa hanya punya ramyeon." Kata Daniel sambil berjalan ke arah ruang tamu yang langsung terhubung dengan dapur, dibelakang diikuti oleh Jane.
"Ummm." Jane meletakkan telunjuknya didagu seolah dia sedang berpikir keras.
Daniel menyentil jidat Jane."Oppa buatkan ramyeon saja ya. Kamu makan apa aja yang ada dikulkas, sepertinya oppa masih punya persediaan ice cream." Bujuk Daniel, Jane yang mendengar itu langsung berjalan ke arah kulkas. Benar apa yang dikatakan Daniel, masih ada beberapa ice cream.
Daniel tersenyum melihat tingkah Jane, lalu dia mulai sibuk membuat ramyeon untuk makan malam berdua. Sedangkan Jane langsung duduk disofa memakan ice cream dan menonton televisi.
"Hemm enaknya. Oppa ice creamnya buat aku semua ya." Kata Jane tanpa menoleh dan sedikit berteriak.
"Boleh, tetapi gak boleh dimakan sekaligus ya. Habis makan malam baru boleh dihabisin ice creamnya."
Janepun setuju, ia sudah mencium bau ramyeon yang sangat menggoda. Ia berjalan ke arah meja makan, ia melihat Daniel yang sedang mengambil mangkuk.
Daniel meletakkan panci ramyeon dimeja, setelah itu dia duduk didepan Jane. Mereka makan dengan lahap tanpa berbicara satu katapun.
"Jane ini sudah malam, kenapa kamu tidak menginap disini saja?" Tanya Daniel yang sedang melihat Jane bersiap-siap setelah selesai makan.
"Tidak oppa, kapan-kapan saja aku menginap disini sekarang aku akan pulang hehehe. Makasih oppa atas makanannya." Tolak halus Jane.
Daniel mengantarkan Jane sampai didepan halaman apartemen, setelah Jane menghilang dari pandangannya ia kembali masuk ke apartemennya.
...****************...
Jane sekarang sudah sampai di rumahnya, ia langsung melemparkan badannya ke kasur"Sungguh hari yang melelahkan. Aku akan bermalas-malasan seharian besok."
__ADS_1
Dia memainkan ponselnya dan melihat-lihat sosial media"Tidak ada yang menarik sama sekali."
Jane bangun dari tidurannya dan memutuskan untuk membersihkan diri. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit ia sudah selesai mandi.
Selesai mandi Jane kembali rebahan lagi sambil bermain ponsel, ada pesan masuk dari June yang mengajaknya untuk pergi ke mall besok.
Jane memandang tangannya yang sama sekali tidak ada aksesoris"Humm boleh juga tawaran June, aku ingin membeli cincin." Janepun membalas pesan June bahwa ia setuju besok pergi kemall berdua.
Jane memutuskan untuk menonton YouTube saja, ia sangat suka menonton video asmr. 10 kemudian sudah terdengar denguran halus, ternyata bukan Jane yang menonton handphone tetapi handphonelah yang menonton Jane.
Author Pov End
Daniel Pov
Aku baru saja mengantarkan Jane sampai halaman apartemen. Kami memang sudah seperti keluarga, dia juga kadang menginap diapartemenku.
Aku masuk ke dalam apartemen dan menuju salah satu ruangan yang berada dibalik lemari bajuku, tidak ada yang tahu kecuali aku jika disana ada ruangan lagi.
Aku memandang layar yang aku pasang disana dan bergantian memandang foto-foto yang aku tempelkan khusus disebuah kaca.
"Hah, aku besok akan pergi ke mall membeli cincin." ucapku kepada diri sendiri sambil meneguk wine dari botolnya langsung.
Aku mengirimkan pesan kepada Jane apakah dia sudah sampai dirumah apa belum, tetapi belum juga dibalas, mungkin dia langsung tidur setelah sampai di rumah.
Setelah meminum setengah botol wine, aku berdiri dan menuju kekamar. Kepalaku sudah sedikit keliyengan, aku langsung menjatuhkan tubuhku ke kasur. Tanpa menunggu waktu yang lama aku sudah masuk ke alam mimpi.
Daniel Pov End
Author Pov
Keesokan harinya adalah hari Minggu jadi para pekerja dan anak sekolah banyak yang libur terutama Daniel dan Jane. Terlihat beberapa tempat sangat ramai para anak muda, keluarga yang sedang menikmati hari libur.
Seperti yang dilakukan Jane sekarang, dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke mall bersama June. Jane hanya tinggal memakai sepatu saja jadi dia sekarang sedang duduk didepan tv sambil menunggu June.
Hp Jane berbunyi dan langsung ia cek ternyata pesan dari June, June mengatakan bahwa dia sudah didepan rumah. Jane buru-buru memakai sepatu dan keluar rumah. Terlihat mobil BMW warna hitam sudah berada didepan gerbang.
__ADS_1
June adalah anak orang kaya dan dia punya bisnis sendiri, jadi tidak heran jika mobilnya BMW.
Jane langsung membuka pintu dan masuk, ia duduk disamping June."Selamat pagi June." sapanya.
June menoleh dan tersenyum lebar."Selamat pagi juga Jane. Kita pergi cari sarapan terlebih dahulu ya sebelum ke mall." Kata June sambil menjalankan mobilnya.
"Oke, mau makan apa ya enaknya? Ini juga masih pagi." Kata Jane sambil melihat ke arah keluar jendela mobil.
"Bibimbap aja bagaimana? Kalau cuma beli roti palingan kamu baru keluar dari tokonya udah lapar lagikan." Jawab June sambil tertawa terbahak-bahak.
Jane yang mendengar ledekan June itupun membuat bola matanya malas, tetapi apa yang dikatakan June memang benar juga, jadi dia setuju-setuju saja.
...****************...
Disisi lain Daniel sedang berolahraga sambil mendengarkan musik, ia berencana akan pergi ke mall setelahnya. Keringat membanjiri tubuhnya bahkan kaosnya sampai basah.
Tubuh atletisnya sangat menawan dengan bahu yang lebar, perut kotak-kotak. Jika ada wanita yang melihat ototnya pasti akan menjerit.
Daniel menghentikan laju treadmillnya, setelah berhenti ia menyambar gelas yang berisi smoothies yang berada dimeja. Ia langsung meminumnya sampai habis.
Daniel mengatur nafasnya sambil mengusap keringat menggunakan handuk, ia berjalan keluar dari ruangan gym. Dia melihat jam didinding ternyata sudah pukul 9.
Daniel langsung pergi ke kamar mandi."Ah mandi setelah berolahraga memang menyegarkan." Ucapnya sambil menikmati air yang mengguyur tubuhnya.
"Dudududu." senandungnya sambil menyabuni tubuh. Setelah selesai Daniel memakai bathrobenya, ia keluar dari kamar mandi dan berjalan ke walk in closet.
Dia hanya mengambil celana training dan kaos biasa. Daniel berpikir hanya akan keluar sebentar jadi tidak perlu terlalu formal.
Kembali lagi ke June dan Jane yang sekarang sedang menikmati bibimbap. Terlihat mereka sangat menikmati makanannya tersebut.
"Kamu mengajakku pergi ke mall memangnya mau membeli apa?" Tanya Jane yang mengalihkan pandangannya ke June.
June menelan makanannya terlebih dahulu"Aku hanya ingin membeli jaket, sebentar lagi akan memasuki musim dingin dan aku rasa jaketku sudah usang semua."
Jane memandang June dari atas sampai bawah, dia tidak habis pikir dengan jawaban June. Bagaimana bisa pakaiannya dia bilang sudah usang? Dia bahkan hampir setiap hari memakai pakaian baru.
__ADS_1