Crazy Detective

Crazy Detective
Bab 16


__ADS_3

Sekarang Jane dan ibu Dami sedang pergi ke mall, Daniel tidak ikut katanya dia akan beristirahat saja di rumah. 2 permpuan itu keluar masuk toko, disetiap keluar dari toko mereka akan menenteng paperbag.


"Jane ayo kita ke celi*e!" ajak ibu Dami sambil berjalan ke arah toko yang dimaksud. Disana mereka kembali melihat dan memilih pakaian.


"Eommonim, nanti kita pakai jasa antar saja ya lihatlah belanjaan kita sudah sangat banyak." Ucap Jane sambil mengangkat kedua tangannya yang dimana sudah bergantung beberapa paperbag.


Tentu saja ibu Dami langsung menyetujuinya,"Apakah kamu sudah lapar, nak?" Tanyanya sambil melihat jam yang sudah menunjukkan waktunya makan siang. Tentu saja Jane menganggukkan kepala dengan antusias mendengar kata makanan.


Akhirnya mereka sekarang pergi ke restoran yang berada di mall tersebut, setelah memberikan paperbag kepada petugas pengantar barang.


"Kenapa June tidak memberi kabar sama sekali?"Tanya Jane sambil mengecek handphonenya. Ibu Dami yang mendengar itu mengerutkan keningnya, biasanya meskipun June tidak langsung membalas pesan pasti keesokkan harinya dia akan membalas atau menelpon.


Jane dan ibu Dami duduk didekat pagar supaya bisa melihat pemandangan kota. Mereka memanggil pelayan dan mulai memesan makanan.


"Um Jane eomma mau bertanya apakah boleh?" Ucap tiba-tiba ibu Dami sambil melihat Jane.


Jane mengerutkan keningnya dan menjawab,"Tentu saja, eommonim boleh bertanya apapun itu kepadaku."

__ADS_1


Ibu Dami tersenyum,"Apakah kamu punya kekasih atau teman dekat pria?"


Jane tertawa mendengar pertanyaan ibu Dami, setelah tertawanya mereda dia menjawab,"Pacar? Mana mungkin eommonim, Jane selalu sibuk dengan pekerjaan jadi tidak ada waktu untuk berkencan. Teman pria dekat? Tentu saja ada yaitu June dan Daniel oppa hihihi."


Ibu Dami menampar pelan tangan Jane yang berada diatas meja,"Eomma sedenag bertanya serius!"


Jane tertawa kecil,"Jane juga serius eommonim, Jane bahkan tidak berpikir untuk berkencan. Bekerja saja sudah membuatku pusing apalagi punya pacar." Keluh Jane sambil melihat keluar.


"Bagaimana jika kamu dengan Daniel?" Ucap tiba-tiba ibu Dami, Jane yang mendengar itu reflek langsung menolehkan kepala kepada ibu Dami,"Kalian sudah kenal dekat cukup lama, tidak apa-apa bukan jika kalian berdua mencoba untuk menjalin hubungan lebih dari sahabat?"


Jane terdiam mencerna ucapan ibu Dami,"Mana mungkin oppa mau denganku? Oppa saja selalu marah-marah jika denganku." Ucap Jane membayangkan jika dia betulan bersama Daniel, mungkin mereka akan berantem setiap hari.


Jane hanya tersenyum saja karena dia bingung harus menjawab apa, untung saja makanan cepat datang jadi dia sedikit lega.


...****************...


June masih terlelap tidur di kamarnya.

__ADS_1


Tok.. Tok..


Tidurnya terusik karena suara ketukkan pintu dikamarnya yang sedikit kencang,"Masuk!" Suruhnya dengan suara parau khas bangun tidur.


Pintu terbuka ternyata Soo-he yang mengetuk pintu tersebut,"Ah aku hanya memastikan bahwa kamu tidak apa-apa, karena daritadi belum kelihatan sama sekali." Ucap Soo-he yang hanya bersandar dipintu.


June menguap dan memijat pelipisnya karena pusing, mungkin efek minumnya tadi malam,"Aku semalam mabuk dan entah pulang jam berapa, boleh minta tolong belikan aku obat pengar?" pinta June.


"Oke, tetapi sebaiknya kamu mandi terlebih dahulu!" Suruh Jane sambil berlalu untuk membelikan obat pengar.


June dan Soo-he sangat dekat bahkan Soo-he sudah June anggap sebagai adiknya sendiri, Soo-he hanya sebatang kara. Pertama kali June bertemu dengannya waktu Soo-he berteduh di cafenya yang dulu masih June rintis. Soo-he disuruh June untuk berteduh di dalam cafe saja, dari situlah mereka mengobrol dan Soo-he diminta bekerja di cafenya saja. Orangtua Soo-he meninggal karena kecelakaan dan dia hanya anak satu-satunya.


June bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi,"Uh kepalaku sangat pusing, aku tidak ingat apa-apa semalam."


Tidak membutuhkan waktu lama June sudah selesai mandi, dia sekarang sedang mengeringkan rambutnya. Soo-he mengetuk pintu kembali dan menyerahkan obat pengar kepadanya.


"Mau sarapan apa? Apa mau bikin sendiri?" Tanya Soo-he sebelum kembali ke bawah, cafe belum ramai jadi dia bisa sedikit santai.

__ADS_1


June berpikir sejenak,"Nanti saja kita makan bersama oke, jadi jangan makan duluan!" pinta June dan langsung disetujui oleh Soo-he.


__ADS_2