
Author Pov
Sekarang Daniel dan Jane sedang makan malam berdua, ini sudah diluar jam kerja.
Daniel menghela nafas"Bukankah sebagai detektif aku sangat buruk? Aku bisa memecahkan teka-teki gembong narkoba tetapi aku tidak bisa memecahkan pembunuhan kucing." Ucapnya sambil meneguk minumannya.
Jane menuangkan minuman kembali ke dalam gelas Daniel"Bukankah pelaku sangat pintar? Dia bahkan tidak meninggalkan jejak sama sekali."
"Aku meminta bantuan temanku yang bekerja diforensik. Tadi dia mengirimkan hasil forensik dari kucing yang kita temukan kemaren. Dari hasil itu diketahui bahwa yang pertama dilakukan adalah memotong kaki, meneteskan lilin, baru disuntik dengan sianida. Berarti pelaku senang melakukan penyiksaan sebelum membunuhnya."
...****************...
Daniel dan Jane adalah teman dari masa SMA, sebenarnya ada 1 lagi teman mereka namanya Kim June-Ok atau biasa dipanggil June. June tidak bekerja dikepolisian, dia mempunyai cafe didaerah Itaewon, jadi dia mengurus cafenya.
Daniel dikenal sebagai crazy detektif karena jika sudah mendapatkan kasus dia sangat giat. Tetapi beberapa hari kemaren dia dipanggil oleh kantor pusat dan dimarahi, karena Daniel belum menangkap siapa pelaku pembunuhan kucing berantai itu.
Daniel juga tidak habis pikir, bagaimana mungkin dia bisa memecahkan teka-teki dan menangkap gembong narkoba tingkat internasional yang berada di negaranya, tetapi dia belum bisa memecahkan kasus pembunuhan kucing.
Daniel sudah berada di apartemennya, sekarang dia berada diruang kerjanya. Dia memijat pelipisnya memandang papan didepannya. Daniel menerima pemberitahuan jika kantor pusat belum juga memasang cctv, minimnya saksi juga membuat kasus ini sulit di pecahkan.
Tadi siang Daniel dan Jane sudah melakukan patroli di daerah tersebut sambil mencari saksi tambahan, namun hasilnya nihil. Karena sangat pusing dengan kasusnya jadi sepulang bekerja mereka makan dan minum-minum.
Daniel membuang asap rokok dari mulutnya sambil menganalisis foto-foto dipapannya.
...****************...
Disisi lain Jane tidak pulang ke rumahnya, dia sekarang sedang berada di cafe June. Sepulang makan malam dengan Daniel, Jane memilih menelepon sopir pengganti dan pergi ke cafe June.
June yang melihat wajah sahabatnya sangat lesu itu langsung menghampirinya"Apa ada masalah? Atau kasus itu masih belum selesai?" Tanya June. June tentu tahu kasus yang sedang diselidiki oleh kedua sahabatnya itu, karena mereka selalu bertukar cerita satu sama lain.
Jane menghembuskan nafas dan menaruh kepalanya dikedua tangannya"Belum.. Bagaimana mungkin pelaku tidak meninggalkan jejak sama sekali, tidak banyak saksi juga. Aggrhhh ini membuatku gila."
June menyeringai setelah mendengar perkataan Jane. June memberikan jus mangga kepada sahabatnya itu"Apa tidak ada cctv di gang tersebut? Atau rekaman dashboard?"
__ADS_1
Jane menerima jus tersebut dan meminumnya sambil menggelengkan kepala."Mendadak aku lapar lagi, padahal aku baru saja makan dengan Daniel. Sepertinya energi dan pikiranku sangat terkuras dengan kasus ini sehingga mudah lapar." Ucap Jane sambil menepuk-nepuk perutnya.
June tertawa terbahak-bahak mendengar dan melihat tingkah sahabatnya"Masih ada bahan untuk yangmyeon dan Jajangmyeon, mau aku buatkan?"
Jane tersenyum sambil mengacungkan kedua jempol tangannya terhadap June"Kamu memang terbaik, Jun."
...****************...
Pukul 2 dini hari disebuah rumah ada 2 orang manusia. 1 wanita duduk disebuah kursi besi dengan tangan, kaki terikat, dan mulut dilakban. Sedangkan 1 orang lagi sedang duduk tenang sambil melihat atau lebih tepatnya menunggu wanita itu sadar.
Sedikit demi sedikit wanita tersebut membuka matanya, dan menyesuaikan cahaya. Setelah sadar sepenuhnya dan mulai memberontak.
"Hahaha, akhirnya kamu sadar juga chagiya."Ucap orang misterius tersebut sambil tertawa terbahak-bahak. Orang itu berdiri dari duduknya lalu berjalan memutari wanita itu, setelah memutar beberapa kali tepat dibelakang wanita itu, dia berhenti.
"Hidup memang tidak adil bukan? Bagaimana bisa keluargamu begitu harmonis, teman yang setia, dan pekerjaan yang menjanjikan. Bagaimana perasaan keluarga dan temanmu jika kehilanganmu? Mereka akan sedih? Senang? Atau hanya merasa kehilangan sesaat?"
Tiba-tiba orang misterius itu berpindah tempat, tepat didepan wanita tersebut. Wanita itu hanya bisa menangis karena ketakutan. Orang itu memegang pipi wanita tersebut, dia membelainya lalu dengan keras melepas lakban dimulut wanita itu.
"Aggrhhh... Ampun... Ampun.. Tolong jangan bunuh aku. Apa salahku?" Suara wanita itu terdengar bergetar bertanda jika dia sangat ketakutan.
Orang misterius itu mengambil besi yang sudah dimodifikasi menjadi persegi panjang. Dibagian dalam besi itu sudah terpasang banyak sekali lilin.
Wanita itu semakin histeris"Tolong.. Tolong saya..."
"Tidak akan ada yang bisa mendengarkan suaramu gadis manis. Berteriaklah sesukamu, karena suara teriakanmu akan membuatku merasa senang." Ucap orang itu.
Orang itu mengambil gergaji mesin dan tersenyum dengan bengisnya"Bukankah ini cincin yang dibelikan eommamu seminggu yang lalu? Oh sangat cocok sekali dikelingkingmu."
Wanita itu semakin ketakutan setelah melihat apa yang dibawa orang misterius itu.
"Aish! Jangan bergerak terus sayang, bagaimana jika aku salah memotong karena kamu terus bergerak?"
Wanita itu memberontak dan hanya bisa menangis, berharap mendapatkan iba. Tiba-tiba
__ADS_1
Agggrrrhhhhh
Jari kelingking wanita itu terputus, darah mengalir dan menyiprat kemana-mana.
Orang itu menyeringai"Lihatlah, ini sangat cantik bukan?" Katanya sambil melihatkan kelingking yang sudah terputus itu.
...****************...
3 hari kemudian
Seperti biasa Daniel dan Jane sedang dikantor sekarang."Kalian mau makan siang apa?" Tanya letnan Lee kepada semua tim kepolisian yang berjumlah 6 orang itu.
"Aku sedikit tidak nafsu makan, bagaimana jika kita makan chicken saja?" Kata Jane dengan lesu.
Mendengar kata Jane mereka saling memandang, tidak biasanya Jane yang sangat gemar makan itu tidak nafsu mendengar makanan.
Tanpa bertanya apa alasannya mereka langsung menyetujuinya. Jane sangat dimanja oleh rekan setimnya karena dia yang paling muda.
Tiba-tiba."Letnan Lee ada laporan penemuan mayat di taman Namsan."
"Astaga disaat ini? Kenapa tidak setelah makan siang saja." gerutu Jane yang langsung ditatap tajam oleh Daniel. Jane hanya cengengesan sambil mengangkat tangannya ✌️
"Ayo kita ke TKP sekarang dan hubungi tim forensik."
Mereka langsung ke dalam 2 mobil patroli dan menuju ke taman Namsan.
Tidak membutuhkan waktu lama mereka sampai dilokasi, sudah banyak warga dan wartawan disana. Polisi langsung memasang police line supaya tidak ada yang merusak TKP.
"Apakah kalian sudah memintai keterangan saksi?" tanya detektif Daniel.
"Saksi masih sangat syok detektif Daniel." jawab seorang polisi.
Daniel mengangguk-anggukkan kepala, dia mengerti pasti sangat syok apalagi yang melihat adalah warga sipil.
__ADS_1
Daniel bergidik melihat kondisi mayat yang sangat mengerikan yaitu, badan penuh dengan lelehan lilin, tidak ada jari kelingking dan mulut berbusa.