
Sebuah mobil masuk ke dalam pekarangan rumah yang mewah. Mobil itu berhenti pas didepan pintu dan keluarlah 2 wanita dari dalamnya, ya itu adalah Jane dan ibu Dami. Mereka baru pulang dari mall setelah seharian mereka berdua memutari mall.
Saat hendak melangkah masuk handphone Jane bergetar, Jane berhenti dan mengeceknya ternyata itu pesan dari June. June mengabari bahwa kemarin dia sibuk jadi baru sempat membalas pesannya.
Jane memasukkan kembali handphonenya dan menyusul ibu Dami memasuki rumah. Jane langsung melemparkan tubuhnya ke kursi,"Ah akhirnya bisa rebahan juga."
"Kamu istirahat saja dulu, eomma mau langsung mandi." Ucap ibu Dami kepada Jane, Jane mengganggukkan kepala.
Daniel duduk didepan kursi yang dibuat rebahan Jane sambil meletakkan jus jeruk, Jane langsung duduk dan meminum jur tersebut,"Yaaa!!! Jika mau buat sendiri." gerutu Daniel kesal.
Jane menghabiskan 1 gelas jus tersebut, setelah tegukan terakhir dia menjawab,"Oppa tinggal buat lagi, kenapa sangat rewel sekali." ucap Jane seperti tidak terjadi apa-apa. Daniel melemparkan bantal ke arah Jane dan
Bugh..
"Agh! Ya oppaaaa!!!" teriak Jane sampai Daniel menutup kupingnya, bahkan ibu Dami keluar kamar hanya menggunakan handuk saja.
__ADS_1
"Wae? Wae? Kenapa Jane?" Tanya ibu Dami khawatir.
Jane memanyunkan bibirnya sambil mengelus-elus mukanya,"Eommonim, aku hanya meminum jus oppa, tetapi oppa melemparkan bantal kepadaku sangat keras. Lihatlah muka Jane merah pasti!"
Ibu Dami melihat Daniel dengan tatapan yang sangat tajam,"Kenapa kamu berbuat kekerasan terhadap peremuan? Eomma tidak pernah mengajarimu begitu!"
Daniel menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil cengengesan,"Hehehe mianhae eomma, Daniel hanya kesal saja dengan Jane yang begitu saja meminum jusku."
"Jane kamu juga tidak boleh begitu, seharusnya kamu ijin dulu dengan oppamu. Kenapa kalian tidak dewasa sama sekali." Heran ibu Dami sambil kembali ke kamarnya.
Daniel tersenyum puas karena Jane juga diomeli oleh ibunya, Jane mengepalkan tangannya menantang Daniel.
...****************...
Soo-he kembali ke arah dapur saat sudah mengantar pesanan,"Apa kamu tidak apa-apa? Wajahmu terlihat sangat pucat, apa perlu ke dokter?" Tanya Soo-he berdiri disamping June.
__ADS_1
June melihatnya dan tersenyum lemah,"Tidak perlu, aku hanya sedikit pusing karena efek alkohol saja, nanti juga sembuh sendiri kan tadi sudah minum obat pengar. Apa kamu ada rencana sepulang kerja nanti?"
Soo-he kaget June bertanya seperti itu, pasalnya mereka sudah sangat lama tidak makan malam berdua,"Tentu saja tidak, kamu juga tahu jika pulang bekerja aku akan langsung ke kost dan tidur."
June tersenyum mendengarnya,"Mau makan malam berdua denganku? Kita sudah sangat lama tidak makan malam berdua, bukan? Apa yang ingin kamu makan?"
"Bolehkah makam samgyeopsal? Aku sudah lama tidak memakannya hehehe." jawab Soo-he sambil melihat ke arah pintu memastikan tidak ada pelanggan yang baru masuk.
"Tentu saja boleh, oke jadi nanti sepulang bekerja kita pergi ke restoran samgyeopsal. Kamu boleh makan sepuasnya."Ujar June.
Tentu saja Soo-he sangat girang sekarang, membayangkan perut daging babi yang sedang dipanggang saja sudah membuat perutnya keroncongan. Soo-he permisi kepada June karena ada pelanggan yang baru masuk ke restoran, June melihat kepergiannya dengan senyum manis.
...****************...
Disisi lain Jane, Daniel, dan ibu Dami sedang bersiap-siap untuk pergi ke night market. Siapa yang paling antusias? Tentu saja Jane, dia dari tadi tidak henti-hentinya tersenyum girang, dia sudah memikirkan apa saja yang akan dia beli nanti.
__ADS_1
"Apa itu diet? Aku tidak diet saja badanku masih bagus,"Ucapnya percaya diri.
"Bagus darimananya? Gendut gitu bagus."