Crazy Detective

Crazy Detective
Bab 8


__ADS_3

Sekarang Daniel, Jane, dan Park Hae Jin sudah berada diruang interogasi. Hae Jin sampai sekarang masih menundukkan kepala.


Tiba-tiba pintu ruang interogasi terbuka, terlihat sersan Jimin masuk memberitahu bahwa Daniel dan Jane disuruh untuk ke kantor Inspektur Senior.


Mereka berdua saling berpandangan, mereka tahu apa yang akan terjadi. Sesampainya didepan pintu ruangan inspektur mereka menghela nafas menenangkan diri terlebih dahulu.


Tok..tok..


"Masuk!" Sahut suara berat dari dalam.


Daniel membuka pintu lalu berjalan masuk dan diikuti Jane dibelakangnya. Mereka berdiri bersampingan dengen tegap.


"Sebenarnya apa yang kalian lakukan selama ini?! Dan sekarang kalian memanggil terduga pelaku tanpa surat perintah resmi? Kalian berdua sudah bekerja berapa lama menjadi polisi sebenarnya?" Bentak inspektur senior tersebut yang bernama Choi Si Wan.


Daniel dan Jane hanya diam saja menerima amarah dari ketua mereka. Memang yang mereka lakukan adalah salah karena tidak menggunakan cara yang ilegal.


Setelah beberapa saat mereka dimarah-marahi, keduanya keluar dari ruangan yang disebut horor itu. Mereka menyebut horor bukan karena tanpa alasan, tetapi siapa yang dipanggil ke ruangan itu pasti akan menerima teriakan demi teriakan.


"Nyenyenye astaga kupingku sangat panas mendengarnya terus berteriak," Keluh Jane sambil mengusap-usap kupingnya.


"Aku pikir inspektur menderita darah tinggi akut,"Sahut Daniel dan disambut gelak tawa dari keduanya.


Mereka berdua kembali kedalam ruang interogasi,"Park Hae Jin, apa benar kamu adalah kekasih Jung Young Min?"

__ADS_1


Pria itu mengganggukan kepala,"Ne."


"Apakah kamu tahu jika kekasihmu menjadi korban pembunuhan?" Tanya Jane sambil melihat gerak-gerik dari pria tersebut.


Pria itu menggangguk kembali lalu berkata,"Aku tidak membunuhnya, sungguh aku tidak membunuhnya."


Disisi lain inspektur sedang menyuruh seseorang untuk ke ruangannya. Inspektur berkacak pinggang sambil menunggu seseorang tersebut.


Terdengar pintu diketuk dari luar,"Masuk!" Teriak inspektur menyuruh seseorang itu untuk masuk.


Setelah seseorang itu masuk, inspektur langsung menamparnya,"Bukankah sudah aku bilang, apapun yang dilakukan Daniel laporkan kepadaku!"


"Maafkan saya," Jawab seseorang tersebut sambil membungkukan badan.


"Dasar tidak becus!" Marah inspektur sambil menendang tulang kering orang itu.


Inspektur langsung menuju kembali ke mejanya lalu berkata,"Keluar!" bentaknya, dan seseorang itu membungkukkan badan dan keluar dari ruangan.


Kembali lagi ke Daniel dan Jane yang masih menginterogasi Park Hae Jin. Mereka berdua masih memeriksa alibinya.


"Sungguh aku tidak membunuhnya, detektif. Memang sebelum Young Min ditemukan meninggal, kami sempat cekcok setelah itu kami tidak bertukar pesan karena memang jika sedang berantem kami akan seperti itu untuk merendamkan amarah masing-masing. Jika kalian tidak percaya kepadaku, kalian bisa mengeck cctv toko dan bertanya kepada pemilik apartemen." Jelas Hae Jin yang terlihat sangat frustasi karena dituduh sebagai pembunuh.


Daniel menatap Jane begitupun sebaliknya,"Setelah kami memastikan bahwa apa yang kamu ucapkan adalah benar, kamu akan kami bebaskan."Kata Daniel lalu keluar dari ruangan diikuti Jane dari belakang.

__ADS_1


Setelah itu Daniel dan Jane pergi ke restoran untuk makan siang terlebih dahulu dan membelikan makan Hae Jin juga, meskipun dia terduga pelaku tetapi dia juga butuh makan.


Mereka berdua pergi ke restoran bulgogi, dan ternyata mereka bertemu juga dengan Jimin,"Jimin apakah kamu sudah selesai? Jika kamu akan kembali ke kantor tunggu sebentar, tolong bawakan sekalian makanan untuk Hae Jin!" Pinta Jane kepada Jimin.


Jimin terlihat bingung mendengar nama itu, Daniel yang mengetahui itu lalu berkata,"Hae Jin yang menjadi terduga pelaku pembunuhan."


Jimin beroh ria saja, setelah makanan yang dibungkus siap, Jimin berpamitan untuk pergi terlebih dahulu.


"Oppa, sebenarnya eommonim jadi pulang apa enggak? Sayur yang aku beli segar udah gak segar lagi,"Ujap Jane sambil cemberut.


Daniel yang melihat wajah Jane malah tertawa terbahak-bahak, setelah tertawanya mereda Daniel meneguk minumannya terlebih dahulu,"Nanti malam mungkin jam 7 juga sudah sampai bandara."


Jane yang mendengar itu melebarkan matanya,"Benarkah? Nanti aku ikut jemput ya oppa." Kata Jane sambil tangannya memohon.


"Gak ah males kalau kamu ikut." Goda Daniel tetapi dengan wajah yang diserius-seriuskan.


Jane yang mendengar itu melongo, dia tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar."Yaa!!!"


"Kamu meneriaki oppa?" Ucap Daniel sambil menyipitkan matanya melihat Jane yang langsung menutup mulutnya menggunakan kedua tangan.


"Hehehe tidak oppa, Jane kebablasan aja. Please ya oppa, Jane ikut janji deh enggak minta dibeliin makanan." Mohon Jane lagi.


"Oke setuju." Jawab Daniel cepat.

__ADS_1


Jane langsung melemparkan tisu bekas ke arah Daniel,"Oppa adalah orang yang paling pelit."


Saat Daniel akan menjawab, makanan mereka datang jadi dia hanya memelototi Jane.


__ADS_2