Crush Of Love

Crush Of Love
anak bos yang menyebalkan


__ADS_3

“waahh.. ada cewe cantik baru tuuh..” gumamnya penuh kemenangan


Ia pun berjalan menghampirinya.


“Hai cantik, kalo boleh tau nama kamu siapa ya?” Sembari tersenyum genit dan mengulurkan tangannya


“Aku Casandra, pegawai baru di sini” balasnya dengan tatapan menggoda.


“Ohh, aku Rasya anak dari Bu Yepi, pemilik toko ini. Ohh iya, btw kamu mau gak jalan sama aku sekarang? Urusan toko nanti biar Desyana yang ngurusin” ucapnya sembari menunjuk padaku


“Boleh, boleh” jawabnya dengan penuh kegembiraan


“Desyana, kamu gapapa kan jaga toko sendirian? Aku mau ajak jalan Casandra dulu. Kali-kali kan aku harus refreshing dulu, jalan bareng cewe cantik. Kamu gak keberatan kan?”


“Gak keberatan kok, yang lama ya perginya. Aku sebel liat kalian berdua”


“Casandra cantikku, jangan dengerin ucapan dia ya. Dia emang gitu orangnya, ketus. Tapi sebenarnya baik kok”


“Oke, gapapa kok. Tenang aja”


Mereka pun pergi dari dalam toko. Ku lihat Rasya merangkul pinggang Casandra. Ku lihat Casandra melirik ke arah toko dengan seringai penuh kemenangan.


“Ya tuhan, sekali lagi aku mohon pertolonganmu. Jauhkanlah hambamu ini dari manusia bebal seperti mereka. Hamba tidak kuat melihat kelakuan mereka” lirihku dalam hati.


Aku pun kembali fokus pada pekerjaanku. Hari ini cukup luar biasa, bagaimana tidak, barang persediaan yang ada di toko sudah kian menipis begitupun dengan barang yang ada di gudang. Karena cukup banyak pelanggan untuk hari ini. Pelanggan yang datang bukan hanya membeli untuk keperluan pribadi, tapi ada juga yang membeli beberapa paket untuk buka usaha sendiri.


Ketika aku sedang membersihkan area kasir, tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu toko, ia pun memanggil namaku.


“Desyana, kemana Casandra? Apa dia gak kerja hari ini?”


“Casandra pergi diajak jalan sama anak ibu” jawabku tanpa basa-basi


“Loh, kok kamu bolehin sih?” dengan nada sedikit marah


“Kan anak ibu yang ngajak, kenapa nyalahin saya? Ya ibu marahin aja anak ibu, kenapa malah gangguin karyawan toko”


“Udah dari kapan mereka pergi?”


“Empat jam yang lalu,”

__ADS_1


“Oh iya Bu, persediaan toko udah mulai menipis. Penjualan tadi lumayan banyak. Meningkat dari hari kemarin. Pendapatan kita hari ini tembus sampai tiga puluh lima juta lima ratus ribu.” Sambungku


“Bagus kalau gitu” ucapnya santai sembari menatap gawainya


Ia pergi ke luar toko. Ku lihat ia sedang berusaha menelpon seseorang. Setelah menelpon orang tersebut ia pun kembali masuk ke dalam dan duduk di kursi kasir.


***


“Casandra, kita balik ke toko yuk. Mama aku nelpon”


“Hmm.. oke. Tapi apa nanti Bu Yepi gak akan marah ya? Soalnya aku malah jalan sama kamu.” Ucapnya risau


“Gak bakalan. Aku jamin itu, aku kan kesayangannya mama. Aku jamin kamu gak bakalan kena omel atau apapun itu”


***


Beberapa saat kemudian, terlihat mobil berwarna kuning itu kembali terparkir di depan toko. Seseorang turun dari mobil tersebut, lalu membukakan pintu mobil di sebelahnya dan turunlah seorang putri dari negri sihir yang tak lain adalah Casandra.


Mereka melangkahkan kakinya menuju area dalam toko. Terlihat Rasya membukakan pintu untuk Casandra.


“Silakan masuk tuan putri kesayangan”


“Dari mana saja kalian, hah?” ucap Bu Yepi dengan tegas


“Ayolah ma, aku Cuma ngajak pegawai mama main sebentar” bujuk Rasya


“Diam kamu!!” sembari menunjukkan jari telunjuknya pada anaknya itu


“Ma- maaf Bu. Lain kali saya tidak akan seperti ini” dengan wajah memelas


“Kamu fikir ini toko nenek moyang kamu apa? Kamu bisa keluar masuk sesukamu, hah? Saya atasan kamu, kamu bekerja untuk saya. Maka dari itu ikuti aturan yang berlaku di sini.” Bu Yepi menghela nafas


“Kamu lihat, Desyana dari tadi kerja sendiri. Kesana kesini sibuk sendiri gak ada yang bantuin. Untunglah dia cekatan, kalau tidak pasti akan keteteran. Pelanggan hari ini banyak, seharusnya kamu ada di sini bantu Desyana. Bukannya keluyuran sama anak saya.” Sambungnya


“Kalau kamu masih mau kerja di sini, jangan pernah coba-coba mengulangi kesalahan yang kamu buat.”


“Baik, Bu. Saya tidak akan mengulanginya” ucapnya dengan wajah ditekuk


“Dan buat kamu Rasya! Jangan coba-coba kamu ganggu pegawai mama. Sekali lagi mama lihat kamu berulah, siap-siap saja semua fasilitas yang mama kasih bakal mama cabut.” Ucapnya penuh penekanan

__ADS_1


“Ah mama gak asik. Sama anak sendiri aja perhitungan”


“Mana kunci mobil? Siniin, nanti kamu pulangnya naik angkot aja. Gausah sok sok an naik mobil mama. Kalo mau gaya-gayaan pake uang sendiri. Jangan minta terus sama orang tua. Cari kerja atau buka usaha atau apalah, jangan manja”


Rasya pun memberika kunci mobil pada mamanya. Ketika mamanya pergi terlihat amarah pada wajahnya dan ia pun mengacak rambutnya.


***


“Awas saja kau, Desyana. Aku ku buat kamu membayar semuanya” gumam Casandra dalam hatinya sembari melirik Desyana dengan tatapan benci.


***


“Kamu ngadu ke mama aku, hah? Ngapain sih pake acara ngadu segala? Kamu iri karna aku ajak jalan Casandra? Makanya jadi cewek jangan sok jual mahal”


“Siapa yang ngadu? Orang mama kamu datang ke sini sendiri. Kalo kena marah ya tanggung aja. Kan kalian emang salah. Udah salah bukannya nyadar diri malah marah-marah ke orang lain. Emang gak tau malu ya.” Ucapku ketus karena merasa kesal


“Kamuuu!!!”


“Kamu apa Rasya? Aku sadar diri aku pekerja di sini dan kamu anak dari bos di toko ini. Tapi aku minta agar kamu bisa menjaga batasan. Jangan seenak jidat bawa pegawai lain jalan, sedangkan pegawai yang satunya capek kerja. Lagian gaji kita sama, jangan coba-coba bikin masalah”


“Kalo kamu gak suka sama cara bicara aku, kamu pulang aja. Lagian kamu ada di sini juga gak bantu” sambungku.


“Dasar sialan” ucap Rasya dalam hatinya


Rasya pun pergi meninggalkan toko, perlahan bayangannya pun menghilang seiring ia berjalan.


***


“Desyanaaa.. kamu emang bener-bener ya! Awas saja aku gak akan ambil diam! Kamu harus menanggung akibatnya karna sudah melaporkan semua ini pada mama” desis Rasya sembari menendang botol bekas yang terdapat di jalanan.


*Prankkk..


Tiba-tiba botol bekas tersebut mengenai kepala seorang bapak-bapak berkepala botak yang sedang bersantai di pinggir jalan. Seketika mulut Rasya ternganga karna orang tersebut adalah preman di daerah ini.


“Hey kau anak sialan!! Berani kau lempar aku dengan botol bekas ini, hah?” ucap orang tersebut sembari berteriak dan membulatkan matanya.


“Aa-ampun bang, maaf gak sengaja” balas Rasya sembari lari ketakutan


“Awas saja kau, sekali lagi kau berani jalan lewat sini kupastikan kau menjadi bubur.”

__ADS_1


__ADS_2