
Langit sudah gelap, segera ku kemasi barang bawaan milikku. Tak lupa aku pun membereskan area dalam toko.
Sebenarnya aku merasa sedikit kasian pada Casandra atas peristiwa tadi siang. Tapi bagaimanapun dia harus bisa mempertanggung jawabkannya, karna ia dengan mudahnya menyetujui keinginan Rasya.
“Casandra, cepat beresin barang bawaan kamu. Bentar lagi kita pulang”
“Oh iya saya. Hmm maaf ya tadi aku malah ninggalin kamu sendiri di sini. Jadinya kamu kerjanya cape sendiri. Maafin aku ya. Lain kali aku gak akan mau terima ajakan Rasya lagi.”
“Iya, gapapa. Lain kali jangan diulang ya.. bisa berabe urusannya kalo ketauan sama bapaknya si Rasya. Dia tuh galak banget, pokoknya lebih tegas dari Bu Yepi.”
***
Keesokan paginya, seperti biasa aku melakukan segala aktivitasku. Senyuman mamaku, Ahh itu sungguh candu bagiku. Bagaimana tidak, di umurnya yang hampir memasuki kepala empat ini ia masih terlihat manis dan menawan.
“Mamaaa.. doain aku ya.. biar nanti di tempat kerja gak ketemu sama kutu kupret” ucapku sembari memeluk mama dari belakang
“Kutu kupret apaan sih, De. Gak boleh kayak gitu sama ciptaan tuhan, gak baik. Oh iya, kenapa sih gak keluar aja? Lagian mama sama ayah juga kan punya usaha. Kenapa gak langsung kamu terusin aja?”
“Aku gak mau jadi anak manja, ma. Aku mau berusaha dulu. Kalo nanti aku kesulitan, baru nanti aku minta tolong kalian. Untuk saat ini biarin aja aku bertumpu pada kaki dan tanganku sendiri. Biar aku bisa ngerasain gimana rasanya berjuang, bukan Cuma mau ngerasain enaknya aja.” Tuturku sembari memakan roti panggang buatan mama.
“Hmm dasar kamu yaa.. ya udah deh, mama doain biar kamu jadi anak yang sukses dengan usaha dan kerja keras kamu sendiri, jangan lupa berdoa juga sama Tuhan agar semua pekerjaan kamu dipermudah dan diberi keberkahan” ucap mama sembari mengelus kepalaku.
***
Sesampainya di toko aku merasa ada yang tidak beres. Mengapa di hati yang masih pagi ini malah ada keributan di tempatku bekerja, padahal jam segini ada jam-jam dimana pembeli belum datang. Namun mengapa aku malah mendengar beberapa teriakan dari dalam sana.
Ketika ku masuk ke dalam, tiba-tiba Bu Yepi memanggilku dengan sedikit berteriak.
“Desyana!! Uang hari kemarin kamu simpan dimana, hah?”
“Ya aku simpan di tempat biasa Bu, emangnya ada apa?”
“Ada apa ada apa! Coba kamu lihat! Gak ada sepeser pun uang di dalam sana!”
Aku pun segera memastikan untuk melihat benar atau tidaknya yang beliau katakan. Dan ternyata itu benar.
__ADS_1
“Kamu lihat sendiri kan? Uangnya gak ada!”
“Tapi pas malem masih ada kok, Bu”
“Ya terus sekarang mana? Mana uangnya? Uang hasil kemarin itu besar, Desyana!” ucapnya penuh penekanan
Aku bingung, entah apa yang harus aku lakukan. Uang itu memang besar dan tidak mungkin aku bisa menggantinya.
Ketika kita sedang sama-sama kebingungan, datanglah Casandra. Ia pun sama banyak sekali dicecar pertanyaan oleh Bu Yepi.
“Casandra, uang hari kemarin hilang. Apa kamu tau atau kamu amankan di tempat lain?”
“Uang apa, Bu? Lagian kemarin aku gak lihat ada uang di kasir kok. Aku fikir uangnya udah dibawa sama ibu.”
Seketika Bu Yepi berbalik memandangku.
“De! Kenapa Casandra bilang uangnya dari kemarin gak ada di kasir?” tanyanya penuh telisik
“Ada kok, Bu”
“Memang faktanya begitu, terus aku harus bilang apa Desyana? Apa jangan-jangan uangnya hilang karna kamu yang ambil, hah?”
“Aku mana berani ngambil uang yang bukan hak ku Casandra. Aku dibesarkan dengan baik, bukan untuk mencuri!”
“Sudah diam! Kalian membuat saya pusing saja! Cepat mengaku siapa yang mengambil uang saya! Cepat mengaku sekarang atau saya bawa ke jalur hukum agar salah satu diantara kalian jera!” ucap Bu Yepi penuh penekanan
“Ibu percaya sama aku kan? Gak mungkin aku nyuri uang ibu. Lagian aku di sini juga udah lama, aku udah jadi kepercayaan ibu” ucapku lirih
“Untuk saat ini gak ada satu pun orang yang dapat ibu percaya”
“Kalo ibu gak percaya coba cek loker kami, bisa saja apa yang diucapkan aku itu benar” ujar Casandra dengan menyeringai
“Mungkin apa yang dikatakan Casandra ada benarnya. Tak ada salahnya jika saya mengecek loker kalian berdua”
Ia melangkahkan kakinya menuju loker milik aku dan Casandra.
__ADS_1
“Mana kuncinya?”
Aku pun segera memberikan kunci loker tersebut kepada beliau. Ketika ia membuka loker milik Casandra, di sana hanya terdapat make up dan beberapa camilan dan ketika ia membuka loker milikku, di sana hanya ada sajadah mukena beserta beberapa make up dan parfum. Namun, ketika ia membuka mukena milikku, hal tak terduga pun terjadi.
“Desyana!! Ini apa, hah?”
“I-ituu...”
“Ini uang hasil kemarin kan? Kenapa bisa ada di loker kamu? Jawab!”
“Aku gak tau bu”
“Desyana! Kamu adalah orang kepercayaan saya, tapi kenapa kamu bisa-bisanya berbuat hal kotor seperti ini? Sungguh iini adalah hal yang tidak dapat dipercaya”
“Bu, tapi aku gak tau kenapa uangnya bisa ada di sini”
“Halah! Ngaku aja kamu kan yang ngambil” ucap Casandra
“Demi Allah Bu, saya gak ngambil. Saya gak berani mengambil hak yang bukan milik saya”
“Desyana, kamu adalah orang terbaik yang saya punya. Tapi saya tidak akan memberi toleransi kepada orang yang berani mencuri milik orang lain. Saya tidak akan membawa kamu ke jalur hukum. Tapi sebagai gantinya kamu saya pecat dari toko saya”
“Tapi Buu...”
“Maaf Desyana, untuk kali ini tidak ada permohonan maaf. Saya harap kamu dapat mengerti. Dan mulai hari ini saya meminta kamu untuk membereskan semua barang milikmu dan segera lah pergi dari sini.”
Tak ada pilihan lain untuk saat ini, meskipun aku bingung kenapa uang itu bisa ada di lokerku, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Lebih baik aku segera mengemasibbarang-barangku dan segera pergi dari sini.
***
“Hahaha, rasakan itu Desyana! Suruh siapa kamu menyebalkan. Rasakan akibatnya. Sekarang aku senang karna kamu sudah tidak bekerja lagi di sini. Jadi aku bisa leluasa menggoda Rasya.” Gumam Casandra dalam hatinya.
***
Sedangkan di sebrang sana Bu Yepi masih termenung heran. Karna rasanya tidak mungkin jika Desyana berani melakukan hal semacam itu. Ia tau betul bahwa pegawainya itu sangat jujur dalam hal apapun. Dan ketika itu ia pun meminta anaknya untuk mencari tau tentang hal yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1