
Seminggu sebelum aku mulai masuk bekerja di tempat orangtuaku, diam-diam ayah menyiapkan kejutan liburan untukku. Ternyata tempat yang akan kita tuju adalah daerah istimewa Yogyakarta.
“Sayang, udah siap? Kalo udah sekarang kita berangkat” ucap ayah padaku
“Iya ayah, udah. Tunggu aja di luar, nanti bentar lagi aku turun ke bawah”
“Oke, cepetan ya. Ini mama kamu udah gak sabar katanya”
Keluargaku bisa dibilang keluarga yang harmonis dan penuh canda tawa di setiap harinya. Meskipun mereka sudah menua, tapi mereka tetap bersikap manis dan menyenangkan. Saling menyayangi satu sama lain, saling memperhatikan sekalipun itu adalah hal kecil.
Seringkali terlintas di benakku, aku ingin memiliki suami yang hangat, manis, dan asyik seperti ayah. Ayah adalah seseorang yang penuh dengan kehangatan dan mampu mencairkan suasana. Rasanya sepi jika tak ada ayah di rumah, meskipun hanya sehari.
***
Di sepanjang perjalanan, mama memutar beberapa lagu lawas. Seperti kumpulan lagu Nike Ardila, Poppy Mercury, Tommy J Pisa dan masih banyak lagi. Tak lupa mama pun sesekali ikut bernyanyi. Memang perlu aku akui bahwa suara mama cukuplah merdu, mampu membuat siapapun yang mendengarnya akan terhanyut bersamanya.
Sedangkan aku hanya berfokus pada gawaiku untuk menonton beberapa drakor kesukaanku sembari memakan beberapa camilan.
***
Perjalanan dari Bandung menuju darah istimewa Yogyakarta cukup memakan waktu yang lama. Kurang lebih dua belas jam kami sampai di sana, karna banyak sekali gangguan di perjalanan.
Setelah sampai, kami pun check in di salah satu hotel terbaik di Yogyakarta. Pelayanannya baik dan ramah. Fasilitasnya pun cukup memuaskan. Rencananya kita akan menginap di sini selama dua malam.
***
Keesokan paginya ayah, mama dan aku berencana untuk mengunjungi Keraton Yogyakarta.
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yang berlokasi di kota Yogyakarta.
Keraton Yogyakarta terdiri dari tiga bagian yang terdiri dari kompleks depan kraton, kompleks inti kraton dan kompleks belakang kraton. Komplek Dean kraton terdiri dari Gladhjak Panguragan (gerbang utama), alun-alun *** dan masjid Gedhe.
Di kawasan Keraton Yogyakarta terdapat empat museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah. Terdiri dari museum lukisan, museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, museum kereta dan museum batik.
Salah satu keistimewaan Keraton Yogyakarta adalah memiliki berbagai macam warisan budaya, baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya.
__ADS_1
Keraton Yogyakarta pun memiliki ciri khas dengan bangunannya yang bergaya arsitektur Jawa tradisional dan di beberapa bagian tertentu terlihat sentuhan dari budaya asing seperti Portugis, Belanda bahkan Tiongkok. Bangunan di tiap kompleks biasanya berbentuk joglo.
Raja Keraton saat ini adalah Sri Sultan Hamengkubuwono X (1989-sekarang). Beliau merupakan putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan istri keduanya RA Siti Kustina.
Ketika kita sedang menyusuri setiap inci Keraton, tak lupa aku pun meminta berfoto bersama dengan beberapa abdi dalem Keraton untuk kenang-kenangan.
Waktu semakin siang, dan cacing-cacing di perut pun mulai memanggil untuk segera diberi makan.
“Ma, kita keluar cari makan yuk. Aku udah laper nih”
“Yuk sayang”
Kita pun segera pergi keluar untuk mencari makanan. Hingga pada akhirnya mataku tertuju pada salah satu angkringan yang menjual gudeg.
“Ma, kita ke sana aja yuk. Aku mau makan gudeg”
“Siap laksanakan tuan putri” ucap ayah
Mereka berdua pun merangkul tanganku dan segera mendekati angkringan tersebut. Mama pun memesan makanan untuk kita santap saat ini.
Jujur saja, jika aku sangat menyukai yang namanya gudeg. Apa lagi ada hal yang menarik tentang gudeg, seperti ; kandungan serat gudeg banyak terdapat di nangka, rebung, atau manggar, berkhasiat mengikat racun dan memperbesar volume feses..Gudeg juga memperkuat tulang karena kaya kalsium dan fosfor untuk menambah energi.
***
Hari ini, aku mama dan ayah hanya bisa berkunjung ke keraton Yogyakarta dan berbelanja ke Malioboro saja. Mungkin besok kami akan meneruskan berkunjung ke tempat lain.
Langit mulai tampak gelap, kami pun segera kembali ke hotel untuk beristirahat. Di perjalanan, aku pun kembali memainkan ponselku. Ku lihat beberapa foto hasil jepretan tadi. Dan ternyata fotoku saat bersama abdi dalam cukup bagus, dan aku pun segera mempostingnya di akun media sosialku.
Tiba-tiba ponselku bergetar, kulihat di layar kaca ponselku terdapat satu pesan dari Randika.
[Ciee yang lagi liburan, jangan lupa oleh-olehnya yaa] pesannya sembari tersisihkan emoticon packman
[Oke siap, nanti aku kasih]
[Asli yaaa... Aku tunggu kiriman bakpia Jogja dan kaos malioboronya]
__ADS_1
[Tenang aja]
[Oh iya sekarang lagi ngapain nih? Awas nanti hatinya kecantol sama orang Jogja. Jangan lama-lama ya di sana nya]
[Lagi di jalan, mau balik ke hotel, mau istirahat bobo cantik yang nyenyak. Hmm apaan sih, besok juga pulang]
[Oh gitu, ntar kalo udah pulang kabarin ya]
[Gak sabar mau ngambil oleh-oleh] sambungnya
[Iyaa sabar aja, lagian akunya juga masih disini belum pulang]
[Oiya, udah dulu ya. Ini udah sampai, aku mau istirahat] sambungku
[Oke, good night, mimpi indah yaa sahabatku sayang] pesannya dengan disisipkan emoticon cium
Aku pun segera memasuki hotel, ku tekan tombol lift yang ada di hadapanku. Kamarku memang ada di lantai atas, tidak seperti kamar orangtua ku yang ada di lantai pertama. Sesampainya di lantai atas, aku pun segera memasuki kamarku. Aku pun segera menghempaskan tubuhku di atas kasur yang empuk itu.
Nyaman sekali rasanya tidur dalam keheningan. Terasa lebih tentram dan damai. Sebelum tidur aku pun bergegas mandi, karena disini aku merasa mudah gerah, berbeda dengan saat aku di Bandung.
Setelah selesai, dilanjutkan dengan memakai beberapa skincare dan bodycare, karena itu adalah rutinitas ku agar tubuhku terawat.
***
Mentari pun mulai menampakkan sinarnya. Aku mulai bergegas membereskan segala barang-barangku, dan memasukkannya ke bagasi mobil. Karena rencananya setelah berkunjung ke tempat yang akan kita datangi sekarang, setelah itu kita akan kembali pulang.
Setelah semuanya selesai, aku, mama dan ayah menuju restoran hotel tersebut untuk menyantap sarapan pagi.
Acara Sapan pagi pun selesai. Dan kita akan berkunjung ke tempat selanjutnya, yaitu Candi Borobudur.
Candi Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang,Jawa Tengah. Candi ini erletak kurang lebih 100 KM di sebelah barat daya Semarang, 86 KM di sebelah barat Surakarta dan 40 KM di sebalah barat laut Yogyakarta.
Melalui rute kota-kota kecil dimulai dengan terminal Jombor,mlati, Muntilan dan berakhir di terminal Candi Borobudur. Dari terminal menuju lokasi tidaklah jauh, cukup dengan berjalan kaki saja. Harga tiket untuk wisatawan domestik usia dewasa sekitar lima puluh ribu rupiah sedangkan untuk anak-anak sekitar dua puluh lima ribu rupiah saja.
Sungguh indah sekali, namun ada banyak sekali candi yang aku lihat dalam keadaan patah. Entah karna bencana alam atau apa. Namun ternyata ada juga orang yang berusaha mencuri beberapa patahan candi, namun itu tidak terjadi karena mereka berhasil ditangkap.
__ADS_1
Beberapa jepretan foto ku ambil untuk ku simpan sebagai kenangan. Ada beberapa foto mama bersama ayah, dan foto yang lainnya.
Tempat yang indah dan bersih membuat siapa saja merasa betah dan nyaman dibuatnya.