Death Game System

Death Game System
Interlude 1 - Sosok Misterius dan Gadis Kecil


__ADS_3

"Polisi sekarang, masih mencoba mencari pelaku di sekitaran lokasi kejadian. Dan seperti yang kita tahu, polisi dengan cepat menangani kejadian ini. Hingga akhirnya tidak ada korban. Dugaan sementara, ini adalah Selain itu-"


Pok pok!


Suara tepuk tangan mengakhiri suara televisi yang menyiarkan sebuah berita.


"Huh! Tidak ada korban? Sangat naif!!" seseorang tertawa pelan sambil berjalan menuju sebuah meja mengambil sebotol wine berwarna biru tua.


"Na na na na na!!!" sosok itu bersenandung pelan seraya menuangkan wine itu perlahan ke dalam sebuah gelas, diiringi alunan musik jazz yang terdengar menenangkan hati.


Orang kaya, itu yang semua orang pikirkan ketika melihat ini.


"Humm.... mereka mengatakan bahwa ini adalah ulah *******? Bukankah itu lucu?" ucapnya lagi. Dia lantas menari diiringi oleh musik Moonlight Sonata yang lambat. Tangannya menari pelan, bagaikan terbiasa menjadi aktor di depan televisi. Bahkan walau dia menari seraya membawa gelas di tangannya, tidak ada setetes pun yang melarikan diri dari gelas tersebut.


"Master...."


?!!

__ADS_1


SYUTT..... PYARR!!!


Ketenangan itu terpecahkan ketika suara datar seorang anak perempuan terdengar, membuat ekspresi wajah pria yang sedang menari itu mengeras. Dia juga tiba tiba membanting gelas itu ke lantai, dan menyeringai marah.


"SIAPA YANG MENYURUH MU BICARA?!!" teriak pria itu dengan wajah yang berubah mengerikan. Terlihat jelas, perbedaan karakter yang dia tampilkan dan yang ada di dalam dirinya.


"Yahh, sudahlah. Kau boleh bicara dan bereskan ini. Tapi, jika itu hanya omong kosong belaka, aku akan memberimu hukuman!!" lanjutnya.


Sosok gadis kecil yang dimaksud mengangguk, lalu berjalan perlahan keluar dari balik kegelapan. Dia mengambil beberapa peralatan, untuk mengangkut pecahan kaca, dan membersihkan wine yang tercecer di lantai.


"Menurut saya, ini pasti perbuatan Player, Master." ucap gadis itu pelan.


Selain itu, tendangan pria barusan juga membuatnya terjatuh ke tempat dengan pecahan kaca tadi.


"Karena itu, apakah anda akan mencari sosok tersebut dan melawannya? Menurut saya, belum ada orang yang memiliki kemampuan seperti itu selama ini. Jadi, saya yakin itu adalah Player baru. Dan itu sesuai dengan apa yang Master inginkan." lanjut gadis itu masih membersihkan pecahan kaca, seraya sedikit mencabut kaca kecil yang menancap di tangan dan lengannya.


Mendengar itu, pria tadi tersentak sesaat, sebelum tersenyum. Wajahnya benar benar berubah jika dibandingkan dengan beberapa saat sebelumnya.

__ADS_1


"Khu Hu hu. Kadang kadang kau bisa berpikir, bukan? Itu adalah hal yang menarik!" pria itu berbalik, membelakangi gadis tadi sambil tertawa senang.


Dia melangkah pelan, ke arah jendela besar yang menghalangi cahaya masuk dari luar. Dia melihat ke bawah, ke arah kota yang ramai nan sibuk itu.


"Di Stasiun Shinjuku, Tokyo, kah? Seberapa baik keberuntungan memihak ku? Kali ini, aku tak perlu repot repot pergi jauh jauh untuk mencari mangsa. Ahh, teringat kembali aku harus ke Vietnam untuk menjemput seorang Player baru.... Beruntung dia menghasilkan beberapa barang yang baik. Kalau tidak, perjalanan ku akan tidak ada gunanya..." tawanya pelan.


Sosok gadis kecil tadi sudah selesai melakukan tugasnya, dan kembali. Di pria tadi juga mengetahui itu, dan berbalik.


"Siapkan barang barang, Nana! Kita akan menyerang!" kata pria itu dengan suara tegas yang lantang.


"Ha!"


"Dan juga, isi energi mu hari ini. Aku akan menunjukkan perbedaan kekuatan ku besok!"


"Dimengerti, Master." setelah menjawab dengan suara dan ekspresi yang datar, gadis kecil tadi, yang dinamai Nana pergi, ketika pria yang diketahui Master nya memberi lambaian tangan untuk menyuruhnya pergi.


Sementara itu, sang Master tersenyum, dan berbalik seperti mengawasi seluruh kota Tokyo.

__ADS_1


"Baiklah... Mari kita ajari anak baru ini, apa itu yang dikenal dengan Death Game!!"


__ADS_2