Death Game System

Death Game System
Bab 26 - Petunjuk.


__ADS_3

Ya. Aku tidak tahu apakah ini berhubungan, tapi sejak saat itu, Shiori benar benar berubah." jawab Tio.


"Humm?" Kei sedikit mengernyitkan dahi, terlihat bingung.


"Apa maksud ibu? Tidak, apa hubungannya dengan itu? " tanya Kei memperjelas.


"Yahh, kau tahu? Mungkin ini hanya perasaan ku, tapi Shiori benar benar terlihat berubah. Dia sering menjadi linglung, dan kadang tidak dapat merespons saat ibu ajak bicara. Dia juga kadang melakukan hal yang tidak ibu mengerti, dan biasanya tidak dia lakukan juga." jawab Tio sedikit menggaruk kepalanya.


"Singkatnya, Shiori bukan seperti dirinya sendiri. Dan aku juga takut bahwa ada sesuatu yan terjadi dengannya. Oleh karena itu, aku ingin mengatasi ini." cerita Tio.


Kei mendengar itu semua mengangguk, dan mencoba untuk menghubungkan semuanya.


("*Shiori menjadi aneh setelah kejadian itu... Apakah itu hanya serangan psikologis yang dia terima setelah mendapat sebuah ciuman? Apalagi dari seorang perempuan.")


("Itu kemungkinan pertama. Tapi kemungkinan kedua, pikiran Shiori diambil alih saat itu, ketika dalam gang tersebut. Jika itu terjadi, berarti cara untuk Player itu menggunakan skill dia adalah dengan menggunakan ciuman, kah*?") tanya Kei dalam pikirannya.


Dia sudah mencapai kesimpulan itu setelah percakapan mereka selesai.


("Yahh, aku akan sangat berharap bahwa kemungkinan kedua yang terjadi. Jika kemungkinan pertama terjadi, maka semua informasi yang aku kumpulkan sampai sekarang tidak terlalu berguna....") lanjut Kei lagi.


Kei sedikit menarik nafas, merebahkan dirinya ke sandaran kursi, membuatnya sedikit melengkung karenanya.


"Baiklah saya sudah mengerti apa yang terjadi sepertinya. Yahh, saya tidak mengira bahwa itu yang terjadi pada Shiori, tapi semua itu masuk akal." kata Kei setelah memikirkan semuanya.


"Apa kau percaya dengan kata kata ku?" tany Tio sedikit heran.


"Humm. Bagaimana mengatakannya.... Ibu juga percaya dan menceritakan ini semua pada saya, bukan? Kalau begitu kenapa?" jawab Kei balik bertanya.


"Itu... Itu karena yang bertanya adalah kau, Kei." sahut Tio sedikit terbata.

__ADS_1


??


"Walau di dalam kelas kau tidak terlalu terlihat melakukan apapun, tapi aku tahu kemampuan mu yang sebenarnya, lho! Bagaimanapun, aku adalah guru mu saat SD dulu!!" jawab Tio dengan semangat.


"Heh?!! Bagaimana mungkin?!!" Kei mendelik, berdiri dan bertanya tidak percaya.


"Humm... Ibu adalah orang yang kau ingatkan saat ada kesalahan dalam mengajar pengetahuan alam, kau tahu? Wajar kalau kau tidak mengingatnya, tapi aku selalu mengingat itu di kepalaku. Dan tidak hanya itu, aku tahu bahwa kau juga ahli dalam hal bela diri, bukan? Kalau tidak salah, Aikido, Karate, dan Kendo."


"Sayang sekali kamu seperti tidak berniat untuk sekolah di SMA... Padahal kalau kau berniat, mungkin kamu akan memenangkan banyak Olimpiade di bidang akademik dan olahraga juga!! Aku akan mendukung mu!!" teriak Tio dengan semangat.


Kei tidak bisa berkata kata mendengar itu. Masa lalu nya, yang tidak ingin diketahui siapa pun. Masa lalu yang ingin dia kubur dalam dalam.


Kei sudah berusaha pindah dari Prefektur Fukuoka yang berada di bagian selatan ke Tokyo yang ada di bagian tengah agar tidak ada yang mengetahui identitas nya di sekolah lamanya, tapi tidak disangka ada orang yang tahu masa lalunya itu.


"He he he... Hal itu benar benar ada, kah?" tanya Kei pelan sambil mulai terduduk.


("Bagaimana ini? Apa biarkan saja? Baiklah. Itu hanya bu Tio. Semoga saja dia benar benar menyimpan itu hanya untuk dirinya sendiri.") pikir Kei. Walau terlihat tenang, tapi Kei sempat memikirkan hal hal yang berbahaya disana!!


"Tidak, tidak. Aku tidak baik baik saja. Tapi jangan pikirkan aku. Pokoknya, serahkan masalah Shiori padaku. Aku akan berusaha agar dia bisa kembali seperti semula." jawab Kei dengan ekspresi sulit, memegang kepalanya yang terlihat pusing.


"Kau benar benar mengatakan bahwa kau tidak baik baik saja!! Yahh, baiklah. Kalau itu kau, kau pasti akan melakukan sesuatu. Aku akan mempercayakan Shiori padamu, Kei!" jawab Tio sambil mengerjapkan matanya.


"Kalau begitu, tidak ada yang harus dibicarakan lagi, kan? Saya akan keluar duluan, agar kita tidak dicurigai." ucap Kei, yang mulai berdiri, melangkah ke arah pintu, terlihat lelah.


"Tunggu, Kei." Tio mencegah Kei untuk pergi.


"Humm??"


"Kenapa? Kenapa kau melakukan sejauh ini untuk Shiori? Apa kau benar benar menyukai Shiori? Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Tio menahan tangan Kei, mencegahnya pergi.

__ADS_1


Biasanya, Kei tidak akan menjawab pertanyaan ini, tapi melihat ekspresi Tio yang menatapnya dengan perhatian dan mata penuh harap membuatnya tidak bisa meninggalkan nya.


"Hufft. Anggap saja itu untuk menebus kesalahan ku." jawab Kei, yang setelah itu melepaskan tangan Tio yang menahannya, dan beranjak pergi.


Dia menutup pintu UKS, berdiri di depan pintu sesaat, mengambil nafas.


"Jika Shiori mati, aku akan menyalahkan diriku sendiri sebagai seorang Player. Aku tidak ingin orang biasa terluka karena ini." bisik Kei pelan, sambil berjalan menjauh dari pintu UKS.


"Mungkin terdengar naif, tapi aku hanya bisa menjaga sesedikit mungkin korban yang aku sebabkan. Setidaknya sebelum aku mati...." katanya, dengan senyum terpaksa di mulutnya.


Sekarang, Kei mengetahui beberapa hal. Pertama, Player sudah dapat dipastikan memiliki skill mengendalikan orang yang mungkin sangat kuat, hingga yang dikendalikan tidak menyadari dan tidak dapat melawan itu.


Kedua, sosok itu mulai mengikat Shiori sejak Festival di sekolah. Tidak hanya itu, kejadian terjadi di luar sekolah, membuat pelaku lebih luas.


Ketiga, cara pelaku itu mengikat targetnya adalah dengan ciuman. Dan yang paling penting, dia adalah perempuan. Ini cukup menarik untuk Kei, karena itu adalah metode yang cukup sulit. Dan menurutnya, jika pemakaiannya sulit, maka efek skill nya akan sangat besar.


Keempat, dan yang paling mengerikan bagi Kei. Kei tidak tahu sudah berapa orang yang dikendalikan oleh sosok itu.


Ini adalah kekuatan yang mengerikan yang dapat mengendalikan orang. Jika yang dikendalikan itu adalah orang dengan kedudukan tinggi, dia bisa saja memberikan perintah yang sangat kacau, seperti menyersng suatu negara, menyebabkan perang Dunia.


Dengan kata lain, orang yang memiliki kekuatan ini bisa memiliki kekuatan yang sama dengan pasukan. Itulah kenapa Kei tidak bisa langsung melawan sosok ini dari depan.


Kei berusaha untuk memancing pengguna skill ini untuk bertarung satu lawan satu dengan Kei. Dengan begitu, Kei jelas akan diuntungkan.


"Hufft. Ini mungkin akan berbahaya, tapi aku tidak bisa memanggil Yuki sekarang, kah? Aku sedikit takut, tapi mau bagaimana lagi." kata Kei pelan, menapaki tangga menuju ke atas.


Ngiieeeettt......


Suara pintu yang sedikit berderit ketika dibuka terdengar nyaring diantara sepi nya atap sekolah.

__ADS_1


"Aku lelah. Aku akan tidur sebentar...." katanya sambil menutup pintu, mencari tempat yang teduh di belakang beberapa pipa besar yang ditata untuk sistem pendingin, jadi lebih teduh disana.


"Sebentar lagi pulang sekolah, aku akan menunggu Shiori disini." kata Kei sambil menutup mata.


__ADS_2