Death Game System

Death Game System
Bab 24 - Memulai Penyelidikan


__ADS_3

"Hei, Kei....." Fino yang sekarang sedang berjalan bersama Kei ke kantin bertanya pelan.


"Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat sedih, Fino? Tidak biasanya untukmu." tanya Kei terlihat keheranan. Dia tidak memperlambat laju kakinya, menyamakan dengan langkah Fino.


"Ada apa? Bukan begitu!! Ada apa kau ini? Kau berubah cukup, tidak. Sangat banyak, kau tahu?!! Apa apaan dengan kemampuan basket tadi? Ada apa dengan kesigapan mu saat menghadang bola yang mengarah ke para perempuan? Apa kau ingin mengkhianati ku?" teriak Fino, seraya berhenti, mencegat Kei di hadapannya.


"Mengkhianati... Apa yang kau maksud??" tanya Kei mengerutkan kening.


"Sudah kubilang...." Fino dan Kei mulai melanjutkan lagi jalan mereka.


"Kau bisa mencetak banyak poin saat pertandingan basket. Dan saat istirahat, kau menyelamatkan Shiina Manashita dari terjangan bola! Apa kau ini? Kau ingin menjadi seorang Protagonis kah?!!" tanya Fino setengah berteriak.


"Tidak tidak tidak! Kalau ada orang dalam bahaya jelas aku akan menyelamatkan dia, bukan?" kata Kei mengelak.


Mereka berdua akhirnya sampai di kantin, dan memesan makanan, sebelum akhirnya mereka duduk di meja yang dekat dengan jendela. Mereka memesan satu paket nasi seperti biasa dan berdetta minum yang ada.


"Yahh, itu tidak salah. Tapi, berubah terlalu banyak. Dan yang lain aneh, bagaimana kau bisa bereaksi kepada bola yang datang dengan cepat? Itu terlihat seperti kau sedang menunggu bola itu!" tanya Fino lagi.


"Ahh, kau terlalu melebihkan. Aku hanya kebetulan dapat melakukan itu." ucap Kei.


Dia sefikit merenungkan kata kata Fino.


("Itu benar. Aku berubah sangat banyak. Kemampuan fisik ku sekarang jauh melebihi teman teman yang lain. Ini bukanlah perubahan yang sedikit!") pikir Kei dalam hatinya.


Dia akhirnya menyadari, bahwa dia benar benar berubah cukup banyak sekarang.


("Untuk tidak seperti biasa dan berlaku sangat berbeda sekarang pasti akan sangat mencolok di depan, dan tentu akan membuat orang lain curiga. Aku seharusnya menahan diri.") lanjut Kei dalam pikirannya.


"Yahh, apapun itu, kalau kau mengkhianati ku, aku akan membunuhmu! Dasar normies sialan!!" kata Fino dengan mata serius.


Note: Normies ->orang normal yang menikmati hidupnya.

__ADS_1


"Kau terlihat sangat serius, tahu! Padahal dulu aku sudah berpacaran dengan Myan, bukan?"


"Itu berbeda! Aku tahu kau akan segera putus dengannya!" teriak Fino segera memotong. Kei hanya menarik nafas, sedikit menggelengkan kepala.


Kei segera menyendok nasi dengan cepat yang ada di piring makan, dan dengan cepat menghabiskan minum, dan segera mengembalikan piring dan gelas minum yang kotor ke kantin.


"Hei hei hei! Kenapa kau sangat terburu buru?" tanya Fino mencegah Kei untuk pergi.


"Aku ada urusan. Aku ingin menyelesaikannya hari ini kalau bisa." kata Kei sambil berdiri, bergerak pergi.


"Hehhh... Pasti masalah cewek, kan?" tanya Fino dengan sinis.


Kei ingin menjawab bahwa itu tidak dapat dikatakan salah, tapi mungkin itu hanya akan mempersulitnya pergi, jadi dia hanya mengelak.


"Bukan! Aku akan bertemu dengan guru, tahu!" jawab Kei dengan segera pergi.


Hari ini, hari pertama Kei sekolah setelah mendapatkan Sistem kemarin. Dia belum terbiasa untuk menyesuaikan kekuatannya dengan dia yang dulu. Dia dengan mudah pergi ke arah ruang guru, walau keadaan kantin saat ini cukup ramai.


Dia ingin sedikit menyelidiki Shiori selama ini. Shiori adalah seorang wanita yang cukup terkenal di sekolah. Ada sangat banyak mata yang mengawasi Shiori setiap berada di sekolah, atau mungkin di jalan pulang.


Kalau tidak ada yang tahu sesuatu di sekolah, jelas itu terjadi saat pulang sekolah. Tapi kapan? Itu belum diketahui. Itulah kenapa Kei berusaha mencari tahu sejak kapan Shiori berubah.


Ada beberapa mata yang tidak pernah melepaskan Shiori.


Sreettt...


Suara pintu geser terdengar dan Kei yang masuk setelah mengetuk pintu.


"Permisi..." ucap Kei pelan.


Setelah mengucapkan salam, dia berjalan masuk, dan menghampiri seorang wanita paruh baya yang terlihat rapi yang sedang duduk menghadap laptop.

__ADS_1


"Permisi bu Tio. Maaf mengganggu." kata Kei sambil menunduk.


"Ah iya. Benar. Maaf. Eh, bukan. Maaf aku sedikit terkejut tadi. Kei, kah? Ada apa? Oh ya. Aku mendengar mu kecelakaan. Apakah kau baik baik saja? Ahh, pasti tidak baik, bukan? Aku mendengar bahwa seragam yang kamu pakai sampai rusak. Jadi gimana? Apakah kau baik baik saja? Hei, kalau ada yang sakit tolong katakan padaku. Aku akan merawatmu! Sini sini..." kata seorang wanita sambil segera berdiri mencoba memeluk Kei.


Kei sedikit mencoba menghindar dari pelukan itu, tapi kerena ada beberapa benda menonjol yang diarahkan ke wajahnya, dia hanya diam, justru terlihat menikmati.


"Ahh, maaf aku sedikit terbawa suasana." kata Tio sambil melepaskan pelukannya kepada Kei.


Segera, suasana ruang guru yang agak sunyi kembali riuh, kembali ke kehidupan normal mereka. Hanya tersisa Kei yang sedikit kecewa, tapi dia dengan segera ingat tujuannya kemari.


"Itu... Aku baik baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku, Bu Tio. Aku hanya terluka sedikit. Dan perihal kenapa aku disini, ada hal yang ingin aku tanyakan." kata Kei cepat, yang sudah mendapatkan lagi kesadaran nya.


Tio Yamanaka. Dia adalah guru Sejarah sekaligus wali kelas Kei dan Shiori sekarang.


Dia adalah sosok yang ceroboh dan sedikit berlebihan menghadapi sesuatu, dan kadang juga sering melakukan banyak kesalahan. Tapi dia juga merupakan orang yang sangat perhatian, apalagi pada murid muridnya. Dan jelas, ada sedikit perubahan saja, dia akan langsung mengetahuinya.


Dan yang paling penting, ingatan Tio benar benar bagus. Tio mampu mengingat bahkan gak kecil ketika hal itu mengganggu pikirannya.


Itulah kenapa Kei mendatangi wali Tio, karena pasti dia akan menyadari perubahan apapun pada Shiori.


"Boleh. Tanyakan apapun padaku. Semua akan aku jawab, kecuali jika kau bertanya umurku. Aku akan membunuh mu di tempat jika kau melakukannya." kata Tio sanbil menatap tajam Kei dengan tatapan dingin yang menusuk hati.


Ekspresi wajahnya benar benar berubah kontras ketika di awal kalimatnya dengan akhir kalimatnya.


"Entah kenapa aku merasa ruang guru saat ini menjadi badai salju, dan aku juga tahu bahwa kata kata Bu Tio benar benar serius dengan kata kata ibu, jadi aku tidak akan melakukan itu.." jawab Kei dengan tatapan maaf dan sedikit mundur.


"Ahh, kalau begitu baiklah! Silakan tanya apapun padaku!!" jawab Tio cepat, kembali dengan senyum cerah di wajahnya.


Alis Kei sedikit berkedut menyaksikan ini, melihat wali kelasnya bisa merubah ekspresi nya secepat itu.


"Hahhhhh.... Baiklah. Aku akan langsung bertanya." ucap Kei setelah menghela nafas.

__ADS_1


"Apakah Ibu tahu apa yang terjadi dengan Shiori saat ini?"


__ADS_2