
"Bwahhh!!!!" Kei terbangun sambil melompat, terbangun. Dia menyingkap selimut yang dia pakai, dan segera duduk untuk mengawasi sekeliling.
"Yuki! Yuki!! Dimana kau?!! Apa kau tidak ada perasaan bersalah sedikitpun? Mana penjelasanmu?! Aku pikir aku akan mati kemarin!" kata Kei setengah berteriak.
(Jangan berisik, Master. Lihat ke kanan anda.) dengan itu, Kei menurut dan menoleh.
"Y-Yuna? Kenapa dia tidur di sini? Oy Yuki!! Jelaskan semuanya!!" kini Kei berbisik karena mencegah suaranya menyebabkan Yuna terbangun. Kenapa? Karena dia melirik ke arah jendela, dan itu masih gelap.
(Jadi Master....)
Yuki pun menjelaskan semua yang terjadi setelah Kei pingsan, termasuk apa yang terjadi setelah itu, dan kenapa Yuna berada di dalam kamar Kei.
"Jadi kau bilang aku pingsan karena membuka gulungan itu, lalu ketika Yuna hendak memanggilku untuk makan malam, dia menemukanku tergeletak pingsan disini?"
"Dan karena kau memasukkan semua perlengkapan ke dalam inventory itulah aku sekarang tidak memakai apapun selain celana pendek ini?" tanya Kei dengan nada yang semakin meninggi.
"Lalu karena Yuna menunggu ku disini, dia tertidur disini?" lanjut Kei.
Tidak ada jawaban dari Yuki, dan Kei menganggap itu adalah jawaban ya.
"Hufft. Aku tidak ada sesuatu yang harus aku katakan padamu, Yuki. Satu hal yang aku sayangkan adalah kenapa kau tidak memberi tahu ku tentang efek membuka gulungan itu? Walaupun aku tahu isi gulungan itu adalah sesuatu yang baik untukku." kata Kei.
(... )
Tidak ada jawaban.
__ADS_1
Kei menghela nafas sedikit, lalu berdiri untuk memindahkan Yuna yang duduk dan tertidur di bawah ke kasur, lalu bersiap untuk berolahraga.
(A-Anu...) Yuki mulai berbicara.
"Kenapa?"
(Maafkan aku.)
"Soal apa?"
(Soal tadi malam.) kata Yuki pelan. Kei hanya diam, menunggu kaya kata Yuki selanjutnya.
(Tadi malam, aku tidak menyangka akan jadi seperti itu. Aku juga baru dalam hal ini, jadi aku tidak tahu bahwa gulungan itu akan meledak...)
Yuki terdengar menyesal, dan Kei hanya diam mendengar itu.
"Yuki..."
"Ternyata System sepertimu juga bisa melakukan kesalahan, ya? Itu menarik! Dan mendengarmu memanggilku Kei itu lucu, terutama suara menyesal mu. Kau benar benar menarik, Yuki!" kata Kei setengah tertawa.
(Hah?)
"Tenang saja, Yuki. Aku tidak terlalu marah. Aku juga telah salah menilaimu. Aku melihatmu seperti AI yang berasal dari luar angkasa yang tidak bisa melakukan kesalahan seperti yang ada di novel! Tapi kau berbeda. Jadi, maafkan aku juga, Yuki." kata Kei tersenyum pelan.
(Master... Huh! Itu benar! Aku adalah pemula, dan itu semua bukan salahku!)
__ADS_1
Kei sedikit tertawa dan tersenyum kecut ketika mendengar nada sombong yang biasa digunakan Yuki.
(Karena itu, Master... Kei, Terima kasih!!) kata Yuki. Kei sedikit terkejut mendengar itu, tapi dia hanya menghela nafas, senang mendengar partner nya itu kembali seperti biasa.
Kei sendiri tidak terlalu menyalahkan Yuki. Lagipula, apa yang dipilih Yuki juga pasti akan bermanfaat juga untuknya.
"Jadi, bagaimana cara kita mengetes gulungan itu?" tanya Kei pelan, seraya berjalan ke arah jendela. Dia mencoba menarii nafas, sebelum membuka jendela, takut takut kalau dia belum bangun dari mimpinya.
Tapi setelah dunia yang dia lihat adalah dunia yang biasa di tinggali, bukannya dunia hancur penuh monster, Kei merasa lega.
(Ahh, itu adalah gulungan untuk menguatkan tubuh Master, jadi agak kurang terlihat efeknya. Mungkin, itu akan terasa ketika Master bergerak, atau berolahraga.) jawab Yuki.
Kei yang terlihat bingung, berusaha untuk menggambar pedang di tangan, dan mengayunkan tangannya seperti gerakan membelah.
Tidak puas sampai disitu, Kei juga melakukan beberapa gerakan yang agak tidak masuk akal, dan sedikit mengguncang lantai tempat mereka berada.
(Master! Master! Hentikan!! Master hanya akan membuat Yuna bangun!!) teriak Yuki dal pikiran Kei.
"Ahh, kau benar. Maafkan aku." bisik Kei.
Dia mengecek keadaan Yuna, dan menarik nafas lega ketika melihat dia masih tertidur lelap seperti biasa. Kei pantas mengangkat tubuh Yuna, dan membaringkan Yuna di kasurnya, dan menutup tubuhnya denga selimut.
"Terima kasih, Yuna." bisiknya pelan.
"Baiklah, Yuki! Mari kita coba beberapa hal! Aku juga penasaran!!" kata Kei dengan semangat.
__ADS_1