
"MATI!!!"
Bersamaan dengan itu, di tempat leher Kei berasa sebelumnya ada sebilah pisau lipat yang mengancam nyawa Kei!!
"A-apa-apaan itu??!!!!" rengkuh Kei tidak percaya.
Kei entah bagaimana bisa selamat dari serangan tadi. Kei sedikit melihat kilatan cahaya, ketika Shiori tersenyum padanya. Dan dengan kecepatan tadi, Kei berhasil menghindari serangan dadakan Shiori dengan sedikit kayang, melihat pisau itu datang dari bawah.
Dan dalam pertukaran singkat itu, Shiori memutar tubuhnya, mengayunkan tangan kirinya yang bebas untuk menyerang Kei, tapi Kei jauh lebih cepat, dengan menepis tangan Shiori dan menendang beton, membuatnya melompat mundur.
TRANG!!!
Kei yang terus mundur menghindari serangan Shiori yang benar benar cepat dan mengincar nyawanya, hingga akhirnya menatap pagar pembatas yang mencegah orang orang untuk jatuh.
Dia sedikit menghela nafas, karena selamat dari serangan Shiori, walau sempat sedikit terkejut tadi.
("Hufft.... Aku bisa bereaksi dan melakukan gerakan yang sangat sempurna. Apakah ini berkat penguatan yang aku dapatkan? Yahh, bahkan tanpa penguatan, aku yakin aku bisa menghindari itu jika bersiap...") bisik Kei dalam hatinya.
Kei melihat sekeliling, mencoba merasakan sihir yang ada di udara ketika Shiori menyerangnya. Dan dia melihat beberapa kejanggalan.
("Aku berhasil melihatnya baru baru ini, tapi ini benar benar berguna, ya... Aku harus berterima kasih pada Yuki nanti.") tambah Kei sambil tersenyum.
Kei menutup mata, dan di dalam kegelapan, dia mereka ulang apa yang dia lihat tadi.
Warna warna yang terbang di langit, bermacam macam bagaikan awan berwarna pelangi yang menyelimuti hampir sekitar mereka. Dan ada satu yang berbentuk seperti tali yang mengalir ke Shiori, mengikatnya.
("Kemungkinan dia ditingkatkan kemampuannya, kah? Kalau begitu, sudah jelas dia dikendalikan. Yahh, tidak mungkin Shiori bisa melakukan gerakan secepat tadi, bahkan jika Shiori memiliki kemampuan diatas rata rata.") Kei sudah menemukan kesimpulan atas semuanya.
Itu adalah kemampuan yang Kei dapatkan setelah Shiori yang bergerak mendekat dengannya di pertemuan lalu.
Karena terlalu malu untuk menatap Shiori yang memberikan pengakuan perasaan, Kei dengan sekuat tenaga memfokuskan dirinya untuk berusaha merasakan aliran sihir. Dan hasilnya, Kei bisa merasakannya sesaat ketika fokus dan menutup mata.
("Alasan kenapa aku bisa belajar kemampuan ini mungkin memang menyedihkan, tapi setidaknya aku masih bisa bertahan!!") teriak Kei demam hatinya, yakin.
Kei menarik nafas tenang, lalu bersandar di pagar pembatas, terlihat bersantai.
"Ahh, mengerikan mengerikan!! Kau menyerangku seperti itu, itu berbahaya. Yahh, itu masih masuk jangkauan apa yang bisa aku lakukan, sih." kata Kei dengan santai dengan tawa tengil.
Itu sedikit membuat Shiori terganggu, mungkin merasa diremehkan.
"Kau... Kemampuan mu cukup bagus, bukan? Bahkan lebih baik dari Shiori." jawabnya.
"Hei hei. Dengan begini, kau mengakui bahwa kau bukanlah Shiori? Yahh, aku tidak peduli apakah kau setuju atau tidak, tapi aku akan mencarimu bahkan jika aku harus berjalan ke ujung dunia! Ohh!! Kata kata barusan cukup bagus!" kata Kei sambil terkikik.
__ADS_1
Walau terlihat santai dan meremehkan lawannya, Kei sebenarnya sangat waspada. Tidak mungkin dia melepaskan Shiori bebas seperti tadi.
"Aha ha ha! Kau menarik. Kau tahu kenapa aku memilih tubuh ini? Ya. Dia memiliki fisik yang baik, populer, dan unggul dari berbagai macam hal! Akan menyenangkan untuk mengendalikan orang sepertinya!! Ahh, andaikan saja kau tahu..." orang yang mengendalikan Shiori itu berkata.
"Humm... Berarti kau bilang, kau ingin memiliki tubuh indah dan baik, juga kuat dan populer? Areehhhh....... Apakah tadi kau mengatakan bahwa kau tidak memiliki semua itu hingga ingin merebutnya dari Shiori?" ketengilan Kei semakin menjadi jadi.
("Ayoo. Aku harus cepat, sebelum dia memutus hubungan pengendali Shiori! Sayangnya aku harus melakukan sentuhan langsung untuk bisa melacak pengguna sihir ini! Dan sayangnya, tidak ada skill yang cocok untuk menghentikan pergerakan Shiori sekarang!!") pikir Kei.
Dia benar benar tidak tahu bagaimana cara melewati ini tanpa menggunakan kekerasan. Setidaknya, ini adalah cara terbaik yang bisa Kei pikirkan.
Ada kemungkinan sosok ini membuat tubuh Shiori sebagai sandera. Dan Kei ingin menghindari kemungkinan itu sebesar mungkin.
"Kau... Kau benar benar banyak omong, bukan? Aku sangat tidak menyukai orang seperti kau. Orang yang memiliki pemikiran lain dalam otakmu. Orang orang yang memiliki topeng di wajah kalian.... Ahh kau benar benar menakutkan!!" jawab Shiori sambil menggelengkan kepala dengan ekspresi sulit.
"Aha ha ha! Apakah sebegitunya kau takut padaku? Kalau begitu bagaimana? Apa kau akan menunjukkan sosok asli mu pada ku?" tanya Kei tetap dengan nada bicara tengil.
?!!
TRANGG!!
"Maaf, tapi aku disini." Kei tertawa, sambil menepuk pundak Shiori yang sekarang berada di tempat Kei sebelumnya, menusuk Kei dengan pisau di tangannya.
Sayangnya, Kei sudah dalam kondisi waspada sejak awal, dan merasakan keinginan membunuh Shiori. Dengan itu, mudah bagi Kei menghindari tusukan Shiori.
Setelah melakukan itu, Kei melompat mundur lagi, sambil tertawa senang.
"Ahh, benar bener lucu. Shiori yang asli pasti bisa bergerak lebih baik dari itu! Itu berarti kau roh yang ada di dalam Shiori benar benar tidak kompeten!!" tawa Kei sambil menutupi wajahnya sedikit.
"Shiori" yang mendengar itu mendecak kesal, sambil sedikit meludah sambil mengelap sudut mulutnya yang berdarah.
"Kau ini siapa?!! Berani berani nya menghalangi jalan ku! Kenapa kau berniat menghancurkan rencana ku? Apa jangan jangan, kau adalah Player?" teriak Shiori terlihat kesal, menatap Kei dengan penuh kebencian.
("Nah, benar. Dia sudah mengaku sendiri. Berarti jelas bahwa dia adalah Player, jadi aku tidak perlu menahan diri disini.") pikir Kei tersenyum senang.
Dia tertawa, mendengar kata kaya Shori barusan. Dan tatapan kebencian Shiori mulai berubah menjadi tatapan penuh tanya.
"Aku? Siapa aku? Kau tanya siapa aku, bukan?"
"Khu Hu hu... Biar aku jelaskan..." Kei dengan bangga mulai mengambil pose.
"Aku adalah Kei Kanata, calon ketua dari ekstrakurikuler penelitian supernatural! Dan aku sudah melihat gejala supernatural pada Shiori, dan mengungkapnya sekarang! Dan dengan Shiori si ketua OSIS sebagai subjeknya, jelas artikel ini akan terkenal!!" Kei tertawa keras.
"Dan setelah mengusir roh jahat yang ada di dalam tubuh Shiori, aku bisa mendapat kepercayaannya. Dan setelah itu, mendirikan ekstra penelitian supernatural bukanlah mimpi lagi!!" tambah Kei dengan antusias.
__ADS_1
Benar. Ini adalah cara Kei untuk mengelabuhi sosok pengendali dalam tubuh Shiori. Mungkin memang terdengar seperti orang aneh. Tapi orang aneh akan melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya.
Itulah yang diincar Kei sekarang. Bukanlah alasan kuat, tapi alasan yang tidak masuk akal.
Terbukti, dengan Shiori yang hanya melongo, menatap zkej dengan tatapan tidak percaya dengan ekspresi marah yang bertambah tambah.
"Aku tak percaya ini, tapi ternyata aku dihalangi oleh orang yang kepalanya tidak beres seperti ini..." bisik Shiori sambil menggelengkan kepalanya.
SYUUTTT.... BRAKK!!!
Suara gedebuk keras terdengar, seperti suara seseorang yang terbanting.
Tidak ada suara manusia yang menanggapi itu, bagaikan tidak ada yang terjadi. Padahal kenyataannya, Kei bergerak secepat mungkin, untuk menjatuhkan Shiori untuk kedua kalinya, menahan tangan serta kakinya.
Itu semua Kei lakukan dalam waktu kurang dari satu detik, membuat Shiori tidak sempat untuk bergerak.
Tangan kiri Kei dia buat untuk menahan kedua tangan Shiori, sedangkan kaki kanan nya untuk menahan kedua kaki Shiori. Memang terdengar remeh, tapi kekuatan Kei yang sekarang membuatnya mampu melakukan itu semua.
Segera, Kei memerah sesaat setelah tahu apa yang dia lakukan, tapi dia menghela nafas, mencoba menguatkan diri. Dan setelah beberapa saat, Kei menggunakan tangan kanan nya, meraba bagian belakang leher Shiori.
"A-apa yang akan kau lakukan?!!" teriak Shiori marah. Sepertinya dia takut akan sesuatu.
"Hummm... Bagaimana sekarang? Apa kau bisa kembali keluar dari tubuh Shiori? Tentu saja tidak, bukan? Karena kau mengambil kesadaran Shiori dengan cara tertentu, ada media untuk mengendalikan Shiori. Jika itu dihalangi, tentu kau tentu tidak bisa kemana mana." jelas Kei.
"B-bagaimana? Bagaimana kau tahu?" Shiori membeku mendengar itu. Kei hanya mengada ada tentang beberapa hal sebelumnya, tapi melihat reaksi Shiori sekarang, dia tahu bahwa itu semua benar.
Padahal tujuan asli Kei bukan untuk membuka itu. Dia berpikir jika itu adalah jalur sihir yang menyalurkan ke arah Shiori, jelas ada yang sebaliknya.
"Ahh, lepaskan aku! Bajingan kau! Sialan sialan! Aku tidak terima ini! Ah benar! Kalau kau tidak melepaskan ku, aku akan menggigit lidah wanita ini!!" ancam Shiori.
"Baiklah baiklah. Aku akan melepaskanmu." kata Kei dengan pasrah.
Kei berdiri, menjauhkan dirinya dari Shiori yang masih terbaring. Kei terlihat kecewa, tapi benar benar tidak bisa melakukan apapun. Kei sudah menduga, jika dia mendorongnya terlalu keras, Shiori pasti akan mengambil jalan ini. Tapi bagaimana lagi.
Dia tidak mau Shiori terluka sejak awal. Dan akan sangat berbahaya untuk Kei terus mengikat Shiori seperti itu.
Kei terlihat kecewa, tapi berusaha menyembunyikannya. Sayangnya, ekspresi nya kurang baik, dan masih terpancar rada khawatir dalam setiap tatapan matanya. Dan Shiori yang melihat itu tersenyum menggurat, terlihat mengejek Kei.
"Aku benar benar mendapat pertarungan yang tidak terduga tadi. Tapi, setidaknya aku akui kau cukup tangguh." kata sosok yang masih berada dalam tubuh Shiori.
"Hufft. Tidak sehebat kau yang menggunakan tubuh Shiori sebagai tameng dan sandera...." kata Kei menggunakan kata kata sarkasme.
Shiori mendecak pelan dengan wajah yang tidak senang, berniat membalas. Tapi karena suatu hal, dia mengurungkan niatnya, dan menutup mata.
__ADS_1
"Untuk saat ini, kau aku lepaskan. Tapi lihat saja! Aku akan mencarimu, Kei Kanata!!" teriak sosok itu, dan dengan demikian, Shiori terhuyung huyung, dan hitungan setelahnya dia terjatuh.