Death Game System

Death Game System
Bab 18 - PvP


__ADS_3

(Kei! Kei! Kei!! Cepat sadarkan dirimu! Kalau tidak, dia akan datang!!) teriakan Yuki secara perlahan mulai terdengar jelas oleh Kei, tapi pandangannya masih tetap kabur.


Kei tidak tahu persis apa yang terjadi. Tapi intuisinyaa mengatakan sesuatu yang mengancam nyawanya sedang mendekat!


Suara langkah kaki besar yang membuat bumi bergetar setiap itu bergerak, lama kelamaan semakin mendekat. Sementara itu, Yuki juga masih terus berusaha untuk membangunkan Kei yang belum sadar.


"Ha ha ha!! Memang kekuatanku tidak ada tandingannya! Aku hanya berubah dan dia langsung tidak bergerak? Aku memang luar biasa!" suara sombong terdengar menggema seperti menggunakan pengeras suara.


Sato menikmati kemenangannya sesaat, sambil mengamati Kei yang masih tergeletak.


"Eh?" Suara bodoh itu dibuat Kei yang baru saja sadar, tapi segera mundur ketika melihat sosok yang ada di hadapannya.


"Kali ini Sains Fiction kah?!!" teriak Kei saat menatap perubahan Sato.


Pasalnya, Sato berubah menjadi sebuah robot dengan tinggi 2 meter, dengan warna putih serta tambahan merah yang membuat bentuknya semakin mengerikan. Selain itu, taring tajam yang terbentuk di mulutnya seperti bersiap memakan Kei.



(Akhirnya kau bangun!! Aku sempat khawatir ketika tahu kau tidak menjawab panggilanku tahu!) Yuki segera menyambut Masternya yang kembali.


("A-ahh, maafkan aku. Aku memang sempat kehilangan kendali, dan beruntung kau terus memanggilku. Aku mungkin bisa kembali karena itu.") jawab Kei dalam hatinya sambil tersenyum.


(Huffttt Kei.... Jangan terlalu banyak membuatku khawatir!!) gerutu Yuki sedikit kesal.


"Humm, Sains Fiction, kah? Kau benar! Model perubahan ku memang seperti Sains Fiction! Apa kau menyebutnya.... Gundam, bukan?!" teriak Sato sambil tertawa senang.


Sungguh aneh mendengar suara tawa yang tidak cocok dengan tampang mengerikannya sekarang.


("Yuki. Apa kau ada ide untuk melawan hal itu? Kalau itu jelas tidak mungkin!!'") pikir Kei meminta bantuan Yuki.


(Maaf, Master. Saya tidak memiliki data yang cukup. Kalau saja saya bisa mengetahui data tahan armor itu, dan kekuatan pukulan mentahnya saja, saya bisa memikirkan sesuatu.) jawab Yuki.


("Dengan kata lain, jika kau mendapat semua data yang kau inginkan, kau bisa melakukan sesuatu, bukan?")

__ADS_1


(Itu benar, Master. Tapi, apa yang akan Master lakukan? Master tidak mungkin akan mengujinya sendiri untuk mendapatkan data nya, bukan?) sahut Yuki, kini dengan nada khawatir.


"..."


Tidak ada jawaban dari Kei, karena memang itu idenya!


Kei mengambil nafas sedikit, berusaha tenang. Dia berdiri, menghadap Sato yang masih tersenyum sambil menatap rendah Kei.


"Kau, terlihat sangat percaya diri, bukan?" kata Kei memulai dialog nya. Dia benar benar mengabaikan teriakan teriakan Yuki yang berusaha menghentikan niatnya.


"Ada apa? Apa kau hanya berniat mengulur waktu? Tidak ada gunanya, bodoh. Yahh, akhirnya kau akan tetap mati, dan api tidak akan mempan padaku bahkan jika kau menggunakan peledak. Jadi aku akan menemanimu." kata Sato sambil menyilangkan tangannya tenang.


("Apakah orang ini bodoh? Dia bahkan membeberkan sendiri kemampuannya. Tidak, dia berusaha membuatku putus asa, kah?") tanya Kei dalam pikirannya.


"Terima kasih atas peringatan mu. Tapi sayang, aku sejak awal tidak ada niat untuk meledakkanmu." ejek Kei.


("Orang ini, dia berusaha memprovokasi ku? Itu tidak akan bekerja! Tapi, dia sangat tenang! Bahkan setelah melihat perubahan ku, setelah merasakan kekuatan ku. Apa dia percaya diri dengan kemampuannya? Apakah dia punya skill yang kuat?") Sato mulai bingung ketika melihat Kei yang terlihat baik baik saja.


Terjadi jeda hening sesaat, dimana Sato mulai mewaspadai Kei. Sementara itu, Kei sendiri terus berpikir cara menyerang Sato, juga kata kata selanjutnya yang harus dia keluarkan.


("Insiden Stasiun Shinjuku? Aku dengar, Stasiun itu benar benar hancur di bagian tengah, seperti terbakar oleh sesuatu. Bahkan besi dan beberapa batuan juga meleleh karena serangan itu. Apa itu perbuatannya? Tidak mungkin! Serangan itu berasal dari atas, jadi tid-")


"Itu perbuatan ku, kau tahu?" sela Kei tiba tiba, menghentikan narasi Sato dalam pikirannya.


Segera, mata Sato menyipit, memikirkan banyak hal bagaimana mungkin itu terjadi.


"Kau sendiri tahu bahwa kita semua memiliki sesuatu yang namanya Inventory, bukan?"


"Inventory itu bisa menyimpan semua barang barang yang aku miliki, dan bisa aku panggil kapan saja. Harusnya kau pun memiliki itu, bukan?" tanya Kei sambil menimang nimang udara.


Sato hanya diam, tidak mampu menjawab.


"Sejujurnya, yang aku tunjukkan di Stasiun Shinjuku hanya sebagian kecil dari kemampuan ku yang sebenarnya. Sedangkan kau dengan berani membeberkan kemampuanmu. Apa kau bodoh?" ejek Kei.

__ADS_1


"B-Bicaralah semaumu! Kau hanya menipuku, bukan?" teriak Sato tidak Terima.


Kei hanya tertawa pelan sambil mulai membalikkan badan perlahan. Dari udara, dia secara diam diam mengeluarkan AWM, senjata terkuat miliknya sekarang.


"Terserah kau saja akan percaya atau tidak. Bisa jadi aku menyerangmu secara diam diam. Contohnya..."


"Seperti ini!!" Kei berbalik cepat, dan menembakkan AWM miliknya ke arah Sato. Tidak jelas mana yang dia incar, tapi setidaknya dengan jarak sedekat ini, peluru itu pasti akan mengenai Sato. Itu yang Kei pikirkan.


Sato yang tidak siap terkejut, dan mau tak mau menerima peluru yang ternyata mengarah ke perutnya.


TRAKK!!!


Suara retakan terdengar, begitu peluru mulai masuk dan menghancurkan sebagian armor Sato. Tapi, itu bahkan belum menembus armor miliknya!!


("Uwahh, peluru barusan hanya bisa merusak sedikit armor miliknya kah? Itu peluru AWM loh! Aku bahkan tidak tahu apa yang lebih kuat, loh!! Tapi berkat itu aku tahu, walaupun armor miliknya tahan api, tapi tidak tahan benda benda fisik, misal peluru.") pikir Kei sedikit pesimis.


Keadaan menjadi hening sesaat, dengan Sato yang terbingung melihat peluru Kei yang tidak berdampak terlalu besar.


"Aha ha ha! Lucu sekali melihat mu begitu takut tadi. Aku hanya bercanda loh bercanda! Senjata ini adalah senjata rahasia ku? Itu lucu, bukan?" kata Kei sambil membuang AWM nya.


"Bajingan....." Sato sendiri juga tak urung geram dengan tingkah laku Kei, dan mengepalkan tangan robotnya.


"Kalau kau-" kata kata Kei terhenti tiba tiba. Itu karena Sato sudah bergerak cepat memperpendek jarak antara dia dan Kei seketika, seraya mengayunkan tangannya ke arah Kei dengan sekuat tenaga!!


Kei sangat beruntung memiliki refleks yang sangat baik karena efek gulungan yang dia buka tadi malam, membuatnya berhasil menaruh kedua tangan diantara pukulan Sato, membuatnya mampu meredam efek dan hanya terbang di udara. Jika tidak, dapat dipastikan Kei akan mati seketika!!


Pukulan Sato menerbangkan Kei sekitar 100 meter jauhnya, bagaikan terbang di atas jalanan kota, sampai akhirnya Kei menabrak sebuah gedung pendek dan jatuh ke kerasnya aspal.


("Betapa kekuatan yang mengerikan! Ahh, entah bagaimana aku masih hidup!!!") bahkan dalam otaknya, Kei masih mengaduh kesakitan, merasakan nyeri yang ada di sekujur tubuhnya.


Seragam SMA nya rusak parah, penuh sobek dan kotoran dimana mana. Tas sekolahnya bahkan sudah tidak tahu ada dimana, karena terlempar saat ledakan pertama tadi.


"K-kalau be-begini, aku tidak akan bisa berangkat sekolah!" bisik Kei sambil berusaha bangun.

__ADS_1


Tangannya mati rasa karena menerima pukulan tadi. Itu adalah keajaiban bagaimana tangannya bahkan masih utuh setelah mendapatkan pukulan yang mengerikan.


("Bagaimana, Yuki? Apakah kau susah mendapatkan sesuatu?") tanya Kei pada Yuki yang sedari tadi dia abaikan.


__ADS_2