Defender

Defender
BAB 10


__ADS_3

BAB 10


“Jadi tolong kepada masyarakat, jangan selalu hubungkan sesuatu yang tidak masuk akal itu pada dunia perghaib-an…” ucap Agus.


“Hahaha, dia benar” seketika Randi tertawa mendengarnya.


Alasan Agus berbicara seperti itu karena pada kenyataannya memang masih banyak masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di daerah pelosok seperti kampung masih selalu menyangkut pautkan sesuatu yang tidak masuk akal itu seakan dilakukan oleh Jin atau semacamnya termasuk yang terjadi pada rumah itu, banyak orang meyakini bahwa itu kutukan dari dukun hingga azab Tuhan dan masih banyak lagi.


*Haha, yah begitulah, di sini pun selalu ada sih. *Tapi jika dipikir-pikir, banyak juga hal aneh hari-hari ini.


*


*


Pagi menjelang siang Randi merasa bahwa dia ingin lebih terbiasa lagi dengan kekuatan fisiknya, maka dari itu ia memutuskan untuk pergi ke hutan lagi, namun bukan di tempat yang sama, melainkan di hutan yang lebih dalam lagi. Mulai dari kaos BPP lengan panjang berwarna oranye dan celana taktis hitam serta sepatu gunungnya telah disiapkan begitu juga dengan minuman dan makanan.


Randi mengetahui posisi hutan di sekitaran Gunung Tangkuban Parahu yang sangat jarang dilalui orang-orang terutama para pendaki bahkan mungkin pendaki pun tidak mengetahuinya karena itu memang bukanlah jalur resmi dan hutan tersebut jelas sangat jauh dari pemukiman warga setempat.


 


“Fokus, ssshhhhhh”


Di tempat itu Randi menghembuskan nafasnya hingga suaranya terdengar keras bertujuan untuk mengatur pernafasannya. Kemudian setelah itu ia memasang posisi berlari.


Jika melompat ke atas bisa setinggi itu, apakah saya bisa melompat ke depan juga?


Randi beranggapan bahwa jika dia bisa melompat setinggi 100meter hanya dalam sekejap mata seharusnya dia bisa bergerak ke depan dalam sekejap mata juga, bukan dengan cara berlari melainkan melompat ke arah depan seperti dirinya melompat ke arah atas.


Satu…dua…tiga…


BOOOOMMWOOOSHHHHH!


Randi langsung melompat ke arah depan dengan sangat cepat tanpa menginjak tanah dan mendarat dengan sempurna.


“Wah, bagus” ucapnya sembari tersenyum lebar.


Kali ini Randi berfokus untuk melatih pijakannya agar bisa mendarat semulus mungkin tanpa merusak sekitarnya ketika dirinya terjun bebas dari langit. Randi memang tidak bisa terbang walaupun dia telah berusaha mencoba untuk terbang, akan tetapi dia bisa memanfaatkan lompatan tingginya itu untuk mencapai tempat yang cukup jauh.


Selain berlatih melompat dan mendarat, ia juga melatih kekuatan genggaman tangannya seperti menghancurkan batu-batu kecil hingga yang seukuran dengan telapak tangannya. Dia juga berhasil menghancurkan batu besar yang ditemuinya di hutan tersebut.


Tak hanya itu, selain menghancurkan dia juga berlatih agar tidak mudah mengeluarkan tenaga besarnya, hal ini dilakukan karena Randi khawatir jika dia menghancurkan tangan seseorang ketika sedang bersalaman dan semacamnya.

__ADS_1


*


“Haa…haa…ha…” beberapa jam setelah berlatih akhirnya Randi merasakan kelelahan yang lumayan berat, untung saja ia membawa sebotol minuman dan makanan ringan di tas pinggangnya.


*


*


*


“Yosh”


Setelah istirahat sejenak Randi pun akan memulai lagi latihannya lagi. Kemudian ia berdiri dan membersihkan celananya dari butiran-butiran tanah, namun dia belum menyadari bahwa ada yang sedang menunggunya di belakang.


Saat melakukan peregangan badan tiba-tiba Randi merasakan hawa membunuh di belakangnya, sontak saja ia langsung berbalik ke arah belakang dan melihat seeorang yang sangat misterius namun tidak asing baginya.


Siapa itu?


Orang yang berhadapan dengannya saat ini mengenakan pakaian militer modern yang sama dengan jasad yang Randi temukan. Setelah melihat seragamnya, seketika saja Randi teringat kembali tentang mayat yang ia temukan di dalam gua.


Benar juga, saya ingat seragam itu, seragam dari jasad yang memegang tabung aneh itu. Apakah orang ini temannya?


“Siapa kau?” ketika Randi bertanya padanya, orang tersebut hanya berdiam diri saja dan tidak bergerak satu pun. Tapi, Randi menyadari bahwa orang itu mulai mengepalkan kedua tangannya.


Saya tidak tahu siapa tapi instingku berkata kalau orang ini berbahaya.


Tidak lama setelah itu, orang misterius tersebut tiba-tiba berlari ke arahnya. “Di, dia datang” dengan cepat Randi kemudian memasang kuda-kuda bertahan. Semakin dekat orang tersebut mulai bersiap untuk memukul Randi di bagian wajah, namun Randi berhasil menangkis serangannya tersebut dan mendorongnya ke belakang.


“Apa maumu Alex?” ucap Randi.


“Ba, bagaimana kau bisa tahu namaku?” Alex pun bertanya balik dengan nada heran dan terkejut.


“Ada di dadamu” jawab Randi.


Alex kemudian melihat ke arah dadanya “Oh, ya kau benar” ucapnya sembari memiringkan kepalanya ke kanan.


Sekali lagi, Alex berlari ke arahnya seakan ingin memukul tapi ternyata ketika sudah berada di depan Randi, ia merubah posisi memukulnya menjadi tendangan. Randi pun cukup terkejut ketika Alex tiba-tiba akan menendang kepala bagian kirinya.


DRAP!


Tapi untungnya Randi berhasil menangkis serangan itu juga, dengan cepat ia melindungi kepala bagian kirinya dengan tangan kiri sehingga tendangan Alex tertahan oleh tangan Randi.

__ADS_1


Randi sedikit lengah, ia telat menyadari bahwa Alex ternyata tidak sendirian, ketika Alex membuat jarak dengannya, di saat yang sama pula rekannya yang sudah di belakang Randi telah bersiap untuk menyerangnya dari belakang.


BELAKANG!


TEEENGGG!


Secara reflek Randi langsung berbalik arah dan ia memukul rekan Alex tersebut namun diluar dugaan, orang itu ternyata mengenakan sebuah tameng panjang berwarna putih.


Satu orang lagi?


Setelah dia menahan pukulan Randi dengan tamengnya, tiba-tiba dibelakangnya terdapat satu orang lagi yang tidak disadari oleh Randi sebelumnya. Rekan Alex yang ketiga itu rupanya bersembunyi di balik pria bertameng sebelum akhirnya melancarkan serangannya.


Gawat!


BOOOOMMMMM!!!


 


Randi terkena pukulannya di bagian perut cukup keras dan menyebabkan dirinya terpental sejauh 15meter ke belakang.


SSSRREETT


Setelah menahan dorongannya dengan kaki, Randi akhirnya mulai bangkit kembali.


“Hanya segitu kemampuanmu?” ucap Alex.


Apa-apaan itu? Pukulan itu, ada sebuah alat yang terpasang di tangannya, sepertinya itu yang membuat pukulannya mengeras.


Rupanya ada satu orang lagi yang muncul di samping Alex, mereka semua mengenakan seragam militer modern yang sama, hanya saja terdapat satu orang yang memakai tameng. Tapi, dengan begitu Randi jadi tahu berapa banyak orang yang akan dia lawan.


 


Saya tidak tahu mereka siapa dan mau apa, tapi saya rasa mereka ada hubungannya dengan ini semua termasuk kekuatan fisikku yang bertambah drastis. Jadi kukira mereka lah yang menutupi kejanggalan ini. Jika kukalahkan mereka, mungkin saya bisa mengintrogasinya.


 


“Kebetulan saya ingin tahu apa yang disembunyikan negara ini, kupikir kalian ada hubungannya dengan ini semua, terlebih lagi, sepertinya jasad itu merupakan rekan kalian yang kutemukan tewas di dalam gua itu ya. Jadi, mari kita bertarung” ucap Randi dengan nada yang sedikit menantang dan raut muka yang serius.


 


 

__ADS_1


__ADS_2