Defender

Defender
BAB 14


__ADS_3

WARNING 17+


BAB INI MENGANDUNG CERITA YANG BERBAHAYA.


BAGI PEMBACA YANG BELUM CUKUP UMUR DIANJURKAN UNTUK TIDAK MEMBACANYA.


DIHARAPKAN KEBIJAKSANAAN PEMBACA DALAM MENIKMATI NOVEL INI.


Terima kasih atas perhatiannya. Selamat membaca!


BAB 14


Diantara keenam ******* itu ada satu orang yang menarik perhatian Randi, orang itu mengenakan rompi anti peluru yang berbeda dari yang lain, sepertinya rompi itu memang terbuat dari besi, lalu rambutnya berwarna merah dan ada luka bekas sayatan di sekitar wajahnya, ciri-cirinya memang sangat berbeda dari rekan-rekannya.


Apa dia pemimpinnya?


“Wel wel, Alex. Sudah lama kita tidak bertemu, hmm terakhir kali kapan yah? Hmm, oh ya! saat kau melihat kematian temanmu HAHAHAHA!” ucap pria berambut merah itu sembari menyindir dan tertawa keras.


Orang ini, membuatku kesal.


Disaat orang itu berbicara, Randi melihat Alex yang terus menerus mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat seakan seakan mulai dilahap luapan emosi. Seketika Randi pun mengerti pada perasaannya, ia meyakini bahwa Alex memiliki kisah yang lebih gelap daripada dirinya.


“Mulai dari tangan, kaki, perut, dan leher, sayang sekali saya tidak bisa melihatmu waktu itu padahal saya ingin tahu ekspresimu itu HAHAHAHA!” ucap pria berambut merah.


“Bisakah kau berhenti?” tanya Randi.


*


“Hah? Siapa kau? Apa kau teman baru si Alex? Rupanya…” sahut pria itu.


“Kubilang berhenti” ucap Randi. Tanpa sepengetahuannya, Randi sudah berada di belakang si pria berambut merah itu, sontak saja pria itu langsung tidak bisa berkutik lagi, tubuhnya seakan menjadi beku, dengan kata lain tubuhnya tidak bisa digerakkan lagi kecuali mulutnya yang masih bisa berbicara namun terpatah-patah.


“Se, sejak kapan?” ucap si pria merah itu dengan tatapan yang dilanda ketakutan, dia berharap bahwa rekan-rekannya membantunya namun sayang sekali, semua rekannya telah dilumpuhkan oleh Randi seorang.


“Randi…” Alex juga begitu terkejut karena dia sangat tidak menyadari bahwa Randi sudah berada di belakang si pria berambut merah.


“Jika kau menyerah, maka kau selamat…” ucap Randi lebih lanjut. Akan tetapi, ucapannya itu sangat tidak diindahkan oleh pria berambut merah tersebut.


“PERSETAN!!!” dengan cepat pria itu berbalik dan mencoba memukul Randi dengan kedua tangannya, namun semua itu hanyalah gerakan yang sia-sia. Sebelum pukulannya mengenai Randi, Randi sudah terlebih dahulu memukulnya dengan cukup keras.


BOOOOOMMMMMMMM!!!


Pria itu terpental dan membentur tembok gedung di seberang jalan dengan sangat keras hingga hancur dan menerobosnya. Di samping itu, Alex yang melihatnya dengan mata sendiri tiba-tiba tidak bisa bergerak juga karena dia merasakan sebuah hawa menakutkan dari Randi.


“Pu, pukulannya itu, sa, saya tidak bisa melihatnya” gumam Alex.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Randi kembali pada kondisi normalnya, ia sudah tidak mengeluarkan hawa menakutkan itu lagi dan malah meminta Alex untuk melemparkan bom asap tambahan.


“Alex? Bisakah kau tambah asapnya?” pinta Randi.


“Ah, oke” sahut Alex.


Alex pun melemparkan bom asap lagi untuk menutupi pandangan para wartawan dan Polisi, setelah itu Randi berjalan ke arah gedung sebelah dan mendapati si pria berambut merah tersebut ternyata sudah tidak sadarkan diri.


Pria itu terselamatkan karena rompi besinya yang bisa menahan tubuhnya dari pukulan Randi dan benturan tembok namun tidak bisa menghindarinya dari pingsan.


Alex yang berjalan menghampiri Randi seraya berterima kasih padanya karena telah membantu dalam serangan ******* ini, ia juga berterima kasih karena telah membalaskan dendam teman-temannya yang telah tiada sekaligus membuat perasaannya lega.








“Maaf, seharusnya kau masih belum bisa ikut campur dalam masalah ini, kisahnya sangat panjang, dimulai sejak lima tahun setelah Indonesia merdeka. Omong-omong, terima kasih untuk sekarang, kita pasti bertemu lagi” ucap Alex.


Kemudian setelah itu Alex tiba-tiba menghilang dari pandangan Randi secara perlahan, hal ini membuat Randi sangat terkejut karena baru sekarang ini dia melihat seseorang menghilang begitu saja di hadapannya.


Ia pun langsung melihat ke arah kanan, kiri, atas dan bawahnya namun sama sekali tidak bisa menemukan Alex seakan dia telah pergi jauh.


Ah, saya lupa menanyakan apakah dia musuh atau bukan tapi kayanya sih bukan, terus ini gimana dong? Google masknya juga.


“Ah, biarkan saja deh” ucap Randi.


Randi pun berniat untuk membiarkan para Polisi menangkap *******-******* itu dan untungnya semua sandera selamat tanpa luka berat dan juga sebelum asapnya menghilang ia harus kabur tanpa diketahui pihak Polisi dan wartawan.


Yosh, kabur sekarang.


Lantas Randi pun langsung berlari menjauhi tempat kejadian perkara tapi ketika di tengah jalan tiba-tiba ia teringat dengan motornya yang terparkir di basement alun-alun.


Astaga, motor saya!


Tapi setelah dipikir-pikir, sebaiknya ia mengutamakan untuk kabur terlebih dahulu, masalah motor itu bisa belakangan. Akhirnya Randi pun memilih untuk kabur menjauhi tempat itu daripada memikirkan motornya.


Tapi karena tiba-tiba saja muncul sebuah ide, Randi pun akan kembali ke alun-alun untuk mengambil motornya. Ia akan berlari cepat memutari jalan hingga tiba di belakang alun-alun tanpa diketahui semua orang.

__ADS_1


Berharap ini berhasil, kalau saja saya bawa jaket tadi mungkin gak akan serumit ini.


Randi pun langsung berlari memutari gedung-gedung lain dan memutari jalan sebelum asapnya menghilang, Dia lebih memilih berlari karena menurutnya berlari lebih aman daripada melompat dengan sekejap mata yang bisa menarik perhatian banyak orang.


Masih memakai google masknya, Randi pun akhirnya telah sampai menuju basement alun-alun Bandung dan segera menjalankan motornya lalu pergi dari sana secepatnya sebelum Polisi melakukan pemeriksaan yang sangat ketat.


BRRRRRMMMMMMMM!!!


Grah! Akhirnya bisa kabur, kuharap tidak ada yang mencurigaiku.


 


 


*


*


Penyerangan yang terjadi di sekitar alun-alun itu menjadi perbincangan hangat di media nasional dan internasional, tak hanya dikejutkan dengan kemunculan sepuluh orang ******* melainkan juga dunia dikejutkan dengan kehadiran sosok pria berkekuatan super yang misterius.


A REAL SUPERHERO? Kalimat tersebut menjadi headline dibanyak media pertelevisian, media sosial hingga koran bahkan penayangan berita itu tak henti-hentinya disiarkan sampai malam hari.


Randi yang saat itu tengah menonton televisi di rumahnya merasakan ******** tersendiri ketika banyak orang membicarakan tentang dirinya namun untungnya mereka masih belum mengetahui identitasnya.


Sudah kuduga pasti akan seviral ini, kalau saja Alex tak memberi google masknya, mungkin sudah beda cerita. Omong-omong, semoga para korban jiwa tenang di alam sana.


“Ini memang diluar keahlian saya tapi jika saya lihat ada dua kemungkinan kenapa orang misterius ini memiliki kekuatan super, yaitu antara teknologi dan hasil eksperimen rahasia yang entah itu dilakukan negara atau suatu kelompok tertentu” ucap salah seorang pengamat ketika disuruh mengungkapkan pendapatnya secara langsung.


Ya, saya juga yakin kalau asap yang ada di gua itu penyebabnya.








Malam itu, Randi akhirnya masih bisa melakukan aktivitas normal tanpa ada gangguan seperti kecurigaan terhadap dirinya dan beruntungnya hanya ada sedikit rekaman warga yang memperlihatkan sosok dirinya selain dari rekaman para wartawan dan jurnalis.


Di samping itu juga ia merasa senang karena dengan kekuatannya dia bisa menyelamatkan banyak orang, lebih banyak dari sebelumnya. Tapi dia juga sadar bahwa dia masih mempunyai kekurangan seperti hanya bisa menyelamatkan orang yang bisa digapainya saja.

__ADS_1


__ADS_2