Defender

Defender
BAB 9


__ADS_3

BAB 9


Rumah Sakit Lembang


“Aslian? Kamu gak pernah minum obat atau jadi baha uji coba ilmuwan gitu?” tanya Dedi.


“Asli gak pernah” jawab Randi


“Soalnya kekuatan mu meningkat drastis melebihi manusia normal loh, berlatih dari olahraga aja gak mungkin sesingkat ini, apalagi para binaragawan yang ototnya melebihi kamu aja gak bisa kaya gini” tutur Dedi lebih lanjut.


“Iya juga sih, saya aja aneh dok, terus kelanjutannya gimana?” sahut Randi.


“Ini juga menarik bagi kami, kami akan menelitinya tapi kami butuh sampel darahmu. Untuk saat ini kita rahasiakan saja dari publik” ucap Dedi.


“Oke deh” balas Randi.


Sebelumnya, siang menjelang sore itu Randi sudah ditelepon oleh pak Dedi untuk segera ke rumah sakit karena hasil medical checkup-nya telah keluar. Namun ketika diperlihatkan hasil itu, Randi terkejut karena dia melihat sebuah grafik yang membandingkan kekuatan dirinya dengan manusia normal pada umumnya.


Perbandingan pada grafik tersebut tercatat sangat jauh dengan kata lain kekuatan Randi sangatlah tinggi dari yang lain, bahkan jauh melebihi manusia terkuat di dunia saat ini.


Tidak ada yang bisa dilakukan untuk sekarang ini menurut pak Dedi, ia dan rekan-rekannya akan terus meneliti hal ini karena mereka semua sudah sangat penasaran akan penyebabnya.


Namun untuk meneliti hal itu, Dedi membutuhkan sebuah sampel darah milik Randi, tanpa pikir panjang lagi Randi pun langsung menyetujuinya karena ia juga sangat penasaran.


BREAKING NEWS!


“Selanjutnya kita akan memberikan informasi berikutnya. Telah terjadi pengeboman misterius yang melanda kawasan hutan nasional di daerah Lembang, Jawa Barat. Banyak saksi mendengar suara ledakan yang besar dan pihak taman nasional telah menemukan bekas jatuhnya bom tersebut, jelas terlihat bahwa hasil ledakan itu membuat lekukan tanah yang cukup besar, pihak militer mengatakan bahwa itu bukan berasal dari mereka…” ucap reporter berita


Tiba-tiba saja sebuah televisi yang ada di ruangan pak Dedi menayangkan berita tersebut, mereka memperlihatkan lekukan tanah yang direkam oleh helikopter media. kemunculan berita itu jelas membuat Randi sangat terkejut karena tidak disangka bahwa beritanya akan secepat itu.


GILAAA! Media sungguh mengerikan. Gawat!


Setelah melihat ke arah televisi Randi pun kembali melihat ke arah pak Dedi, sungguh diluar dugaannya, pak Dedi memasang raut muka yang menandakan kecurigaan terhadap dirinya, beliau mengetuk mejanya berulang-ulang dengan pulpen yang ia pegang sembari menatap mata Randi dengan penuh kecurigaan.


*

__ADS_1


Dia curiga padaku. Rupanya dokter juga menyeramkan.


“Tu, tunggu dulu, itu bukan saya”


Randi berusaha membela diri tapi sayangnya raut mukanya tidak sesuai dengan perkataannya, ketika Randi berbohong ia akan mengalihkan pandangannya ke atas lalu menggigit bibir bagian bawahnya sehingga membuat mukanya terlihat jelek.


“Kau memang kacau dalam berbohong yah, heh” ucap pak Dedi sembari tersenyum setengah seakan meremehkan.


“Hah…oke deh, itu saya” akhirnya Randi terpaksa memberitahunya karena dia sadar bahwa dia tidak ahli dalam berbohong.


“Jadi, kekuatan super yah” gumam pak Dedi.


*


Sekitar setengah jam Randi berbincang dengan pak Dedi, akhirnya setelah diambil sampel darahnya dia pun keluar dari ruangan. Sebelumnya pak Dedi juga memberi nasehat kepada Randi agar memanfaatkan kekuatan fisiknya itu untuk membantu orang lain apalagi Randi sendiri merupakan anggota dari BPP yang telah terbiasa membantu banyak orang.


Yah, perkataannya memang benar sih, tapi kok saya merasa janggal yah? Hmm.


***


Setelah mendapatkan sampel darah, pak Dedi beserta rekan-rekannya langsung mengujinya di waktu itu juga, ia rela menunda beberapa jadwalnya demi memastikan sesuatu.


Setelah sekian lama, akhirnya mereka semua berhasil menemukan apa yang mereka cari selama ini.


“Pak, ternyata benar!” ucap dokter muda dengan riang gembira.


“Ya, akhirnya. Kukira ini mustahil, ini memang di luar dugaan tapi ternyata ada manusia yang benar-benar berhasil melalui ini semua. Haaa…kita punya harapan baru” sahut pak Dedi.


Entah kenapa pak Dedi beserta rekan-rekannya terlihat sangat bahagia sekaligus merasa lega setelah mereka mengetahui apa yang ada di dalam darah Randi. Tidak sampai di situ, pak Dedi kemudian berlari dari ruang lab menuju kantornya.


Ia membuka seluruh laci yang ada di sana untuk mencari dokumen “Ah, ini dia” setelah dia mendapatkannya lantas ia menuliskan kalimat berupa laporan.


*


“Randi yah, anggota BPP. Maaf saya akan merahasiakan ini darimu, sebenarnya dari hasil pemeriksaanmu, telah diketahui bahwa DNA mu benar-benar berubah, seperti menyatu dengan DNA yang lain. Dia memiliki kekuatannya, akhirnya, sampai selama ini, kita mungkin bisa melawannya dan membalaskan dendam kita” gumam pak Dedi.

__ADS_1


*


Setelahnya, pak Dedi memasukkan semua salinan hasil pemeriksaan Randi secara menyeluruh termasuk laporan yang dibuatnya pada sebuah berkas yang berjudul “TOP SECRET-MEDICAL INVESTIGATION” kemudian dia memasukkan berkas itu pada sebuah kotak besi yang di atasnya tercantum kalimat timbul “XPAND Company” pada kotak besi itu juga terdapat beberapa berkas rahasia lainnya yang bernama Mictorius, Medical Chekup Guardian dan masih banyak lagi.


“Kuharap ketua cepat menyadarinya” gumamnya.


Kemudian pak Dedi memberikan kotak besi itu kepada dokter muda yang akan mengantarkannya pada seseorang “Tolong antar ini, ini kemajuan besar kita setelah sepuluh tahun, hati-hatilah” ucapnya sembari memberikan kotak tersebut. “Siap, percayakan saja padaku” sahut dokter muda itu.


*


*


Keesokan harinya, Randi terbangun seperti biasa dan melakukan kegiatan rutinnya namun kali ini dia mulai terbiasa dengan kekuatan fisiknya itu, seperti dia sudah tidak lagi memecahkan piring atau sesuatu yang mudah pecah.


Yah, lama kelamaan mungkin saya akan terbiasa juga.


Setelah olahraga rutinnya ia kemudian sarapan dengan nasi goreng dan segelas susu hangat ditemani acara berita pagi hari.


“Kami laporkan adanya keanehan pada sebuah rumah yang terbakar di Jakarta, bagaimana mungkin sebuah kamar dari rumah yang terbakar itu berubah menjadi lapisan es dingin…” ucap sang reporter berita.


Hah? Es?


Setelah mendengar kabar dari berita tersebut, awalnya Randi kebingungan namun dia terheran-heran setelah reporter itu memperlihatkan kamarnya dan benar saja sebuah kamar tiba-tiba memiliki lapisan es padahal rumah tersebut telah cukup hangus terbakar.


Melihatnya pun membuat Randi cukup kebingungan sampai-sampai ia memiringkan kepalanya “Editan? Tapi kok kaya asli ya?”  selanjutnya reporter itu mewawancarai sang pemilik rumah yang terbakar.


“Saya emang gak ngerti padahal sebelumnya kamar anak saya ini gak ada lapisan es nya, cuman berbentuk seperti kamar pada umumnya gitu. Tapi syukurnya semua keluarga saya selamat termasuk anak saya ini yang diselamatin orang muda tadi” ucap pemilik rumah.


“Orang muda?” tanya reporter.


“Iya cuman orangnya dah pergi gatau kemana” jawab pemilik rumah.


Ketika kembali ke studio berita, ada satu peneliti yang turut meneliti kasus tersebut. Menurutnya, lapisan es tersebut bukanlah hasil dari hukum alam semata, melainkan seperti sebuah teknologi modern, awalnya peneliti yang bernama Agus itu kebingungan juga darimana asalnya es tersebut namun setelah dia mendengar pengakuan dari sang pemilik rumah Agus pun meyakini bahwa penyebab dari lapisan es itu ialah seorang pemuda


yang menyelamatkan anak itu dari kebakaran.

__ADS_1


Hmm, teknologi.


 


__ADS_2