Defender

Defender
BAB 11


__ADS_3

BAB 11


Cih, mereka semua memakai masker dan kacamata google, saya tidak bisa melihat wajanya. Tunggu, ada yang aneh, nama mereka sungguh tidak biasa kecuali Alex.


Ketika Randi sedang mengamati mereka, rupanya dia menyadari ada yang aneh dari mereka berempat, semua nama yang terpasang di seragam bagian dadanya memiliki nama yang tidak biasa.


Seseorang yang memakai tameng bernama Tank, di sampingnya yang mengenakan kerambit bernama Rabbit, lalu orang yang memiliki alat pengeras pukulan itu bernama Duck, sementara itu hanya Alex sendiri yang memiliki nama normal.


Sepertinya mereka menggunakan nama samaran, termasuk Alex sendiri. Mungkin.


*


“Hanya segitu kemampuanmu, Randi?” tanya Alex.


Dari mana dia tahu?


“Darimana kau tahu namaku?” Randi pun menanyakan balik sembari siaga terhadap serangan dadakan lainnya. “Itu tidak penting” jawab Alex.


Kemudian Rabbit yang memakai kerambit di kedua tangannya itu langsung berlari menghampiri Randi dengan nafsu menyerang.


SYUT! SYAT!


Beberapa kali Randi menghindari serangannya yang bertubi-tubi itu dan terpaksa ia melangkah mundur sedikit demi sedikit, ketika ada celah Randi langsung memukul perut Rabbit dengan sangat cepat sehingga dia terpental cukup jauh ke belakang.


Di saatyang bersamaan setelah Randi memukul Rabbit dan membuatnya terdorong cukup jauh, di situ juga Duck, Tank dan Alex maju secara bersamaan. Duck menyerang duluan dan mengarah kepalanya.


Namun ketika Randi berhasil menghindar dan akan memukul balik, seketika saja Tank sudah berada di hadapannya untuk melindungi Duck.


TEEEENGGGGG! WOOOSHHHH!!!


Pukulan Randi yang mengenai tameng itu langsung menghasilkan hembusan angin yang mengakibatkan Tank sedikit terdorong, melihat tamengnya yang tidak hancur membuat Randi cukup terkejut sekaligus terkesan.


Setelah Tank menerima pukulannya, dia lantas mundur perlahan, kemudian Alex yang sedari tadi berada di belakang Tank langsung melaju sangat kencang dan berhasil menendang kepala Randi sehingga membuatnya terjatuh.


GUBRAK!


*


Hah, kerja sama tim yang hebat.


“AGH!” teriak Randi.


Ketika Randi akan berdiri rupanya Duck tidak memberinya jeda waktu, dia langsung memukul Randi pada bagian dadanya secara bertubi-tubi.


Ugh, alat ini mengandung listrik.


ZZZRRRTTT! DUK DUK! ZZREETTTT!


Duck memukulnya berkali-kali hingga membuat Randi merasa mual karena sengatan listriknya itu, kemudian giliran Alex yang menyerang bertubi-tubi.


NGIIIIIIIIIINNNNGGGG!


Terdengar dari sepatunya yang berbunyi layaknya sebuah mesin yang menyala, dengan sangat cepat Alex pun langsung menendang Randi dengan sangat keras.


“AGH!”


Orang ini, sepertinya dia tipe petarung yang menggunakan kakinya, sepatunya itu memiliki teknologi yang bisa mengeraskan tendangannya menjadi jauh lebih kuat.


Pada serangan terakhirnya Randi pun berhasil menangkis serangan Alex namun tidak sampai di situ, setelah Alex mundur beberapa langkah ke belakang tibalah saatnya bagi Tank untuk menyerang Randi.


Apa sekarang?


Dia meletakkan tamengnya seperti Polisi yang sedang menghadang pendemo, namun tamengnya sudah tidak seperti tameng sebelumnya. Bentuknya seakan berubah karena memiliki bola berwarna biru muda terang di tengahnya, berbeda seperti sebelumnya.


NGIIIIINNNGGGG!


Setelah ditembakkan, tanpa disadari Randi, tameng itu mengeluarkan gelombang yang besar dengan radius gelombang yang besar pula “Tekanannya, terlalu kuat”.


KRAK KREEEKK!


membuat Randi dan pohon-pohon di sampingnya rusak bahkan hancur lembur dan terlempar.


BOOMMM!


“AAARRRGGGGHHH!” teriak Randi.

__ADS_1


Alhasil, Randi pun membentur batu yang cukup besar dan berakhir tergeletak di tanah. Alex dan kawan-kawannya merasa aneh karena tidak ada lagi tanda pergerakkan darinya, dengan begitu mereka berempat memutuskan untuk menghampiri Randi.


Namun setelah mereka mendekatinya, mereka berempat cukup terkejut karena Randi telah tergeletak di tanah setelah membentur batu besar dan juga dia tidak bergerak seperti orang yang sudah tidak berdaya lagi.


“Hanya segitu? Apa benar dia orangnya? Kita gak salah mukul orang kan?” ucap Alex dengan penuh keheranan.


“Mungkin saya terlalu keras” sahut Tank ketika menyadari Randi tidak berdaya.


“Dia pingsan” ucap Duck setelah memeriksa kondisi Randi yang sudah tidak berdaya.


“Itu bukan salahmu Tank, tapi kupikir perhitungan pak Dedi kurang akurat” ucap Alex.


Alex tidak menyalahkan Tank yang sudah mengeluarkan senjata besar, tapi Alex hanya menganggap bahwa perhitungan pak Dedi kurang akurat karena pada isi laporannya jelas berbeda dengan kenyataannya saat ini.


*


*


*


“Kau salah Randi, kuatkan kuda-kuda bertahan dan menyerangmu”


Ketika Randi pingsan, ia seketika bermimpi saat dirinya sedang mempelajari ilmu bela diri Muay Thai ketika dirinya masih menginjak masa Sekolah Menengah Kejuruan.


“Nah, sekarang kuatkan proporsi tubuh mu” ucap guru Muay Thai nya.


Kala itu Randi sedang mempelajari teknik kuda-kuda menyerang bersama dengan teman-temannya, namun dia memiliki satu masalah yaitu kurangnya tenaga untuk menyempurnakan kuda-kudanya dikarenakan pada saat dulu dia memang bertubuh kurus.


Akan tetapi, gurunya terus mendukung dan melatihnya dengan sabar agar Randi bisa menyempurnakan tekniknya sekaligus menguatkan tenaganya.


“Atur pernafasanmu dan kuatkan dadamu. Nafaslah dalam-dalam dan alirkan ke seluruh tubuhmu, bayangkanlah” ucap sang guru.


Setelah berlatih beberapa kali, akhirnya Randi pun mulai mampu untuk menguatkan teknik kuda-kudanya. Sekarang ini ia sudah bisa melakukan teknik menyerang sekaligus bertahan di saat yang bersamaan. Selain itu, Randi juga bermimpi ketika dirinya mendengar nasehat dari gurunya tersebut.


“Ingat Randi, ada beberapa orang bertubuh kecil yang bertarung menggunakan akalnya. Jadi, sekuat apapun kamu, jangan sampai kamu meremehkan lawanmu, jangan lengah, dan juga jangan masuk ke dalam jebakannya. Dan juga, gunakanlah semua ilmu yang telah kau pelajari itu untuk sesuatu yang positif. Teruslah hidup” ujar sang guru kepada Randi kala itu.


*


*


*


“Ya sudah deh, kita antar ke rumahnya aja” sahut Alex.


Akan tetapi sesuatu yang sungguh di luar dugaan mereka terjadi begitu saja, ketika Alex akan menyentuh tangan Randi dengan niat untuk membawanya tiba-tiba saja Randi memegang tangan Alex dengan sangat cepat dan sangat keras.


“Heh?” gumam Alex.


KREEEKK!


“AAAAAAAAAAAA! LEPASKAN!” Saking kerasnya Randi menggenggam tangannya hingga terdengar bunyi retakan tulang. Walaupun telah dibantu oleh Tank dan Rabbit namun Alex masih tidak bisa terlepas dari genggaman Randi.


Kemudian, mereka berempat menyadari bahwa Randi telah membuka matanya namun mata yang mereka lihat itu bukanlah mata manusia normal, melainkan mata yang berwarna merah terang seluruhnya yang membuat Alex dan teman-temannya ketakutan.


Pada waktu yang sama, Randi pun memilih melepas genggamannya, setelah terlepas, Alex, Tank, Rabbit dan Duck seketika melangkah mundur sejauh 10meter dan membuat jarak dengannya.


“Sialan, apa-apaan itu?” tanya Alex.


“Tunggu, kalian merasakan ini?” tanya Rabbit.


Mereka berempat tiba-tiba saja merinding ketakutan setelah merasakan sebuah hawa mengerikan yang dihasilkan oleh Randi. Tak lama kemudian, Randi pun mulai bangkit kembali, ia mengeraskan otot-otot kakinya hingga ke perut, dengan begitu Randi bisa berdiri 90° tanpa menyentuh tanah.


“Di, dia bisa melakukan itu…mengerikan” ucap Rabbit.


“Semuanya, bersiap-siaplah, kita akan melawannya sekali lagi” ucap Alex.


*


*


Alex memerintahkan Rabbit untuk menyerang duluan, dia ingin menggunakan taktik yang sama seperti sebelumnya. Namun, sebelum itu terjadi.


BOOOOOOOOOOMMMMMMMM!!!


“RABBIT!” teriak Alex.

__ADS_1


Sebelum mereka melancarkan serangannya, Randi sudah berada di hadapan mereka dalam sekejap mata dan tanpa pikir panjang lagi dia langsung memukul Rabbit hingga membuatnya terlempar jauh. Dalam sekejap mata saja Rabbit telah hilang dari pandangan teman-temannya.


“DUUUCCKK!” Kemudian Alex memberi isyarat kepada Duck agar mereka menyerang Randi secara


bersamaan, setelah Rabbit terlempar jauh, mereka berdua langsung menyerangnya dari depan dengan sebuah kombinasi dari tendangan dan pukulan.


Namun setelah mereka hampir mengenainya, tiba-tiba saja Randi mengepalkan tangan kanannya dan akan menyerang sebelum mereka berdua mengenainya lebih dulu. Mengetahui hal itu, Tank pun bergerak cepat untuk melindungi mereka berdua.


BOOOMM WOOOSHHH!


*


“HAH? Sa, saya masih hidup?” ucap Alex.


Sebelum Randi memukul Alex dan Duck, ternyata Tank dengan cepat berlari ke arahnya dan melindungi mereka berdua dengan tamengnya. “Kalian tidak apa-apa?” tanya Tank kepada Alex dan Duck. “Te, terima kasih, Tank” balas mereka berdua.


Tertahan? Padahal seharusnya mereka terhempas.


Tameng dari Tank rupanya mampu menahan serangan Randi yang cukup kuat itu, namun sayangnya itu tidak bertahan lama, sedikit demi sedikit tamengnya mulai retak dan mulai hancur satu per satu potongan.


“Sial” ucap Tank.


“Orang ini, benar-benar mengerikan” ketika tameng tersebut hancur, Alex, Duck dan Tank benar-benar merasakan bahwa mereka tengah dihadapkan dengan kematian, mata mereka bertiga tidak pernah berkedip kala itu dan juga tatapan mereka hanya terfokus pada Randi seorang, dari balik seragamnya sebenarnya mereka semua telah dibanjiri keringat ketakutan serta seluruh tubuhnya pun telah bergetaran.


“Jadi, katakan, siapa kalian?” tanya Randi yang mulai memanfaatkan rasa takut mereka untuk mengintrogasinya.


*


POP! WUUUUSSSSHHHH!


Tiba-tiba saja muncul sebuah asap putih yang entah datang dari mana, asap itu menutupi pandangan Randi terhadap Alex dan lainnya.


Bom asap kah?


Karena cukup kesal, Randi pun mulai menghentakkan kakinya satu kali ke tanah, dengan begitu ia bisa menciptakan hembusan angin yang cukup kuat untuk menghilangkan asap tersebut. Setelah asapnya terhembus oleh angin, tiba-tiba saja Alex, Tank dan Duck menghilang begitu saja.


Kemana mereka? Apa mereka akan menyergap lagi?


Setelah beberapa menit Randi ada di sana, rupanya tidak ada serangan yang mengarah padanya lagi, bisa dikatakan bahwa Alex dan teman-temannya telah kabur melarikan diri.


Ah, jika saja saya langsung membuat mereka pingsan.


Karena tidak merasakan ancaman lagi, matanya mulai kembali normal sedikit demi sedikit, Randi juga tak lupa berterima kasih kepada gurunya yang telah memberikan dia ilmu bela diri dan tanpa perkiraannya akan teringat oleh mimpi.


Ya, sekarang saya mulai bisa menguasai kekuatan ini.


“Hah…capek” ia membungkuk seraya memegang kedua lututnya dan terus bernafas cepat secara berulang-ulang karena kelelahan, beberapa saat kemudian tubuh Randi pun kembali normal, matanya yang berwarna merah itu telah pudar dan kembali seperti semula, otot-ototnya yang mengeluarkan urat sekarang telah kembali normal.


Hah…hah…satu petunjuk, sudah kuduga ada sesuatu di negeri ini, tapi siapa mereka?


*


Randi pulang ke rumah tepat pada malam hari, ia lantas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor itu. “Aahhh, sakit” tiap tetesan air shower yang mengenai lukanya membuat dia cukup merasakan rasa perih.


Sekitar sepuluh menit kemudian setelah mandi dan memakai pakainnya, sembari menonton televisi ia juga sembari memasangkan sebuah plester pada setiap lukanya yang cukup parah, kebanyakan diantaranya pada bagian dada dan punggung.


*


“Biasanya bencana gempa selalu memanjang ke penjuru daerah sampai batasnya, misalnya gempa di Jakarta akan dirasakan juga di Tangerang dan Bekasi. Namun kali ini pemirsa kita akan membahas fenomena alam yang membuat bingung para peneliti, bagaimana tidak? Pasalnya sebuah gempa berkekuatan 4 SR mengguncang kota Bandung, hanya kota Bandung bagian pusatnya saja, tepatnya di kawasan Gedung Sate…” ucap Reporter.


Bagaimana bisa gempa 4 SR cuman terasa di sekitaran Gedung Sate saja?


Kemudian Reporter itu menyebutkan secara rinci bahwa gempa sebesar 4 SR terjadi sepanjang 4 kilometer mengelilingi Gedung Sate.


“Empat kilometer? Mustahil!” ucapnya setelah mendengar Reporter tersebut.


Saat ini jagat pertelevisian dan media sosial internasional secara serentak memberitakan kejadian ini, peneliti asing pun turut ikut andil dalam memecahkan sebuah keanehan itu.


DRRTT DRRTT!


Baru saja berita tersebut selesai ditayangkan, Randi sudah ditelepon oleh pimpinan BPP Lembang untuk segera menghandiri rapat dadakan besok.


“Pak Randi, maaf sebelumnya, saya tahu besok hari libur tapi kita ada pertemuan dadakan besok” ucap pimpinannya.


“Baik, saya mengerti, saya sudah lihat beritanya pak” sahut Randi.

__ADS_1


BPP mengadakan pertemuan dadakan untuk membahas fenomena alam yang aneh ini, mereka berusaha merumuskan apa yang akan terjadi jika ini terus berlanjut dan solusi untuk menanganinya jika fenonema ini berujung pada mala petaka.


__ADS_2