Defender

Defender
BAB 15


__ADS_3

BAB 15


Lembang, 29 November 2020


Pagi esok harinya, walaupun hari libur tapi Randi sudah disibukkan dengan banyaknya hasil laporan sementara dan berita-berita terkini, dimulai dari jam 7 pagi ia sudah menerima banyak panggilan telepon dari rekan-rekannya.


Ugh, layar pecah ini membuatku tidak nyaman, harus ke service-an.


Dari semua panggilan telepon itu, hanya panggilan terakhir yang membuat dia cukup terheboh.


"Bapak yakin? Seriusan?!...baik......baik" Ucap Randi.


Setelah mendengarnya ia lantas menyalakan televisi lalu mencari berita pagi dan ternyata kabar tersebut benar. Sebuah gempa yang sama seperti di Bandung terjadi di Kota Cimahi hingga Kabupaten Bandung Barat dan sama seperti sebelumnya, gempa tersebut hanya bisa dirasakan di dua wilayah itu sementara wilayah tetangganya tidak terkena sama sekali.


Bagaimana ini bisa terjadi? Mustahil, ada yang janggal di sini.


Akan tetapi ada yang berbeda darinya, gempa yang terjadi di Bandung hanya berlangsung selama 7 menit dan sebesar 4 SR sedangkan yang terjadi di Cimahi dan Bandung Barat sebesar 5 SR dan berlangsung selama 20 menit pada pukul satu dini hari yang menyebabkan beberapa bangunan roboh.


Kemudian setelah itu dia langsung membuka laptopnya dan mengetik semua laporan yang ia dapat sebelumnya sambil sarapan pagi.


Semua rekan BPP di lapangan hingga para peneliti mulai kebingungan tentang masalah ini, Polisi pun tidak menemukan adanya percobaan pengeboman. Jadi dalam kata lain ini seperti murni perbuatan alam, tapi anehnya titik gempa berpusat di tengah kota dan jangkauannya sangat pendek bahkan yang lebih aneh lagi gempa ini mengetahui perbatasan wilayah, mungkin ini pertama kalinya di Indonesia atau mungkin di dunia juga?


Astaga ini membuatku pusing juga, saya yakin ada penyebabnya tapi apa? Mereka yang di lapangan pun sudah dibingungkan apalagi saya.


“Teknologi, benar juga! Teknologi” Randi langsung teringat dengan ucapan peneliti dan pengamat yang mengomentari tentang kamar es di tengah rumah yang terbakar dan penyerangan di alun-alun Bandung.


Dia beranggapan jika saja memang bukan alam penyebabnya maka kemungkinan besar manusia sendirilah yang jadi penyebabnya. Maka dari itu ia membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedar petunjuk.


Hmm, pikiranku menjadi liar saat ini. Saya merasa bahwa Alex dan penyerangan kemarin itu memiliki hubungan tentang ini juga. Hmmmmm.


*

__ADS_1


Tak lama kemudian, Randi mulai mengesampingkan pikiran-pikiran liarnya itu, ia pun lantas menarik dan menghembuskan nafasnya agar hati dan pikirannya tenang, lalu setelah itu dirinya mulai fokus untuk mengetik seluruh laporannya.


*


*


Sampai tiga jam kemudian akhirnya Randi telah menyelesaikan pengetikan semua laporan saat ini, setelahnya ia langsung bergegas menyiapkan diri untuk pergi ke tempat perbaikan ponsel yang ada di sekitar kota Lembang.


BRMM! BRRRMM!


*


Benar juga yah, kalau dipikir-pikir mending ganti hp aja, toh yang ini udah empat tahun juga. Ok deh.


Namun ketika di tengah perjalanan, seketika terbesit di pikirannya untuk mengganti dengan handphone baru, ia berpikir bahwa handphonenya saat ini memang sudah cukup lama digunakan dan juga teknologinya jelas tertinggal oleh handphone-handphone masa kini.


Jika ia memperbaikinya pasti membutuhkan waktu lama karena harus mengantre terlebih lagi nilai jual handphone bekas semakin menurun seiring berjalannya waktu. Maka dari itu, sebelum harganya semakin jatuh, lebih baik Randi menggantinya dengan handphone yang lebih canggih.


Randi pun beralih haluan dari yang awalnya akan ke tempat perbaikan handphone sekarang ia akan ke toko handphone. Sekitar sepuluh menit kemudian akhirnya ia tiba di tempat dimana banyak sekali toko handphone dari berbagai merk.


*


“Permisi pak, saya bisa tukar tambah hp tidak?” Tanya Randi.


Setelah mengunjungi salah satu toko handphone yang ada di sana, Randi pun langsung bertanya kepada penjaga toko apakah ia bisa menukar tambah handphonenya dengan yang baru.


“Apa saya boleh lihat hp mas-nya?” Sang penjaga toko akhirnya meminta Randi untuk memperlihatkan handphone yang akan ditukarnya, ketika diperlihatkan sang penjaga toko rupanya cukup terkejut karena kondisi layar handphone Randi yang sudah retak walau tidak sangat parah.


“Merk Snsv yah, mau tukar tambah dengan apa mas?” Tanya pemilik toko.


“Sama Snsv yang baru, itu loh yang ada di iklan, baru rilis” Jawab Randi.

__ADS_1


Penjaga toko pun berjalan ke arah komputernya lalu mengetik sesuatu, tidak lama kemudian ia berjalan lagi menghampiri Randi dan berkata bahwa bisa saja di tukar tambah namun nilai jual handphone Randi ternyata sudah jatuh harganya.


“Barusan saya udah cek mas, hp mas ini umurnya kurang lebih empat tahun ditambah layar retak jadi nilai jualnya sekitar satu setengah jutaan. Bisa ditukar dengan Snsv yang baru jadi mas tinggal tambah lima juta aja” ujar penjaga toko.


Ya, itu lebih baik dari satu juta kurang.


“Ok deh pak, tidak masalah” jawab Randi.


Randi pun setuju untuk menukar handphone dengan hanya menambah lima juta rupiah saja, ia dan penjaga toko pun sepakat. Kemudian setelah itu Randi melakukan pembayaran melalui kartu debitnya hingga semua proses berjalan lancar sampai akhirnya Randi bisa pulang dengan membawa sebuah handphone terbaru.


Lumayan kan, gak rugi-rugi amat sih.


Setelah mendapatkan handphone barunya itu, ia lantas pergi ke parkiran motor untuk pulang dan melanjutkan pekerjaannya, namun Randi tiba-tiba saja melihat sebuah truk besar dan panjang yang melewati jalan tersebut.


Truk? Sebesar itu? Mau ngapain? Ada proyek kah?


Truk tersebut jelas berbeda dari truk-truk yang biasa melintas di kota Lembang, truk yang Randi lihat itu memiliki desain yang menyerupai truk militer, juga truk tersebut membawa sebuah barang seperti alat yang bentuknya cukup aneh namun terkesan sangat modern.


Dilihat dari bentuknya Randi berpikir bahwa alat itu adalah pengebor atau penambang yang berukuran besar “Tapi mau di bawa kemana itu?” ucap Randi, ia melihat bahwa truk tersebut berjalan mengarah pada medan tinggi di wilayah Lembang.


Akan tetapi, Randi mulai menghiraukannya dan berpikir bahwa di sana ada sebuah proyek besar. Ia pun lantas kembali pulang ke rumah.


Waktu pun berlalu hingga malam tiba, waktu itu Randi yang sedang mencoba semua fungsi dari handphone barunya tiba-tiba saja ditelepon oleh pak Yono. “Halo pak, ada apa?” Tanya Randi, pak Yono rupanya menyuruh Randi untuk melihat berita di televisi dengan segera.


Dengan keheranan Randi pun langsung menyalakan televisinya.


“I, INI! A, astaga!” setelah melihatnya sontak saja matanya langsung menajam dan terfokus pada televisinya. “Sudah lihat?  BPP lagi memeriksanya, tunggu saja laporannya” Ujar pak Yono, “Baik pak” sahut Randi.


Saya malah tambah yakin kalau ini bukanlah dari alam, ini bukanlah gempa, ini…ini sebuah guncangan buatan. Entah siapapun dalangnya, mereka tengah berusaha untuk mengubur Bandung Raya beserta isinya.


Semoga pihak Polisi dan militer menemukan penyebabnya.

__ADS_1


__ADS_2