
BAB 2
“Waduh, gempa, cepat keluar!” ucap Erik.
Sangat tidak disangka olehnya bahwa gempa akan terjadi begitu saja dan sayang sekali, Randi harus mengurungkan niatnya untuk menelusuri gua itu karena sangat berisiko jika sedang terjadi gempa. Alhasil Randi dan rekannya terpaksa untuk keluar dari gua sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Disaat mereka berputar arah dan berlari untuk keluar dari gua, Erik sempat melihat ke langit-langit gua dan dia sangat terkejut ketika melihat batu-batu tajam di atasnya mulai bergoyang kencang, apalagi dia sadar bahwa Randi yang jaraknya sekitar empat meter di belakangnya ternyata sedang berada tepat dibawah batu-batu goyang tersebut.
“RANDI AWAS! DIATASMU!” teriak Erik sangat kencang.
“HAH!?” ucap Randi.
Seketika Randi melihat ke arah atas dan sangat dikejutkan karena ia baru sadar bahwa dirinya sedang berada di bawah batu-batu tajam yang bergoyang. Disaat batu tersebut jatuh, Randi secara refleks melompat cukup jauh ke belakang untuk menghindari batu-batu itu.
BOOMMM!
ASTAGA! Itu hampir saja!
Jika saja Erik tidak memberitahu Randi, mungkin saja saat ini Randi telah tewas tertimpa bebatuan dan menjadi hantu gentayangan yang belum menyelesaikan tugasnya. Walaupun dia bersyukur masih diberi keselamatan, akan tetapi sekarang ini Randi telah terpisah dengan yang lain, batu-batu yang berjatuhan itu telah menutupi jalan keluar sepenuhnya sehingga membuat Randi terjebak di dalam gua sendirian.
Di saat yang sama, Erik dan lainnya yang berhasil kabur merasa syok karena mereka tidak melihat Randi di sana. Dia mengira bahwa Randi telah tewas tertimpa batu atau selamat dan ada di balik batu tersebut.
“Pak Randi! Jawab saya, apa kau tidak apa-apa?” teriak Erik untuk memastikan keadaan Randi.
*
*
Hah, syukurlah gempanya berhenti.
“Ya! Kau bisa mendengarku? Saya baik-baik saja, tidak ada yang luka, terima kasih Erik, tadi itu nyaris saja, jika saja kau tidak bilang, mungkin saya sudah mati” balas Randi.
“Aaaahhh, syukurlah” ucap Erik dengan nada bahagia.
Setelah mendengar jawaban dari Randi, perasaan Erik dan yang lainnya menjadi sangat lega dan tenang karena mereka telah mengetahui kalau Randi selamat. Selanjutnya, Erik menyuruh Randi agar berdiam di tempatnya sedangkan dia sendiri akan segera meminta bantuan untuk membuka jalan keluar bagi Randi.
__ADS_1
“Maaf Randi, tunggulah disana, bersabarlah” pinta Erik.
Randi menyadari bahwa bebatuan-bebatuan yang menutupi jalan keluar itu sangatlah kuat dan pastinya untuk membuka jalan keluar ini membutuhkan waktu yang sangat lama walaupun memakai alat bantu sekalipun.
Ugh, bau apa ini?
Secara tiba-tiba, terciumlah aroma bau busuk yang sangat menyengat hingga membuat Randi kesulitan untuk bernafas. Segera dengan cepat Randi mengambil sebuah masker oksigen yang ada di dalam ransel pinggangnya.
Ah, akhirnya lega juga. Sebenarnya ada apa di gua ini yah?
Semenjak bau busuk itu datang entah dari mana, seketika saja Randi sudah tidak merasakan lagi hawa yang mengerikan tadi, saat ini dirinya sudah tidak merasakan takut lagi.
Astaga, saya benar-benar dibuat pusing sekaligus penasaran dengan gua ini. Apakah di dalamnya terdapat harta karun? Lalu apakah hawa menakutkan tadi merupakan senjata pertahanan agar tidak ada orang yang masuk ke gua ini? Terus karena tidak mempan senjata itu beralih ke senjata yang mengeluarkan bau busuk? Kalaupun benar di sana ada harta karun atau sesuatu yang berhubungan dengan purbakala, mungkin saya bisa jadi triliuner pertama di BPP yah? Hm, hehehehehe, yang penting bukan hasil korupsi.
Selama dia berkhayal, ternyata Randi sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya terus saja berjalan memasuki gua yang gelap itu.
Di lain sisi, Erik dan anggota BPP lainnya yang sudah membawa alat khusus telah tiba di lokasi gua.
“Pak Randi!” ucap Erik.
*
*
*
*
“AAHHH! MUNGKIN DIA KEHABISAN OKSIGEN CEPAT KELUARKAN DIA!”
Karena tidak ada kepastian dari Randi, Erik pun tambah panik karena merasa sangat khawatir dan tidak ingin sesuatu terjadi pada teman dekatnya itu. Karena paniknya, sampai-sampai membuat Erik berpikir bahwa Randi telah kehabisan oksigen, dimakan beruang, diculik alien dan masih banyak lagi sekalipun Opick telah berusaha menenangkannya.
“RAANDIIIIIIIIIIIIIIIIII!” teriak Erik hingga menggema keras.
__ADS_1
*
Diwaktu yang bersamaan, Randi yang masih terus berjalan seketika tersadar dan langsung berhenti setelah dirinya mendengar teriakan Erik dari luar gua. Randi langsung berbalik ke belakang dan menyadari bahwa bebatuan yang menutupi jalur masuk gua telah hilang dari pandangannya.
Astaga, sejauh apa saya berjalan? Saya tidak ingat.
Namun, karena ketidak sadaran itulah yang membuat Randi menemukan sesuatu yang menakjubkan. Setelah berbalik ke belakang Randi pun berbalik lagi ke arah depan dan di sana dia tidak menyangka bahwa dirinya telah dihadapkan dengan sebuah ruang alam yang cukup luas dan sedikit tersinar oleh matahari.
Tempat tersebut memiliki ukuran yang lebih luas dari ruangan aula besar yang pernah didatangi oleh Randi dan yang lebih menakjubkan adalah tempat itu tercipta secara alami.
Randi sangat terkesan dengan pemandangan alam itu, tempat itu juga memiliki tihang-tihang pondasi alami yang terlihat sangat kokoh.
“Waaahhhh, keren sekali, cahaya matahari masuk lewat celah-celah dan sepertinya di luar sana sudah tidak hujan” ucap Randi sembari tersenyum lebar.
Sudah kuduga, terdapat harta karun di sini. Kuharap ada harta karun lainnya.
Secara tidak sengaja Randi melepaskan masker oksigennya, ternyata bukan udara segar yang terhirup melainkan bau busuk yang semakin menguat dari sebelumnya sehingga membuat Randi sesak.
“Uhuk, uhuukk” Randi pun dengan cepat memakai maskernya lagi, ia sempat berpikir bahwa pasti ada sesuatu yang menjadi sumber bau ini entah itu bangkai hewan atau dari zat-zat alam tertentu.
Bau di sini sangat kuat, sepertinya sumbernya memang dari tempat ini.
Kemudian setelah itu Randi berjalan menuju tempat yang tersinar cahaya matahari untuk menghemat daya baterai dari senternya dan istirahat sejenak.
Tak kusangka gua indah ini menyimpan sesuatu yang sangat misterius, berbeda dengan gua lainnya.
Ketika melihat sekeliling, secara tidak sengaja Randi melihat sesuatu dari ujung gua. Berbentuk seperti piramida yang tumpul dan sangat mencurigakan. Tanpa pikir panjang lagi Randi memutuskan untuk mendekatinya, dia berjalan secara perlahan dan cukup hati-hati karena mencoba untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.
Deg…deg…deg.
Semakin dekat detak jantung Randi pun semakin kencang. “Semoga bukan apa-apa” ucapnya, setelah dipikirnya sudah cukup dekat Randi pun kembali menyalakan senternya.
HAH!
“A…a, apa-apaan ini?”
Seketika, Randi sangat terkejut, tubuhnya mulai bergetar ketakutan serta mengeluarkan keringat dan tidak bisa bergerak bebas. Matanya sangat terfokus pada apa yang dia lihat sehingga susah baginya untuk berbicara. Namun, insting Randi sebelumnya benar bahwa gua ini menyimpan sesuatu yang aneh.
Siapa yang melakukan ini semua?
__ADS_1
Awalnya dia berpikir bahwa itu hanyalah ciptaan alam belaka, namun dia salah. Yang dilihatnya itu merupakan sebuah tumpukan-tumpukan mayat yang mulai membusuk dan diatur agar menyerupai sebuah gunung ataupun piramida.
Dari segala macam bayangan yang terbesit di pikirannya, Randi sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa ia akan menemukan banyak mayat di gua itu.