Defender

Defender
BAB 20


__ADS_3

BAB 20


Di dalam tenda operasional itu Randi melihat sebuah peta yang telah ditandai dan tiga kertas berukuran A4 berisi rencana-rencana mereka. Dalam selembaran kertas itu disebutkan bahwa mereka berniat untuk mengubur kota Bandung seutuhnya, entah untuk apa mereka melakukan itu semua, yang pasti pada kertas tersebut disebutkan juga bahwa rencana mereka ini telah dilakukan sedari tahun lalu.


Semua rencananya hingga saat ini telah berjalan sebanyak 97% yang artinya rencana membuat gempa buatan yang sedang terjadi sekarang ini merupakan rencana tahap akhir sebelum kota Bandung terkubur.


Kertas itu juga menyebutkan bahwa setelah tahap guncangan ini selesai dilaksanakan, maka mereka akan mengakhirinya dengan meledakan bendungan-bendungan kecil maupun besar dan membuat longsor buatan. Yang paling mengejutkannya lagi ialah mereka telah memasang bahan peledak di seluruh tempat strategis di kota Bandung yang diprediksi dapat membuat satu per satu wilayah Bandung rata dengan tanah.


Itu berarti beberapa bencana akan menghantam Kota Bandung dalam waktu yang bersamaan, gempa, banjir, tanah retak sepanjang jalan, kebakaran, hingga akhirnya semuanya terkubur dengan tanah dan tenggelam oleh air bendungan.


“Berimbas pada jutaan orang, ini, ini tidak bisa dibiarkan” ucapnya.


Setelah membaca selembaran kertas informasi itu Randi juga melihat sebuah peta yang menunjukan wilayah Lembang hingga Cimahi. Yang membuatnya berpikir keras ialah sebuah paku mading yang ditancapkan di beberapa wilayah pada peta tersebut.


Hmm…ini pasti penanda kan, tapi tanda untuk apa?


Di wilayah Lembang terdapat satu titik yang ditandai paku mading, namun di Cisarua terdapat dua titik yang jaraknya tidak terlalu jauh.


“Titik yang ditandai di Lembang ini kan, seharusnya tempat ini, jika begitu…” ucap Randi.


Itu artinya titik yang ditandai oleh paku mading ini merupakan lokasi mesin-mesin pembuat gempa atau guncangan, tersisa dua lagi di sekitaran Cisarua.


Setelah mendapatkan sebuah petunjuk dan memahaminya, Randi kemudian merogoh saku celananya untuk melihat jam pada handphone-nya itu. “Jika mereka membuat guncangan selama dua jam sekali di tempat yang berbeda, maka saya memiliki waktu satu jam setengah untuk menghancurkan mesin yang ada di Cisarua” ucap Randi setelah mendapat sedikit pencerahan dari informasi yang ia temukan.


Tapi apa itu cukup? Entah kenapa firasatku tidak enak tentang ini, sangat tidak enak dan tidak tenang.


*


*


“Erik…di mana kau?......ah begini, bisakah kamu gantiin tugasku? Karena suatu hal mendesak saya pasti telat bikin laporannya, jadi bisa tolong kerjakan tugas saya sebagian? Maaf…… AH! Terima kasih banyak! Saya dapat enam wilayah untuk dikumpulkan laporannya, nanti datanya saya kirim lewat pesan saja…… terima kasih banyak Erik, maaf merepotkan” ucap Randi.


Beruntungnya punya teman baik yang mau tolong menolong dikala susah, lagipula Erik nantinya akan menggantikan posisi saya kalau kami sama-sama naik pangkat, jadi seharusnya tugas pelaporan ini sangat familiar baginya.

__ADS_1


Karena firasatnya yang tidak mengenakan membuat Randi terpaksa meminta Erik untuk melakukan tugas-tugasnya, walaupun dia memiliki kekuatan super yang dapat bergerak cepat tapi entah kenapa dalam kasus ini dia berfirasat akan memakan waktu cukup lama.


Perasaan lega menyelimuti setelah Erik dengan senang hati mengiyakan permintaan egoisnya tersebut, dengan begitu Randi bisa bergerak untuk menghancurkan rencana orang-orang jahat.


Setelah panggilan telepon berakhir ia langsung mengirim sebuah data-data yang harus dikerjakan kepada Erik melalui aplikasi pesan.


Dua pertanyaan yang selalu terlintas di pikiranku saat ini ialah siapa mereka? Dan bagaimana mereka memiliki senjata pemusnah massal ini? Tapi yang saya yakini saat ini adalah bahwa pemimpin besar atau dalang utama dari semua ini bukanlah orang dari kalangan kecil, melainkan orang besar yang memiliki kuasa penuh dan kaya raya, saya penasaran siapa orangnya.


*


“Ya, data beres, sekarang beraksi” ucapnya setelah mengirim data kepada Erik.


Setelah itu Randi memotret wilayah yang diberi paku mading untuk mengingatnya dan menjadikannya tujuan berikutnya. Setelah semuanya selesai, Randi pun keluar dari tenda operasional dan segera melompat tinggi menuju Cisarua, sebuah tempat yang tidak jauh dari Lembang.


WOOOOOSSSHHHH!!!


***


Di lain pihak, pada waktu yang bersamaan setelah Randi pergi dari camp, tanpa sepengetahuannya, datanglah Alex dan rekan-rekannya dalam jumlah yang cukup banyak saling mengenakan seragam militer modern-nya itu. Mereka datang sembari membawa para pekerja proyek yang sebelumnya kabur dari camp tersebut.


Mereka semua terkejut ketika melihat camp yang seharusnya menjadi incaran mereka ternyata telah hancur berantakan dan hanya menyisakan puing-puing serta bagian mesin yang sudah sangat rusak saja.


“Oy, ini ulah siapa? Apa yang terjadi di sini? Seharusnya kami yang menyerang kalian” tanya Alex kepada para pekerja proyek yang mereka tangkap. “Satu orang, yang mengerikan, dia sangat cepat…” jawab salah satu pekerja.


Ketika menjawab pertanyaan Alex, terlihat dengan jelas bahwa mereka semua merinding ketakutan, tubuh yang menggigil, kalimat yang terpatah-patah dan enggan untuk melihat ke depan, dalam kata lain pandangan mereka selalu menunduk.


“Hmm, untuk saat ini saya yakin itu dia” ucap Alex.


“Orang yang hampir membunuh kita?” tanya Tank.


“Ya, sepertinya dia selangkah di depan kita, bagaimana bisa?” sahut Alex.


Kemudian setelah itu mereka semua berpencar ke seluruh camp untuk mencari data-data informasi penting sementara para tahanan ditempatkan dalam satu tempat sembari dijaga ketat oleh tiga orang lainnya.

__ADS_1


Tank yang memeriksa daerah sekitaran mesin melihat adanya delapan orang berpakaian seragam tempur telah tergeletak, kemudian ia juga melihat tato Black Wings diantara mereka semua.


“Lex! Black Wings di sini” ucap Tank.


“Ah, ya, sudah tidak aneh lagi sih. Sepertinya mereka memang menjadi pasukan tetap untuk Mictorius” balas Alex.


Alex kembali berjalan menuju sebuah tenda yang menurutnya merupakan tenda operasional, ia melihat cukup banyak komputer dan peta di tengah tenda tersebut, ia juga melakukan apa yang dilakukan Randi sebelumnya, melihat peta dan membaca selembaran kertas yang berisi rencana musuh. Tapi dia tidak sempat membaca semuanya karena teringat satu hal, Alex kemudian mengambil radio HT dan berusaha untuk menghubungi seseorang.


“Ah, Alpha Team ini Bravo Team, bagaimana situasi di sana?” tanya Alex.


Zrrtt


“Di sini Alpha Team, kami baru sampai, siap mendobrak, ada apa?” balas Alpha Team.


“Hanya informasi tambahan, kelihatannya Subjek-02 telah mendahului kita dan sepertinya dia sedang menuju ke sana, kau tahu apa yang harus dilakukan kan?” ucap Alex.


“Ya, terima kasih” balas Alpha Team.


Beberapa saat kemudian, Alpha Team memulai mendobrak pintu dan memasuki sebuah ruangan besar nan luas yang terlihat seperti ruangan pabrik. Rupanya kedatangan mereka telah disambut hangat pasukan Black Wings yang ada di sana.


TRATATATATA!!!


Black Wings langsung memberi tembakan setelah Alpha Team memasuki ruangan “Cih, langsung baku hantam rupanya” ucap ketua Alpha Team. Dikala Alpha Team ingin memberi serangan balasan, tiba-tiba kedua pihak dikejutkan dengan runtuhnya atap ruangan secara tiba-tiba.


*


*


*


“Eh, eh, apa yang terjadi di sini!?” ucap Randi yang berada di tengah diantara Alpha Team dan Black Wings.


 

__ADS_1


 


__ADS_2