Defender

Defender
BAB 18


__ADS_3

BAB 18


Sebelumnya Randi berencana untuk pergi ke daerah yang lebih tinggi di mana tempat tersebut dipenuhi banyak pohon yang tinggi pula, namun ketika sudah berada di langit ia memikirkannya kembali “Bahaya juga kalau pelakunya pasukan Black Wings” ucapnya ketika tengah berada di langit, daripada mendapatkan risiko besar jika Randi terus melanjutkan perjalannya, ia pun akhirnya memilih untuk pulang kembali ke rumahnya demi mempersiapkan sesuatu.


WOOOOSSSHHHH!


*


Karena perubahan rencana, membuatnya harus melompat dua kali dikarenakan sebelumnya dia telah mengarah pada daerah tinggi sebelum ia berpikir ulang untuk kembali ke rumah.


*


*


BOOMM


Ah, saya terlalu keras.


Berhasil mendarat di halaman belakang rumahnya namun menghasilkan suara yang cukup keras, hal itu justru membuat warga sekitar saling bertanya-tanya dan bersiaga kembali karena mereka mengira akan ada guncangan susulan, namun itu semua berasal dari ketidak sengajaan Randi seorang.


Dari halaman rumahnya terlihat bahwa anggota BPP telah tiba dan mulai membantu warga korban bencana, tapi bukan itu tujuan Randi. Ia bergegas berlari menuju gudang yang masih berada di halaman belakang rumahnya tepat di samping kanan.


SREEKK


Setelah menggeser pintunya terlihat di dalam gudang tersebut terdapat banyak kardus dan kotak kayu dari yang terkecil hingga yang terbesar, masing-masing dari kardus dan kotak kayu itu memiliki label nama dan tanggal kapan mereka disimpan di gudang.


Airsoft Airsoft Airsoft, di mana Airsoft?


Rupanya Randi mencari sebuah kotak kayu yang diberi label dengan nama Airsoft Gun. Dahulu kala, ketika Randi masih menginjak usia remaja, ia pernah mengikuti olahraga tembak yaitu Airsoft Gun dan selama itu dirinya telah tergabung ke dalam klub Techno Airsoft Gun Team yang mana pernah menjuarai beberapa lomba tembak Airsoft Gun se-kota Bandung.


Akan tetapi, ia mulai meninggalkan olahraga Airsoft dan keluar dari klubnya sesaat setelah dirinya diterima bekerja di BPP pada usia 25 tahun, sampai saat ini peralatan Airsoftnya masih tersimpan rapi di gudang tanpa terganggu dunia luar.


Hm, jadi nostalgia, kira-kira masih jalan gak ya Airsoft Gunnya?


Setelah menemukan dan membukanya, seketika ia bernostalgia akan kenangannya di masa lalu. Seragam, rompi, helm, pelindung siku dan lutut hingga sepatunya ternyata masih dalam kondisi yang terbilang sangat baik. Selain itu, Randi juga melihat semua atribut dan logo-logo dari klubnya dulu, ia juga tak lupa mengecek senjata Airsoftnya yang berjenis laras panjang maupun laras pendek.


Sepertinya ini masih bisa digunakan. Ya, saya tidak ingin seragam BPP yang satu ini berlubang karena tembakan seperti waktu itu, jika dalang dari semua ini ialah Black Wings maka dapat dipastikan mereka membawa senjata api.

__ADS_1


Dan juga, saya tidak ingin ada seragam BPP yang terbuang lagi.


Beberapa saat kemudian, Randi memutuskan untuk mengganti seragam BPP-nya dengan seragam Airsoft miliknya agar jika kontak senjata terjadi maka tidak akan merusak seragam BPP nya untuk kedua kalinya.


Hmm, bawa pistol gak yah? Hmm…bawa aja deh, jaga-jaga.


Beberapa menit kemudian Randi keluar dari gudang dengan mengenakan seragam Airsoft lengkap dengan aksesorisnya termasuk google mask milik Alex dan tas punggung berukuran sedang yang berisi seragam BPP miliknya.


Oh yeah, serasa keren kembali.


Ia juga membawa Airsoft laras pendeknya atau handgun yang ditenagai oleh gas CO2 serta magazinenya yang telah diisi oleh peluru atau dalam istilah dunia Airsoft disebut sebagai Ball Bearing atau singkatannya yaitu BB.


Sebelum berangkat kembali, Randi mencoba menembakan tiga butir BB-nya ke tempat sampah yang berbahan dasar plastik untuk mengetes.


TAK! TAK! TAK!


Alhasil, ketiga tembakannya itu berhasil melubangi tempat sampah dengan mudahnya “Whoa, masih bagus ternyata” ucapnya. Setelah menembak, kemudian Randi menyimpan handgunnya pada sebuah sarung khusus handgun yang tergantung di samping kanan sabuk celananya.


Dengan begitu ia tak perlu khawatir dengan kondisi Airsoft gun-nya tersebut. Setelah dirasa sudah siap, melompatlah dirinya demi menuju sebuah tempat yang dia curigai.


*


Untungnya terang bulan hadir hari ini, dari atas sini, saya bisa melihat kerusakan yang disebabkan guncangan itu, terlihat sangat jelas dari sini.


*


“Eh, itu…” Beberapa saat setelah berada di langit, secara tidak sengaja Randi melihat sebuah cahaya yang cukup terang dan mungkin berasal dari lampu, tapi cahaya tersebut hanya sekilas saja dan berada di sekitaran taman nasional. Kebetulan, itulah tempat yang Randi curigai.


Jika dugaan ku benar, seharusnya di sana para pelaku guncangan ini berada.


*


*


BOM!


Cahaya itu terlihat kembali oleh pandangannya setelah mendarat, namun redup seperti terhalang sesuatu dan jaraknya terlihat cukup jauh dari tempat Randi mendarat.

__ADS_1


Mungkin sekitar empat puluh meter? Dari sini lari aja lah, biar gak heboh-heboh amat. Ya, saya harus amati terlebih dahulu sebelum bertindak.


Srak! Srak!


Tidak lama kemudian, tiba-tiba saja sebuah semak-semak yang ada di kanannya bergerak dengan sendirinya sehingga membuat Randi cukup kaget, seakan tergesek oleh sesuatu seperti hewan, tapi walaupun begitu Randi sudah bersiaga dan telah mempersiapkan dirinya untuk bertarung jika harus.


Srak!


*


“RRROOOOOAAAAAARRGGGGHHHH!!!”


ASTAGA!


Sungguh tak diduga olehnya bahwa sesuatu yang akan menyerangnya itu bukanlah hewan yang terlihat seperti biasanya alias normal. Sosok tersebut langsung menyerang dan akan menerkam Randi begitu saja tapi Randi akhirnya berhasil menghindari serangan itu dengan cara bergerak ke samping kiri secara reflek.


APA ITU? Sejenis serigala kah? Eh tunggu, seingatku taman nasional ini bukanlah habitat hewan buas kecuali ular. Tapi itu, hmm, kok badannya gitu?


*


Setelah diamati lebih jauh, ternyata bentuknya jelas sangatlah aneh, memiliki kepala perpaduan dari serigala dan singa, badannya bercorak garis seperti harimau lalu pada bagian kaki belakang hingga ekornya seperti seekor anjing.


Aneh sekali, apa ini Mutan? Hasil eksperimen ilegal ilmuwan? Saya baru pertama kali melihat beginian, sungguh di luar akal sehat.


Mutan tersebut terus menerus meraung memperlihatkan tatapan matanya yang sangat tajam serta taring giginya yang terlihat sangat mengerikan bahkan darah merah keluar dari mulutnya.


Setelah itu, Mutan tersebut kembali berlari dan menyerang Randi tanpa ampun walaupun Randi sendiri selalu berhasil menghindari serangannya itu. Daripada memakan waktu yang cukup lama, alhasil Randi mempersingkat pertemuannya itu.


BOM!


Dikala melihat celah dari pergerakan si Mutan, ia tak segan-segan langsung memukulnya dengan sangat keras pada bagian kepalanya.


CRAATT!


Seperti yang telah diprediksi, tubuh Mutan tersebut hancur seketika tanpa bekas, darahnya yang berwarna biru itu tersebar ke segala arah kecuali Randi seorang. “Darahnya warna biru? Terus yang merah itu darah siapa?” ucapnya ketika menyadari bahwa darah dari si Mutan itu berwarna biru cerah.


Ah, saya tidak punya waktu lagi untuk ini, saya harus segera ke sana.

__ADS_1


__ADS_2