Defender

Defender
BAB 3


__ADS_3

BAB 3


Sore itu, Randi yang masih berada di dalam gua tiba-tiba dikejutkan oleh penemuan banyak mayat yang telah ditumpuk satu per satu dan telah diatur sedemikian rupa sehingga menyerupai sebuah bukit atau sebuah piramida dengan ujungnya yang tumpul.


Setelah tercengang cukup lama, Randi pun kembali pada akal sehatnya. Ia mulai menenangkan dirinya sendiri, mengatur pernafasannya dan mencoba untuk tidak panik.


Jangan panik, panik merupakan salah satu awal dari kehancuran.


Setelah itu, karena penasaran juga akan apa yang sedang terjadi di dalam gua tersebut, Randi lebih memilih untuk mencari sebuah petunjuk daripada hanya duduk diam saja selagi menunggu tim bantuan.


“Tunggu dulu, saya baru sadar, apa mereka semua ini militer?”


Mayat-mayat itu mengenakan pakaian militer yang sama, rompi berwarna hitam, seragam bercorak loreng, bahkan pelindung siku dan lutut pun mencirikan bahwa mereka adalah seorang tentara.


Apa yang dilakukan militer di sini?  Darimana mereka masuk jika gua ini saja selalu tertimbun tanah?


Semakin banyak kejanggalan semakin banyak pula pertanyaan-pertanyaan yang terbesit di pikirannya. Tapi karena itulah Randi tidak pernah berhenti untuk selalu mencari sebuah petunjuk.


Mau siapapun mereka, yang jelas mereka mengetahui tempat yang tidak diketahui publik. Pertanyaannya, siapakah mereka dan apa yang mereka lakukan di sini?


Tak sampai di situ, untuk mencari petunjuk lebih, Randi sampai nekat mengambil salah satu mayat yang tertumpuk itu dan memisahkannya dengan yang lain.


Dari pengamatannya, mayat yang dia ambil tersebut memang memilik tubuh layaknya anggota militer, namun sayangnya rupa wajanya telah hancur sehingga Randi kesulitan untuk menentukan bentuk wajanya, kemudian tidak ada satupun tanda pada seragamnya seperti tag nama dan ikon kemiliteran maupun kenegaraan.


Luka di wajahnya menandakan bahwa dia telah tertimpa sesuatu, tapi bisa saja terkena peluru berkaliber besar. Apa disini pernah terjadi pertempuran?


Kemudian Randi memeriksa semua saku namun tidak ditemukan apa-apa. Lalu ia mulai membuka seragamnya untuk melihat seluruh tubuh dari mayat tersebut dan dia cukup terkejut setelah menemukan satu petunjuk lagi.


Luka ini.


Pada bagian lehernya terdapat sebuah luka cekikan yang cukup besar dan dalam, kemudian di bagian dada hingga ke perutnya cukup banyak luka memar begitu juga dengan bagian punggungnya.


Masih sangat penasaran, Randi pun mencoba mengambil satu mayat lagi untuk diperiksa.

__ADS_1


*


Sraaakkk...


“Ah, yang ini utuh semua, tapi...”


Mayat kedua yang ia bawa memiliki anggota tubuh lengkap dan rupa wajah yang tidak hancur, namun terdapat tiga sayatan besar yang merobek rompinya menembus hingga ke seragamnya. Setelah ia buka seragamnya, dia sangat terkejut karena sayatan itu juga menembus hingga ke tubuh si mayat.


Dari dada kiri sampai perut bagian kanan terdapat tiga luka sayatan yang cukup besar dan panjang, kemungkinan orang ini tewas karena pendarahan.


Berikutnya, Randi melihat bentuk dari wajah mayat tersebut, rupanya dia memiliki wajah orang Indonesia pada umumnya.


 


 


Melihat dari luka-luka ini, sepertinya mereka diserang hewan buas, tapi hewan buas mana yang bisa menghasilkan luka sebesar dan sedalam ini? Dan juga mereka kemari pasti memiliki sebuah tujuan, cukup tidak memungkinkan jika mereka berbondong-bondong kemari hanya untuk berburu kan? Apalagi mereka memakai pakaian tempur lengkap, lagipula mustahil hewan mampu mengatur posisi mayat seperti ini, ini pasti ulah dari manusia juga.


Hmmmm, diserang atau menyerang? Apa yang mereka serang dan apa yang menyerang mereka? Saya masih butuh sebuah petunjuk. Sejauh ini, saya hanya bisa meyakini bahwa ada sesuatu di dalam gua ini hingga melibatkan militer.


“Astaga, saya hanya menambah pertanyaan-pertanyaan yang membuat saya sendiri penasaran”


Randi kemudian berbalik dan mengamati wilayah sekitar, tidak lama kemudian tanpa sengaja dia melihat sesuatu yang berkilauan karena pantulan sinar matahari di ujung gua yang lain.


“Apa itu?”


Alhasil, Randi pun tertarik dan langsung berjalan mendekatinya.


Saya tidak ingat, sudah berapa lama saya di sini?


“Jika diberi kesempatan, saya ingin tahu apa yang terjadi di gua ini, tapi jika ini memang rahasia negara sepertinya mustahil bagi orang sepertiku” ucapnya sembari berjalan.


*

__ADS_1


Ketika di tengah perjalanan, Randi tiba-tiba berhenti karena ia mengingat sesuatu. Ia pun berbalik ke belakang untuk berdo’a berharap arwah-arwah para tentara itu bisa beristirahat dengan tenang. Setelah itu, baru dia melanjutkan langkahnya lagi mendekati sesuatu yang menyilaukan.


“Di, di sini juga!?”


Setelah semakin dekat, Randi baru menyadari bahwa di sana juga terdapat satu jasad tentara yang tewas dengan posisi duduk bersandar pada batu. Namun, jika dilihat dengan teliti, terdapat sebuah perbedaan padanya.


Tentara yang duduk bersandar pada batu itu mengenakan pakaian tempur yang sangat berbeda dari tentara-tentara lainnya yang Randi temukan sebelumnya.


Dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya, tentara tersebut dilindungi oleh pelindung yang terlihat seperti robot dan terlihat sangat canggih. Dengan dasar warna hitam diiringi garis biru cerah yang menambahnya terlihat keren, begitu juga dengan helmnya yang terlihat seperti robot.


Tunggu, jika dilihat seragam ini sama seperti yang ada di film-film atau game yah. Masa juga sih cosplayer nekat ke sini?


Selain dari bentuk seragamnya yang modern, Randi juga melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, benda itu terlihat seperti tabung yang dipegang oleh jasad tersebut, tanpa pikir panjang lagi Randi pun segera mengambilnya dengan permisi.


Jadi ini yang silau tadi, apaan nih yah? Orang ini menggenggamnya dengan sangat kuat, bisa saja tabung ini merupakan sesuatu yang penting baginya.


Tabung itu memiliki diameter yang hampir sama dengan kepalan tangan orang dewasa serta memiliki panjang sekitar dua puluh sentimeter. Terdapat sebuah kaca kecil di bagian tengah tabung tersebut namun Randi tidak bisa melihat ke dalamnya karena kaca itu berwarna hijau muda.


“Ini kacanya yang warna hijau atau isinya yang berwarna hijau? Bingung saya”


Tidak ada satupun kalimat atau informasi yang tertera pada tabung tersebut, hanya tabung yang berwarna putih polos dengan kaca saja yang berada di tengahnya, tidak ada yang lain.


*


Melihat dari seluruh arah tabung pun tidak membuahkan hasil, Randi benar-benar dibuat bingung olehnya apalagi dia tidak tahu bagaimana cara membuka tabung tersebut.


DDDRRRTTTTTTT………


“Hah!? Gempa susulan!?”


Ketika sedang mengamati tabung dan jasad tentara misterius itu, tanah pun bergetar kembali namun kali ini getarannya jauh lebih besar dari yang sebelumnya.


A, astaga!

__ADS_1


Randi mulai tergoyah, karena getarannya yang cukup besar membuat dirinya kehilangan keseimbangan hingga berakhir membentur dinding gua cukup keras dan terjatuh seketika.


__ADS_2