Defender

Defender
BAB 16


__ADS_3

BAB 16


“Gempa misterius terjadi lagi di wilayah Soreang, Jawa Barat, setelah dua jam dari gempa Cimahi dan Bandung Barat, lalu dua jam kemudian gempa tersebut terjadi di kawasan Majalaya dan dua jam setelahnya terjadi kembali di kawasan Rancaekek hingga Cileunyi, gempa atau guncangan misterius ini seakan muncul setiap dua jam sekali di wilayah yang berbeda, kembali ke studio…” ucap Reporter yang sedang berada di lokasi.


Setelah mendapat panggilan dari pak Yono, Randi dikagetkan dengan berita-berita tersebut “Jadi selama saya pergi, gempa masih terjadi” ucapnya sembari menonton berita. Karena kemunculan guncangan misterius ini, pemerintah pusat akhirnya meminta bantuan untuk mendatangkan para peneliti dan ilmuwan dari luar negeri untuk ikut membantu dalam meneliti kejadian yang sangat langka ini.


Alhasil, banyak negara dari belahan dunia langsung mengirimkan orang-orang terbaik mereka untuk ikut membantu memecahkan misterinya, gempa ini sudah menjadi perbincangan hangat dunia bahkan mengalahkan ketenaran manusia super bertopeng alias Randi itu sendiri.


Namun tak sedikit pula yang mengaitkan adanya gempa misterius ini dengan kehadiran Randi yang turut mengejutkan banyak orang juga.


Ya, saya mengerti jika mereka mengaitkanku dengan ini. Sudah wajar.


Setelah siaran berita tersebut selesai, Randi kemudian membuka laptopnya dan membuka maps online dari salah satu website di internet.


“Titik awal ada di Bandung tepatnya Gedung Sate kan, kemudian Cimahi, Bandung barat...” saat itu Randi sedang memberi titik dan tanda kepada daerah-daerah yang mengalami gempa misterius berharap menemukan sebuah petunjuk.


Selama dua jam sekali yah, terakhir Cileunyi, setelah itu tidak muncul lagi sampai sekarang.


Dari pengamatan Randi dan gerak geriknya, gempa tersebut seakan berusaha untuk memutari kota Bandung pusat yang dimulai dari Kabupaten Bandung Barat hingga ke Cileunyi melewati Soreang dan sekitarnya.


“Jika instingku benar, gempa selanjutnya pasti terjadi di atas Cileunyi. Antara Cijambe, Cimenyan, atau, Lembang…” ucap Randi sembari berpikir keras.


Hmm, jika dalang dari semua ini menginginkan untuk menghancurkan Bandung Raya lewat bencana buatan, maka mereka pasti mengarah kepada bendungan, waduk, dan dataran tinggi. Mungkin Lembang menjadi target mereka berikutnya, lebih baik saya menelusurinya nanti.


*


*


*


30 November 2020, Kantor BPP Lembang


“Siap pak, saya selesaikan hari ini secepatnya, sampai jumpa”


Randi sedang berada di kantornya dan tengah mengetik sebuah laporan yang harus ia selesaikan hari ini, akan tetapi laporan-laporan baru terus saja saling berdatangan. Tak jarang Randi selalu menerima panggilan telepon setiap setengah jam sekali sampai dua kali.


“Hah…mungkin hari ini bakal jadi hari yang melelahkan, moga aja gak sampe lembur” ucap Randi sembari menghela nafas.


“Yo, gimana kabarmu?” tidak lama kemudian Erik berkunjung ke kantornya lalu menyapanya sembari membawa dua kaleng minuman dingin. “Sehat” sahut Randi, setelah itu Erik menyarankan kepada Randi untuk istirahat sejenak sambil memberikan satu kaleng minumannya pada Randi.


“Ini, minumlah” ucap Erik.

__ADS_1


“Ah, makasih banyak” balas Randi.


Ya, istirahat dulu deh.


*


Sejak mengunjungi kantornya, Erik lebih banyak berbicara mengenai penyerangan di alun-alun Bandung hingga manusia super bertopeng. Hal itu membuat Randi menjadi sedikit tegang karena takut diketahui dan menjadi heboh.


Eh, tapi dia kan gak tau saya ke Bandung kan? Jadi, masih aman.


Karena ingat bahwa Erik tidak diberitahu keberangkatannya ke Bandung membuat Randi merasa cukup lega dan jantungnya kembali tenang, “Terus gimana yang gempa misterius itu?” tanya Erik dengan nada penasaran. “Ya itu membuat bingung peneliti apalagi saya, dari laporan di sini pun belum ada yang bisa mencari penyebabnya” sahut Randi.


Kemudian selagi Erik berbicara hal lain, disaat yang sama Randi mengambil dan mengecek handphonenya untuk mencari berita terkini mengenai gempa misterius.


Belum ada gempa lagi yah, sebenarnya ada satu kecurigaan sih tapi kalau di sini gak gempa berarti kecurigaan itu jadi keliru.


“Ya, saya balik dulu. Kebetulan hari ini bakal lembur kayanya” ucap Erik sambil keluar kantor.


“Oh, iya, makasih minumannya” balas Randi.


*


Sekeluarnya Erik dari kantornya, tiba-tiba saja handphone Randi berdering kencang.


Astaga, laporan lagi.


Pada akhirnya Randi baru bisa pulang pukul lima sore dikarenakan pekerjaan yang terus berdatangan “Haahh...capek juga, eh? Astaga mendung!” sontak saja Randi langsung menggerakkan motornya untuk segera pulang sebelum hujan turun.


Gak bawa jas hujan haduh, semoga sempet pulang.


*


*


BREAKING NEWS!


Sepulangnya di rumah, ia langsung menyalakan televisinya demi mencari berita mengenai gempa misterius itu, selain dari televisi ia juga mencarinya di dunia maya. “Waduh, emang gak ada atau beritanya udah teralihkan ya?” ucapnya ketika sedang mencari-cari ke tiap website dan saluran televisi.


Seketika saja Randi merasa heran karena kebanyakan berita di televisi maupun di internet selalu menayangkan cerita para artis ataupun selebritis, ada juga yang menayangkan tentang keindahan alam.


Aneh juga, berita gempa misterius sebesar ini seakan-seakan lenyap begitu saja, berita tentang saya pun sudah tidak ada.

__ADS_1


Randi teringat bahwa kemarin tagar mengenai dirinya telah menduduki peringkat dua dalam dunia media sosial internasional. Akan tetapi setelah ia mengecek kembali ternyata tagar tersebut sudah hilang entah kemana dan digantikan oleh tagar para selebritis.


Loh, apa-apaan ini? Kok tiba-tiba hilang?


Sepertinya bisa dipastikan bahwa komplotan Alex ada hubungannya dengan ini semua.


*


*


Di tengah malam di mana semua orang telah tidur terlelap dan beristirahat, di saat itu juga mereka semua tidak menyadari bahwa burung-burung yang ada di sekitar mereka saling beterbangan seakan berusaha untuk kabur dari tempat bersinggahnya. Tak hanya burung, begitu pula dengan para anjing dan kucing serta hewan-hewan lainnya yang merasakan insting yang sama.


WWOOOSHHHH!!!


Malam yang sunyi itu pun berubah menjadi malam yang menakutkan di mana pohon-pohon bersuara keras karena hembusan angin yang besar namun sayangnya tanda-tanda ini tidak disadari oleh para manusia.


Beberapa saat kemudian, Randi yang pada saat itu sedang tertidur nyenyak dengan berbalut selimut yang tebal dan hangat, tiba-tiba dirinya mulai merasakan bahwa tubuhnya telah bergoyang ke kanan dan ke kiri dengan sendirinya. “Emm?” pada awalnya dia masih belum menyadarinya dan mengabaikannya karena goyangan tersebut terbilang masih kecil, hingga suatu saat keadaan pun bertambah semakin parah.


DDDDRRRRTTTTTTT!!!!!!


Kasur, lemari bahkan gelas-gelas yang ada di atas meja kecil seketika bergeser dan bergetar hingga membuat gelas-gelas tersebut saling berjatuhan, begitu pula dengan Randi yang hampir terlempar dari kasurnya.


“EH ADA APA INI?!” teriak Randi yang langsung terbangun dari tidur nyenyaknya. Pada saat itu dia merasakan sebuah guncangan yang sangat hebat, tubuhnya seakan dikoyak ke sana ke mari dengan sangat kasar.


Tidak lama kemudian Randi yang masih berada di kasurnya langsung saja berlari walau tubuhnya tergoyang-goyang karena guncangan besar, ia berusaha untuk keluar dari rumah secepat mungkin.


Sial, sial, sialan.


Drap drap drap drap!


BRAK!


Karena panik, ia akhirnya mendobrak pintu rumahnya sendiri agar bisa keluar dari sana secepat mungkin.


“GEMPAAA! GEMPAAAA!”


Ia juga mendengar teriakan-teriakan tetangganya yang berusaha memberitahu tetangga lain bahwa saat ini sedang terjadi gempa.


GEBRUUK!!!


Di saat yang sama beberapa bagian rumah warga termasuk rumah Randi sendiri langsung rubuh seketika. “Astaga, perkiraanku benar!” ucap Randi, malam yang awalnya damai itu berubah menjadi sebuah kekacauan yang menggemparkan banyak orang di sana.

__ADS_1


__ADS_2