
BAB 8
Jam sepuluh lebih, Randi pun akhirnya keluar dari rumah sakit setelah menjalani banyak test untuk mengukur kekuatan fisiknya. Hanya tinggal menunggu laporannya saja yang akan keluar nanti sore, ia lantas menaiki motornya lagi untuk kembali pulang ke rumah.
BRRMMM! BBRRMMM!
*
*
*
Berawal dari niatan untuk kembali pulang ke rumah, tapi ditengah jalan tiba-tiba dia memutuskan untuk beralih haluan. Karena seketika terbesit di pikirannya untuk melakukan sesuatu yang lebih dari medical checkup, alhasil Randi pun memutar balik kendaraannya lalu pergi menuju daerah yang lebih tinggi.
Lokasi tujuannya ialah daerah hehutanan, ya, Randi berniat untuk menguji kekuatan fisiknya di area yang terbuka. Dia mengunjungi hutan nasional yang berada di sekitaran Lembang.
Setelah tiba di sana, ia lantas berjalan ke arah tengah hutan. Sepengalamannya selama ini, hutan yang dia kunjungi itu cukup jauh dari pemukiman warga dan sangat minim aktivitas masyarakat seperti pendaki gunung, karena tempat itu biasanya dipakai untuk latihan para anggota BPP, namun hari ini tidak ada satupun agenda latihan, maka dari itu Randi akan mencoba kekuatan fisiknya disana.
Semoga di sini aman, gak ada yang lihat.
Untuk memulainya, pertama-tama ia menarik nafasnya cukup panjang kemudian menghembuskannya secara pelan-pelan “huuuu…haaaaa” dan dia melakukannya secara berulang selama empat kali.
Kemudian, Randi mulai melebarkan pundaknya hingga otot bagian dadanya terbuka lebar, lalu dia juga menguatkan otot-otot perut hingga ujung kakinya. Setelah semua persiapan telah siap, Randi mulai melakukan posisi berlari.
Seharusnya saya bisa lari bebas jika di tempat terbuka ini.
Tap tap tap tap
Randi pun mulai berlari di jalan setapak itu “Rasa ini…” ketika dia berlari tanpa henti seketika dia merasakan suatu aliran yang mengalir di sekujur kakinya, mulai dari paha hingga ke ujung kaki, padahal perasaan ini tidak dia rasakan saat menjalani test.
Saya tidak tahu apa ini tapi seolah seperti ada sebuah energi yang mengalir. Sangat terasa.
Dia mencoba untuk tidak berhenti berlari dan dugaannya benar, semakin lama dia berlari maka kecepatannya semakin bertambah “Aha, ahahahahaha, gila! Saya bisa lari cepat” ucapnya sembari berlari.
Jika dihitung, kecepatan Randi itu setara dengan sebuah motor sport yang mampu melaju hingga 150km/h dan masih terus bertambah selama dia berlari.
GAWAT!
“AAAAAAA!”
BOOMM!
__ADS_1
Karena terlalu senang, ia sampai tidak menyadari bahwa di depannya terdapat sebuah pohon. Alhasil, Randi akhirnya menabrak pohon tersebut dengan sangat keras namun bukan tubuhnya yang terluka, melainkan pohonnya yang langsung tumbang begitu saja.
Setelah menabrak pohon, ia langsung tergeletak ke tanah dan mulai menarik nafasnya lagi. Ada sesuatu yang aneh ketika dia berlari, yaitu secepat dia berlari tubuhnya tidak merasakan kelelahan.
Rasanya, seperti tidak melakukan apa-apa tapi terbentur pohon sakit juga.
“Ini pertama kalinya saya bisa melakukan seperti itu, wow”
Benar juga, lompat tinggi.
Sebelumnya, dia melompat hingga menembus atap rumah, maka dari itu dia penasaran seberapa tinggi dia bisa melompat dengan kekuatan fisik barunya itu.
Randi memulai posisi jongkok terlebih dahulu, kemudian dia langsung melompat sekuat tenaga.
WOOOSSSHHHH!
“HAAAAAAA!” dia sangat terkejut karena dalam sekejap mata saja dirinya sudah berada di langit sekitar 100meter dari permukaan tanah. “WOAAAA!” Sontak Randi berteriak kencang dan tidak tahu harus melakukan apa.
Sedikit demi sedikit tubuhnya mulai tertarik lagi oleh gravitasi “AAAAAAAAAAAAAAA!” Randi pun pada akhirnya terjun bebas tanpa parasut di atas sana. Sekejap dirinya tidak bisa memikirkan apapun karena dia tidak bisa bergerak bebas ketika sedang berada di langit.
Sesampainya mendekati permukaan tanah, Randi masih tidak tahu harus berbuat apa, namun untungnya dia memiliki insting yang tinggi dan juga tubuhnya terkadang bergerak sendiri lebih cepat dari pikirannya.
Ketika masih di atas, tangan kanan Randi mengepal sangat erat dengan sendirinya kemudian setelah itu tangan kanan tersebut tiba-tiba menjulur ke arah depan seolah-olah akan baku hantam dengan tanah.
BOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMMMMMMMM!!!
Karena itu, pendaratan Randi sama persis seperti bom yang dijatuhkan pesawat, menghasilkan suara yang dahsyat dan melubangi permukaan tanah layaknya bom pada umumnya.
“Uhuk uhuk” Randi pun terbatuk karena partikel-partikel tanah yang saling beterbangan karena ulahnya itu, namun dengan begitu Randi masih selamat tanpa luka satupun, hanya saja pakaiannya yang kotor.
Setelah partikel tanah tersebut menghilang, Randi baru menyadari bahwa dia telah melubangi permukaan tanah itu cukup besar.
“Haa…haa…haa…” dia menghebuskan nafasnya.
Ini gawat sekali, dampaknya seperti ini, bagaimana bisa kekuatanku sebesar ini?
Akan tetapi dia menyadari satu hal yaitu ketika dia mengeluarkan tenaga sekuatnya dia pun mulai merasakan kelelahan.
Sebelum ada yang menyadari ini, sebaik saya pulang saja.
Kemudian dia berlari menuruni gunung dan menuju tempat parkir.
__ADS_1
“Suara apaan tadi!?”
“Gatau, paling latihan militer lagi”
Sesampainya di tempat parkir, Randi mendengar banyak ucapan orang-orang yang mendengar suara ledakan yang dihasilkan olehnya, mulai dari rasa khawatir dan tidak peduli semua itu dirasakan oleh Randi yang ingin kabur tanpa bertanggung jawab.
Yang paling mengejutkannya ialah dia mendengar bahwa beberapa pihak taman nasional akan menaiki gunung demi mengecek suara misterius yang mereka dengar.
Gawat, sebelum mereka sadar, sebaiknya saya cepat pulang.
Dengan begitu Randi pun dengan cepat menyalakan motornya dan pergi sejauh mungkin dari hutan tersebut.
“Maaf maaf maaf maaf” ucap Randi sembari menjalakan motornya.
*
*
Tepat pukul dua siang, akhirnya Randi tiba di rumahnya, bergegas ia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Di dalam sana, ia lebih banyak bergumam daripada melakukan gerakan mandi.
Haa…hari ini banyak sekali kejadian aneh yang menimpaku. Tapi jika dilihat lagi kekuatanku ini setara seperti kekuatan super di film-film. Yah, kekuatan ini memang berguna untuk menyelamatkan orang lain, tapi selain itu, apa lagi?
Setelah melihat lekokan tanah itu, saya pikir kekuatan ini memiliki tipe penghancur. Saya harus hati-hati dengan ini.
Ketika Randi ingin membersihkan tubuhnya dari sabun, ia pun mulai mengambil shower namun dia sungguh tidak menyangka bahwa genggamannya cukup kuat sehingga mampu memecahkan shower tersebut.
Setelah mandi, Randi juga memecahkan dua piringnya ketika sedang mencucinya padahal dia sangat yakin bahwa dia tidak mengeluarkan tenaga besar.
“Haaaa… yang benar saja, kenapa harus saya yang punya kekuatan ini? Lagipula datang darimana sih ini? Saya yakin saya belum pernah jadi bahan eksperimen ilmuwan” ucapnya sembari melihat kedua telapak tangannya dan merenungkannya.
DDDRRRTTTT!
Tidak lama kemudian Randi menyadari bahwa ponselnya bergetar, namun ketika dia ingin mengambilnya tiba-tiba saja dia teringat kembali.
Pelan-pelan Randi, pelan-pelan.
Tangannya secara perlahan memasuki saku celananya kemudian secara perlahan juga dia mengambil ponsel tersebut.
“Oh! Pak Dedi!”
Buru-buru dia langsung berlari dan menyimpan ponselnya di atas meja, kemudian ia menekan tombol pengeras suara dan pembuka panggilan secara hati-hati. Ternyata pak Dedi memberi tahu pada Randi bahwa hasil medical checkupnya telah keluar dan bisa diambil sekarang ini. Setelah panggilannya berakhir, tanpa sadar Randi menekan ponselnya seperti biasanya, alhasil ponsel tersebut langsung retak dibagian layarnya “GRAAA!” teriaknya.
__ADS_1