Defender

Defender
BAB 19


__ADS_3

BAB 19


 


Drap drap drap drap


Malam itu, di bawah sinar Bulan sekaligus pohon-pohon yang menjulang tinggi, Randi berlari cepat seorang diri menuju cahaya putih yang redup tepat di depannya. Setelah berada di dekatnya ia langsung bersembunyi di balik semak-semak untuk mengamati wilayah sekitar.


Rupanya cahaya redup itu berasal dari sebuah lampu yang tergantung pada tenda kecil, Randi melihat adanya beberapa tenda yang berdiri tegak di sana. Namun secara perlahan lampu tersebut semakin redup dan pada akhirnya mati total sehingga membuat pandangannya terbatas.


“Nyalain gensetnya”


“Hooh”


Ada orang? Perasaan tadi gak lihat siapa-siapa.


Di dalam kegelapan yang hanya diterangi sinar Bulan yang mulai tertutupi awan, membuat Randi kesulitan melihat keadaan sekitar dengan jelas, tapi dia mendengar suara perbincangan orang-orang yang ada di sana padahal sebelumnya Randi tidak melihat satupun manusia selain tenda.


NGIIIINNNGGGGG!!!


Itu suara genset? Suaranya lebih lembut dan tenang dibanding yg pernah kudengar, mungkin teknologi baru.


Setelah genset dinyalakan, satu per satu lampu menyala dari yang terkecil hingga terbesar sekaligus menerangi camp itu secara singkat. Dengan begitu Randi mampu melihat camp tersebut secara keseluruhan dan tanpa diduganya ia melihat cukup banyak orang yang sedari awal dia mengira bahwa camp itu telah sepi ditinggalkan.


Enam tenda regu dan tiga tenda dome, banyak kotak-kotak putih, saya gatau itu apaan, hmm?


Secara mengejutkan ia melihat sebuah alat pengebor besar yang tak asing baginya tepat di belakang tenda-tenda. “Itu kan...” pengebor besar itu sama percis dengan pengebor yang ia lihat ketika membeli handphone baru kemarin, sebuah alat pengebor yang dibawa oleh truk pengangkut barang itu rupanya dikirim ke tempat ini, hanya saja pengebor tersebut telah disatukan dengan mesin-mesin lain yang ia tidak tahu mesin apa itu.


Tanah telah dilubangi oleh mesin pengebornya yang terlihat sangar dan mengerikan, bukan hanya itu, di sampingnya terdapat sebuah mesin lagi berbentuk tabung yang tak kalah besar dan menjulang cukup tinggi, kemudian mesin-mesin berbentuk tabung yang berwarna kuning itu mengelilingi mesin pengebor entah apa kegunaannya.


Enam tabung besar aneh, saya tidak tahu itu mesin apaan.


*


Orang-orang yang mengenakan pakaian proyek serta helm kuning tiba-tiba saling berkerumun di sekitaran mesin, lalu tidak lama kemudian seseorang yang mengenakan setelan jas formal berjalan dengan santai ke arah mereka, kemudian dia menaiki sebuah panggung kecil sambil membawa secercik kertas di tangan kanannya.


Apa dia pemimpin proyek?


“Wahai para pekerja sekalian yang saya hormati dan saya banggakan, saya telah menerima sebuah pesan dari pimpinan yang berisi. Kita telah sukses menjalankan rencana sejauh ini namun target kita di wilayah Lembang masih belum tercapai maka dari itu buatlah gempa susulan yang lebih besar dari sebelumnya, maka dengan begitu kita bisa langsung menjalankan rencana berikutnya dua jam mendatang, segera lakukan gempa susulan setelah surat ini dibacakan. Begitulah isi surat ini, sekian dan kembalilah bekerja” ucap seseorang yang terlihat seperti pimpinan proyek itu.

__ADS_1


Sudah kuduga, kecurigaanku selama ini ternyata benar.


*


Setelah surat itu dibacakan, para pekerja proyek segera berlari menuju posisi mereka masing-masing dan menjalankan mesin-mesin besar itu.


NGUUUUUIIIIINNNNNNNNGGGGG!!!!!!


Keenam mesin berbentuk tabung itu mulai bergerak ke atas ke bawah seperti memompa sesuatu, di waktu yang bersamaan burung-burung yang singgah di pepohonan mulai beterbangan melarikan diri dari hutan sembari berteriak kencang.


AAAKKK! AAKKK!


WOOOSSSHHHHH!!!


HAH!?


Randi merasakan kejanggalan saat itu, ia mengetahui hewan-hewan saling berlarian tapi ia sendiri tidak merasakan adanya guncangan besar, malah jauh di belakangnya ia menyadari bahwa pohon-pohon terdengar saling bersuara seperti sedang menari dan mengadakan pesta besar.


*


*


Tanpa tunggu lama lagi, setelah mengetahui cara kerja mesin dan dalangnya ia pun berlari kencang menerobos kerumunan para pekerja proyek dengan sekejap mata.


BOOOMMM!!!


Hanya dengan sekali pukulan saja Randi mampu melubangi sebuah mesin yang menyatu dengan alat pengebor besar tersebut, kedatangannya membuat para pekerja di sana sontak terkejut dan menghentikkan pekerjaan mereka.


Tak hanya itu, Randi juga bergerak dengan kecepatan supernya untuk menghancurkan enam mesin berbentuk tabung yang disinyalir sebagai mesin utama penyebab guncangan, dalam waktu yang sangat singkat saja satu per satu mesin itu rubuh karena ulahnya.


“WAAAAAA!”


“AAAAAAAAA!”


Secara serentak Randi membuat camp itu menjadi heboh, para pekerja proyek saling berlarian untuk kabur.


BOOOMMM! BOM! BOOOMMM!


Setelah rubuh, mesin-mesin itu mengalami kebakaran hingga ledakan yang tidak terlalu besar tapi suara ledakannya pasti terdengar oleh para penduduk. Dalam waktu yang bersamaan Randi sudah tidak mendengar lagi suara pohon-pohon yang saling bergoyang.

__ADS_1


“Ya, dengan begini guncangan bisa dihentikan” ucapnya


*


“BERHENTI!”


Hmm?


Tanpa dugaannya ternyata camp tersebut tak hanya diisi oleh pekerja proyek saja melainkan pihak keamanan pun ada, delapan orang bersenjata laras panjang berkumpul di belakang Randi sembari menodongkan senjata mereka padanya.


Apa mereka Black Wings itu?


Kedelapan orang itu mengenakan seragam tempur layaknya Polisi Anti-terror, setelan berwarna hitam penuh mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki, rompi anti peluru, helm, goole, mask, sarung tangan, sepatu, semuanya menyerupai seragam Polisi Anti-terror pada umumnya. Namun Randi tidak melihat adanya atribut yang menandakan bahwa mereka berasal dari kepolisian.


“Siapa kalian?” tanya Randi.


“Seharusnya kami yang bertanya begitu!” jawab salah satu dari mereka dengan lantang.


Jika saja salah satu dari mereka menunjukan sebuah tato yang sama seperti tragedi Alun-alun mungkin Randi akan langsung membunuh mereka semua, namun kali ini ia ragu-ragu karena tubuh mereka semua tertutup.


Apa ada oknum Polisi yang bekerja sama? Hmm, kubuat pingsan saja deh, nanti bisa interogasi.


Tidak mau lama lagi di tempat itu Randi pun langsung membuat mereka terpingsan dalam sekejap mata. “Ya, pekerja dan pimpinannya itu mungkin sudah kabur duluan” ucapnya setelah dengan mudah melumpuhkan pihak keamanan.


*


“Ternyata benar” Randi membuka seragam salah satu pihak keamanan itu dan ia melihat sebuah tato naga yang sama persis seperti tragedi Alun-alun. Black Wings, ia mulai berpikir bahwa pasukan keamanan atau tentara bayaran yang bekerja untuk dalang dari semua ini ialah Black Wings itu sendiri.


Hanya Black Wings, sepertinya begitu.


*


Setelah itu Randi memasuki sebuah tenda besar yang terlihat seperti tenda operasional untuk menemukan informasi, dia menemukan banyak komputer dan dokumen-dokumen penting, di sana juga terdapat sebuah mesin kecil yang dia sendiri saja tidak tahu apa fungsinya.


Tapi yang pasti, Randi melihat sebuah peta besar yang disandarkan pada meja berbentuk persegi panjang yang luas di tengah tenda tersebut, peta tersebut memperlihatkan wilayah Lembang hingga Cimahi dengan situasi medan yang terbilang sangat jelas.


“Hmm…mari kita lihat”


HAH!? Apa benar ini rencana mereka? Jika terjadi, maka, lima juta lebih nyawa manusia akan melayang. Ini benar-benar senjata pemusnah massal. 

__ADS_1


__ADS_2